Menuju konten utama

Mendagri Tito Minta Pemda Waspadai Inflasi November 2,86 Persen

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, meminta kepala daerah, khususnya penjabat (Pj) kepala daerah untuk mewaspadai kenaikan harga barang dan jasa.

Mendagri Tito Minta Pemda Waspadai Inflasi November 2,86 Persen
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberi sambutan pada acara doa bersama Pemilu damai 2024 di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Kamis (31/8/2023). ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/hp.

tirto.id - Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, mengimbau pemerintah daerah untuk tetap waspada terhadap peningkatan angka inflasi. Hal itu seiring dengan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi November secara tahunan adalah 2,86 persen.

“Saya ingin menggambarkan secara umum bahwa memang dari sisi dunia global, karena kita tidak pernah lepas dari lingkup global kalau untuk masalah barang, pangan, jasa, yang disebut dengan kenaikan. Kenaikan ataupun deflasi penurunan tidak akan lepas dari pertumbuhan ekonomi,” kata Tito saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dikutip dari keterangan tertulis, Senin (4/12/2023).

Dia menuturkan berdasarkan data yang dihimpun www.tradingeconomics.com, sejak 3 Desember 2023 kondisi perekonomian dunia diketahui tengah melambat. Tingkat pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia berada pada peringkat 45. Di sisi lain, berdasarkan tingkat inflasi di dunia, Indonesia berada pada posisi 138 dengan angka 2,86 persen.

“Kalau pertumbuhan ekonomi rankingnya semakin kecil angkanya makin bagus, tapi kalau inflasi makin rendah atau makin besar angkanya [urutannya] itu makin baik,” ucap Tito.

Dia membandingkan, posisi Indonesia dengan negara G20 masih jauh. Indonesia berada pada posisi 18 dari 24 negara. Dalam kesempatan itu, Tito meminta para kepala daerah, khususnya penjabat (Pj) kepala daerah untuk mewaspadai kenaikan harga barang dan jasa. Pasalnya, selama tiga bulan terakhir, angka inflasi di daerah cenderung mengalami peningkatan.

“[Peningkatan angka inflasi] terjadi variasi tiap daerah, ada daerah-daerah yang tinggi, ada daerah yang rendah. Saya terus terang akan juga melihat prestasi para Pj [kepala daerah] juga dilihat dari data-data ini, termasuk data BPS,” kata dia.

Sementara itu, dia merinci 10 provinsi dengan kondisi inflasi tertinggi per 1 Desember 2023. Provinsi itu yakni Lampung, Maluku Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Jambi, Sumatera Selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Riau, dan Jawa Timur.

“Nah ini menjadi catatan, tolong terutama yang tertinggi, terendah, yang lain-lain ada semua datanya. Kalau ditanya kepada BPS di daerah masing-masing pasti paham,” ucap Tito.

Baca juga artikel terkait INFLASI atau tulisan lainnya dari Faesal Mubarok

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Faesal Mubarok
Penulis: Faesal Mubarok
Editor: Intan Umbari Prihatin