Menuju konten utama

BPS: Inflasi November Tembus 2,86%, Lebih Tinggi dari Oktober

BPS mencatat komoditas yang memberikan andil inflasi yaitu beras 0,58 persen, cabai merah 0,19 persen, dan rokok kretek filter 0,18 persen.

BPS: Inflasi November Tembus 2,86%, Lebih Tinggi dari Oktober
Calon pembeli berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Jumat (6/10/2023). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/tom.

tirto.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi November 2023 sebesar 2,86 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Sementara itu, inflasi bulanan teralisasi 0,38 persen.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik, Moh Edy Mahmud mengatakan, terjadi peningkatan indeks harga konsumen (IHK) dari 115,64 pada Oktober 2023 menjadi 116,08 pada bulan November 2023.

“Secara year on year terjadi inflasi sebesar 2,86 persen, dalam grafik terlihat tingkat inflasi bulan November 2023 lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan bulan yang sama tahun yang lalu,” kata Edy dalam Rilis BPS, Jakarta (1/12/2023).

Edy menuturkan komoditas yang memberikan andil inflasi yaitu beras 0,58 persen, cabai merah 0,19 persen, rokok kretek filter 0,18 persen, cabai rawit 0,10 persen, dan daging ayam ras 0,08 persen.

Kemudian, komoditas penyumbang utama lainnya adalah cabai merah sebesar 0,19 persen, rokok kretek filter 0,18 persen, cabai rawit 0,10 persen, daging ayam ras 0,09 persen, dan bawang putih 0,07 persen.

Dengan catatan itu, maka inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau pada November 2023 mencapai 6,71 persen dan memberikan andil 1,72 persen terhadap inflasi umum.

Beberapa komoditas lainnya yang menjadi penyumbang terbesar di inflasi November 2023 adalah emas dan perhiasan dengan andil 0,11 persen serta biaya kontrak rumah 0,10 persen.

Selain itu, terdapat komoditas di luar kelompok makanan, minuman dan tembakau yang memberikan andil terhadap inflasi secara month to month seperti tarif angkutan udara dengan andil inflasi sebesar 0,04 persen. Kemudian emas perhiasan dengan dengan andil inflasi sebesar 0,03 persen, tarif air minum dengan andil sebesar 0,01 persen.

“Sementara itu, terdapat komoditas yang memberikan dorongan karena deflasi yaitu bensin dengan andil deflasi sebesar 0,04 persen, ikan segar dan daging ayam ras dengan andil sebesar 0,01 persen,” ucap dia.

Sementara itu, secara wilayah, BPS mencatat seluruh kota mengalami inflasi, dengan 57 kota di antaranya mencatatkan IHK lebih tinggi dari inflasi nasional.

Kota dengan inflasi tertinggi adalah Kota Tanjung Pandan sebesar 5,89 persen. Komoditas penyumbang inflasi di kota tersebut adalah tarif angkutan udara sebesar 1,22 persen, beras 0,91 persen, cabai merah 0,49 persen, cabai rawit 0,45 persen, ikan segar 0,41 persen, dan rokok kretek filter 0,31 persen.

Disusul Kota Sumenep sebesar 5,51 persen, Kota Merauke 5,25 persen, Kota Luwuk 4,59 persen, Kota Singaraja 4,47 persen, dan Kotabaru 3,85 persen. Sedangkan, inflasi terendah terjadi di Kota Jayapura sebesar 1,82 persen.

Baca juga artikel terkait INFLASI 2023 atau tulisan lainnya dari Faesal Mubarok

tirto.id - Flash news
Reporter: Faesal Mubarok
Penulis: Faesal Mubarok
Editor: Intan Umbari Prihatin