Marvel akan Cabut Komik X-Men Gold & Displinkan Ardian Syaf

Reporter: Maya Saputri, tirto.id - 11 Apr 2017 15:54 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Marvel mengatakan akan mencabut karya edisi pertama komik X-Men Gold yang memuat pesan kontroversial aksi 212 dan mengambil tindakan pendisiplinan terhadap komikus yang terlibat dalam pembuatan ilustrasi komik tersebut, Ardian Syaf.
tirto.id - Marvel mengatakan akan mencabut karya edisi pertama komik X-Men Gold yang memuat pesan kontroversial aksi 212 dan mengambil tindakan pendisiplinan terhadap komikus yang terlibat dalam pembuatan ilustrasi komik tersebut, Ardian Syaf.

Hal itu dilakukan Marvel setelah para pembaca Indonesia protes di Reddit dan di berbagai media sosial soal pesan anti-Kristen dan anti-Yahudi di beberapa halaman komik.

"Karya akan dicabut dari percetakan berikutnya, versi digital, dan perdagangan paperback serta aksi disiplin akan dilakukan,” dikatakan Marvel, seperti diberitakan dari Antara.

Marvel tak menyebut langkah disipliner apa yang akan diterapkan kepada Syaf, seniman paruh waktu yang sudah menggambar untuk Marvel dan perusahaan lain sejak 2007.

Juru bicara Marvel, Jeff Klein, menolak menjawab pertanyaan soal hubungan perusahaan dengan Syaf.

Pesan-pesan yang membuat marah para pembaca Indonesia merujuk gesekan politik antara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang mencalonkan kembali tahun ini.

Beberapa gambar dalam komik merujuk kepada penentang Ahok yang disebut New York Times sebagai kelompok garis keras. Sebagian lainnya tidak banyak berhubungan dengan politik Indonesia dan lebih soal anti-Yahudi, dikatakan para kritikus.

Komikus yang menyisipkan pesan-pesan dalam komik adalah Ardian Syaf, seorang warga negara Indonesia.

Kegaduhan itu makin merunyamkan Marvel yang baru-baru ini dikritik setelah salah satu eksekutifnya menyalahkan kemerosotan penjualan karena pembaca meremehkan karakter perempuan dan non kulit putih.

Marvel sangat terkejut oleh adanya referensi intoleransi agama yang muncul pada halaman X-Men Gold. Perusahaan itu mengatakan karya itu "disisipkan tanpa mengetahui makna simbol-simbol tersebut."

"Hal itu tidak mencerminkan pandangan dari penulis, editor atau siapa pun di Marvel dan dalam oposisi langsung inklusif Marvel Comics dan tujuan X-Men diciptakan," kata Marvel.

Marvel menyebut Syaf dalam bahan promosi untuk X-Men Gold sebelum diluncurkan minggu lalu dan sebuah wawancara yang diterbitkan Marvel.com bulan lalu di mana Syaf mengatakan bekerja di Marvel adalah "mimpi yang jadi kenyataan."

New York Times mengatakan Syaf tidak membalas email untuk menjawab masalah ini namun dia sempat menjawab kontroversi itu dalam akun Facebook yang kini sudah dihapus.

"Saya tak benci Kristen atau Yahudi," tulisnya di Facebook.

Dalam panel komik itu, Colossus, salah seorang karakter X-Men mengenakan kaos "QS 5:51".

Pembaca Indonesia menyebut simbol itu merujuk Alquran yang digunakan penentang Ahok untuk melawan kegubernaran kembali Ahok.

Pada panel lain, lambang "212" muncul di muka sebuah toko. Pembaca Indonesia mengenalinya sebagai protes besar yang digelar Desember tahun lalu.

Komik juga memunculkan pemimpin X-Men, pahlawan wanita Yahudi yang disebut Kitty Pryde. Dia digambarkan berdiri di depan toko perhiasan sehingga huruf J-E-W tampak mencolok di atas kepalanya.

Baca juga artikel terkait KOMIK MARVEL atau tulisan menarik lainnya Maya Saputri
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Maya Saputri
Penulis: Maya Saputri
Editor: Maya Saputri

DarkLight