Menuju konten utama

Makin Banyak Pembelot Korea Utara Menyelinap ke Thailand

Setiap tahunnya, ratusan orang Korea Utara melarikan diri ke Cina dan sampai ke Thailand setelah menempuh perjalanan darat.

Makin Banyak Pembelot Korea Utara Menyelinap ke Thailand
Tentara Korea Utara memerhatikan bagian selatan saat petugas Komando PBB berkunjung setelah upacara peringatan 64 tahun gencatan senjata Korea di desa gencatan senjara Panmunjom di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang membagi dua Korea, Kamis (27/7). ANTARA FOTO/REUTERS/Jung Yeon-Je

tirto.id - Jumlah orang Korea Utara yang menyelinap masuk secara ilegal ke Thailand telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Pejabat biro imigrasi setempat menyebut kondisi ini disebabkan ketegangan yang meningkat di Semenanjung Korea terkait program senjata Pyongyang.

Thailand berada dalam rute transit populer untuk warga Korea Utara yang membelot dari negara komunis miskin itu. Setiap tahunnya, ratusan orang Korea Utara melarikan diri ke Cina dan sampai ke Thailand setelah menempuh perjalanan darat, yang mana dari situ mereka biasanya akan menuju Korea Selatan.

Pada 2016, ada 535 pendatang Korea Utara di Thailand, sementara di enam bulan pertama tahun ini terdapat 385 pendatang, menurut data dari biro imigrasi Thailand yang dilansir Reuters, Selasa (1/8/2017) waktu setempat, dan lebih banyak lagi yang masuk setiap minggunya.

"Rata-rata 20 sampai 30 warga Korea Utara tiba setiap minggu sekarang, di Thailand utara saja," kata seorang petugas imigrasi.

Lonjakan jumlah pembelot ini ini tetap terjadi meski ada kontrol ketat oleh Korea Utara di perbatasannya dengan Cina. Kondisi ini bertepatan dengan meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea karena Pyongyang meningkatkan uji coba nuklir dan rudal, yang kemudian disusul dengan peringatan Amerika Serikat bahwa mereka kehilangan kesabaran dengan negara yang terisolasi tersebut.

Baca juga:

Rudal Antarbenua Korut Bisa Jangkau AS, Kim Jong Un Puas

AS Luncurkan Pesawat Pembom B-1B Balas Uji Coba Rudal Korut

Namun, Aliansi Warga untuk Hak Asasi Manusia Korea Utara, sebuah LSM yang berbasis di Seoul, mengatakan bahwa jumlah pembelot Korea Utara yang datang ke Korea Selatan tidak meningkat tahun ini, menyiratkan bahwa mereka yang datang melalui Thailand dapat menghasilkan proporsi yang lebih tinggi dari jumlah keseluruhan .

Kementerian Unifikasi Korea Selatan mengatakan 593 pembelot Korea Utara telah tiba di Korea Selatan dalam enam bulan pertama, sementara ada 1.418 pada tahun lalu dan 1.275 pada tahun 2015.

Sebagian besar warga Korea Utara memasuki Thailand di ujung paling utara, di dekat Segitiga Emas, dari negara tetangga Laos, kata pejabat imigrasi Thailand. Namun, rute baru juga telah muncul ke selatan.

"Kami telah melihat banyak warga Korea Utara memasuki negara tersebut di beberapa provinsi di timur laut di sepanjang Sungai Mekong dalam beberapa tahun terakhir," kata Kapten Chonlathai Rattanaruang, seorang komandan patroli Angkatan Laut Mekong.

Petugas lain mengkonfirmasi tren tersebut. Dia mengatakan bahwa kelompok-kelompok Korea Utara telah memasuki Thailand melalui provinsi-provinsi timur laut yang berbatasan dengan Laos termasuk Nong Khai dan Nakhon Phanom, di mana Mekong membentuk perbatasan internasional.

Terkait lonjakan pendatang ini, Thailand secara resmi memperlakukan warga Korea Utara yang masuk negara tersebut sebagai migran ilegal daripada pengungsi.

Thailand belum menandatangani Konvensi Jenewa 1951 tentang Pengungsi dan tidak memiliki undang-undang khusus tentang pengungsi.

Secara tidak resmi, pengaturan sering dilakukan antara pemerintah Thailand, pemerintah Korea Selatan, dan pembelot di lapangan.

"Korea Utara datang ke Thailand untuk ditangkap sehingga mereka akan mendapatkan suaka ke Korea Selatan," kata Roongroj Tannawut, seorang pejabat distrik di distrik Chiang Khong dekat Segitiga Emas.

Pembelot Korea Utara yang memasuki Thailand ditangkap dan diadili karena masuk secara ilegal. Mereka kemudian dipindahkan ke pusat penahanan imigrasi di Bangkok sebelum dideportasi, biasanya ke Korea Selatan.

"Karena konstitusi Korea Selatan mengakui semua warga Korea sebagai warganya, adalah mungkin bagi Thailand untuk mengakui Korea Selatan sebagai tujuan yang sah untuk mendeportasi orang Korea Utara," Phil Robertson, wakil direktur Divisi Asia Human Rights Watch.

Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi jarang memproses pembelot Korea Utara di Thailand karena pengaturan antara Thailand dan Korea Selatan.

"Orang-orang yang melarikan diri dari Korea Utara biasanya tidak mendekati kantor UNHCR (Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi) karena mereka memiliki cara lain untuk mencari keselamatan," Vivian Tan, juru bicara UNHCR Asia kepada Reuters.

Baca juga artikel terkait KOREA UTARA atau tulisan lainnya dari Yuliana Ratnasari

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Yuliana Ratnasari
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari