Menuju konten utama

Lintasi Kuota Internet dengan Paket Data Tanpa Batas

Dalam sebulan, rata-rata orang Indonesia setidaknya memerlukan data lebih dari 6,4GB

Lintasi Kuota Internet dengan Paket Data Tanpa Batas
Ilustrasi Pengguna Media Sosial. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Walter Isaacson, penulis The Innovators: Kisah para Peretas, Genius, dan Maniak yang Melahirkan Revolusi Digital (2015), mengatakan pada mulanya pertumbuhan internet dan komputer pribadi (PC) sama sekali tidak berkaitan, meski keduanya sama-sama muncul pada 1970-an.

“Salah satu sebabnya ialah perbedaan pola pikir mendasar antara orang-orang yang suka merajut jaringan dan orang-orang yang kegirangan karena mempunyai komputer pribadi. Lain dari kaum utopis di Community Memory yang gemar menciptakan komunitas virtual, banyak pecinta awal PC yang hanya ingin bersenang-senang dengan mesin masing-masing,” tulisnya.

Sebab lainnya: sang penyedia jaringan, ARPANET, memang tidak membuka jaringan untuk umum. Pada 1981, persoalan tersebut hendak diatasi oleh Lawrance Landweber dari Universitas Wisconsin. Dia menghimpun konsorsium perguruan tinggi yang tidak terhubung dengan ARPANET untuk menciptakan jaringan lain berbasis protokol TCP/IP, yang dinamai CSNET. Namun, orang-orang masih kesulitan bergabung karena harus terafiliasi dengan kampus atau lembaga riset tertentu.

Setelah lebih dari 15 tahun, kira-kira pada pengujung 1980-an, barulah pertumbuhan internet dan ledakan jumlah komputer pribadi berjalan seiring. Kala itu, orang awam sekalipun bisa menghubungkan komputer rumah dan kantornya ke jaringan internet lewat telepon.

“Inilah awal baru Revolusi Digital... di mana komputer melengkapi kecerdasan manusia dengan cara memfasilitasi kreativitas personal dan kolaborasi,” kata Isaacson.

Kini, sekitar tiga dekade sejak batu pertama Revolusi Digital diletakkan, internet telah tumbuh begitu besar. Badan Statistik Amerika Serikat menyebut jumlah penduduk dunia pada Januari 2018 mencapai 7,53 miliar jiwa dan lebih dari setengahnya menggunakan internet. Hasil survei Wearesocial dan Hootsuit menyatakan 53% penduduk dunia (sekitar 4,02 miliar jiwa) merupakan pengguna aktif internet. Sedangkan 3,72 miliar jiwa atau 49% dari total populasi, aktif mengakses internet secara mobile.

Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia (APJII) menyatakan jumlah pengguna internet di negeri ini pada 2017 sebanyak 143,26 juta dan sebagian besarnya ialah penduduk dalam rentang usia 13-18 tahun. “Penetrasi penggunaan internet pada anak muda tinggi, mencapai 75,50%,” kata Sekretaris Jenderal APJII Henri Kasyfi Soemartono. Sebagai gambaran, penduduk Indonesia tahun lalu tercatat berjumlah 262 juta jiwa.

Seiring meningkatnya jumlah pengguna, terlebih di kalangan muda yang dikenal gandrung teknologi, layanan internet yang prima dan tanpa batas menjadi semacam kebutuhan pokok, meski sukar dipenuhi. Data Statista menyebut generasi milenial menghabiskan 223 menit alias 3,7 jam sehari untuk online menggunakan perangkat mobile. Dan secara umum, rata-rata orang Indonesia setidaknya memerlukan data lebih dari 6,4GB setiap bulan. Di titik inilah produk mutakhir Smartfren tampil sebagai solusi. Dengan layanan #GoUnlimited, berselancar di internet jadi bebas hambatan.

Infografik Advertorial Internet Sans Frontieres

Teruji dari Tahun ke Tahun

Pertengahan September tahun ini, Smartfren mengeluarkan Kartu Perdana Super 4G Unlimited dan Voucher Data Super 4G Unlimited. Dengan harga terjangkau, kartu perdana tersebut memberikan kuota internet tanpa batas kepada pelanggannya: unlimited di semua aplikasi, unlimited tanpa batasan waktu, full 4G 24 jam, dan dapat digunakan pada semua ponsel pintar.

Adapun Voucher Data Super 4G Unlimited, dengan masa aktif selama 30 hari, tersedia di galeri Smartfren dan berbagai gerai. Produk Unlimited ini juga memiliki keunggulan dengan bonus telepon ke semua operator selama 10 menit dan gratis telepon ke sesama pengguna Smartfren.

Bicara soal layanan 4G, Smartfren punya rekam jejak istimewa. Pada 2015, perusahaan ini meluncurkan layanan 4G LTE Advanced komersial pertama di Indonesia. Kemudian Smartfren kembali mencetak sejarah dengan menjadi perusahaan telekomunikasi pertama di Indonesia yang menyediakan layanan Voice over LTE (VoLTE) secara komersial.

Tahun lalu, perusahaan milik Grup Sinarmas ini mengukuhkan posisinya sebagai penyedia layanan operator 4G terdepan: satu-satunya operator dengan operasi jaringan full 4G. Dengan cakupan jaringan yang luas dan mampu melayani 70% populasi yang tersebar di pulau pulau utama Indonesia, wajar bila Smartfren didaulat menjadi Official Telco Partner untuk jenama-jenama ponsel pintar global.

(JEDA)

Penulis: Tim Media Servis