STOP PRESS! Jadi Saksi di Sidang E-KTP Hari Ini, Setnov Sibuk Acara HUT Golkar

Legenda Sepakbola George Weah Unggul di Pilpres Liberia

Legenda Sepakbola George Weah Unggul di Pilpres Liberia
George Weah, pemain terbaik dunia tahun 1995, menjadi anggota parlemen Liberia dan kini mencalonkan diri sebagai presiden. FOTO/www.ynaija.com
13 Oktober, 2017 dibaca normal 1 menit
Mantan Pemain Terbaik FIFA Dunia George Weah ini terdepan dalam pemilihan presiden Liberia, walaupun sebagian besar suara belum dihitung.
tirto.id - Hasil sementara pemilihan presiden (pilpres) Liberia menunjukkan mantan bintang sepakbola George Weah telah memimpin dengan perolehan suara lebih tinggi.

Angka dari Komisi Pemilihan Nasional (NEC) menempatkan mantan Pemain Terbaik FIFA Dunia ini terdepan di 11 dari 15 kabupaten, walaupun sebagian besar suara belum dihitung.

Saingan utamanya, Wakil Presiden Joseph Boakai, memimpin di satu wilayah dan menempati posisi kedua.

Kandidat membutuhkan lebih dari 50% suara untuk meraih kemenangan. Jika tidak ada yang mencapai itu, putaran kedua akan diadakan pada November mendatang.

Pilpres Liberia dihelat untuk memilih penerus Ellen Johnson Sirleaf, presiden wanita terpilih pertama di Afrika sekaligus peraih Nobel Perdamaian.

Saat hasil penghitungan suara masuk, manajer klub sepakbola Arsenal, Arsene Wenger, sempat tertipu oleh laporan palsu yang isinya memenangkan Weah. Padahal hasil akhir penghitungan belum diumumkan.

"Saya ingin mengucapkan selamat kepada salah satu mantan pemain saya, yang menjadi presiden Liberia," kata Wenger sebagaimana dikutip BBC.

"Tidak jarang Anda memiliki mantan pemain yang menjadi presiden sebuah negara. Begitu bagusnya, Georgie.

Ketua NEC Jerome Korkoya menyerang laporan palsu itu dan mengatakan bahwa pejabatnya melakukan yang terbaik untuk mendapatkan hasil resmi yang akurat secepat mungkin.

"Komisi ini [NEC] belum mengumumkan pemenangnya," tegasnya.

Pemantau pemilu internasional mengatakan bahwa mereka tidak mengidentifikasi adanya masalah dalam pemilihan itu.

Namun, pihak yang mendukung tiga dari 20 kandidat tersebut dikalim memiliki dugaan penyimpangan. NEC mengatakan bahwa mereka akan mengikuti hasilnya, demikian lapor Reuters.

Ellen Johnson Sirleaf (78) yang mengundurkan diri setelah menjalani dua masa jabatan, memuji pemilihan tersebut sebagai sebuah keberhasilan.

"Kami percaya bahwa semua orang Liberia siap untuk proses ini. Saya berterima kasih atas partisipasi mereka dalam proses ini," tuturnya.

Liberia, yang didirikan oleh budak AS yang dibebaskan pada abad ke-19, belum memiliki kelancaran transfer kekuasaan dalam 73 tahun.

Sirleaf mulai menjabat pada tahun 2006, setelah pendahulunya, Charles Taylor, dipaksa keluar dari jabatan oleh pemberontak pada tahun 2003, dan mengakhiri perang sipil di Liberia yang panjang.

Taylor saat ini menjalani hukuman penjara 50 tahun di Inggris karena kejahatan perang terkait dengan konflik di negara tetangga Sierra Leone.

Weah (51) telah memilih mantan istri Taylor, Jewel Howard Taylor sebagai wakil presidennya.





Baca juga artikel terkait PEMAIN SEPAKBOLA atau tulisan menarik lainnya Yuliana Ratnasari
(tirto.id - rat/rat)

Keyword