tirto.id - Perum Bulog mencatatkan serapan beras sebesar 4,11 juta ton sampai awal Oktober 2026. Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan angka ini melampaui target awal sebesar 4 juta ton dan merupakan capaian tertinggi sepanjang sejarah berdirinya Bulog. Dari serapan tersebut, total stok beras yang dimiliki Bulog mencapai 4,5 juta ton.
"Ini adalah langkah upaya kami sebagai langkah antisipasi karena di awal tahun lalu, kami sudah mendapat informasi akan adanya El-Nino, akan adanya paceklik ke depan. Oleh karena itu, kami diperintahkan untuk menyerap secepatnya," kata Ahmad dalam Konferensi Pers Capaian Pengadaan 4 Juta Beras, pada Jumat (9/10/2026).
Tingginya stok beras milik Bulog juga diproyeksikan untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pangan murah bagi kelompok masyarakat bawah. Ahmad menjamin, di tengah musim paceklik sekalipun, pemerintah tetap memiliki cadangan cukup guna menyalurkan bantuan pangan.
Ahmad menjelaskan, sasaran utama penyaluran bantuan pangan adalah kelompok masyarakat desil 1-4. Ia memaparkan, hingga akhir September, Bulog telah merealisasikan 98 persen atau 967.512 ton bantuan pangan kepada kelompok masyarakat yang disasar.
"Di saat El Nino dan musim paceklik, pemerintah masih bisa unggul memberikan bantuan pangan kepada rakyatnya, khususnya kepada masyarakat yang masuk dalam desil 1-4," tegas Ahmad.
Selain itu, Bulog juga mengambil langkah dukungan distribusi untuk memenuhi permintaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Ahmad menjelaskan, keputusan diambil sesuai dengan instruksi presiden dan hasil rapat koordinasi terbatas (Rakortas) di Kementerian Koordinator Pangan (Kemenkopangan) yang meminta BUMN mendukung penyediaan stok barang koperasi.
Ahmad memaparkan, kebijakan distribusi kepada KDMP berbeda dengan ke para pengecer di pasar reguler. Ia menegaskan, Bulog tidak akan membatasi pesanan seperti ke pengecer yang maksimal memesan dua ton besar.
"Oh enggak, di KDMP tidak dibatasi. Yang dibatasi itu yang di pasar-pasar SP2KP. Kalau teman-teman pengecer itu maksimal sekali pesan dua ton. Tapi kalau KDKMP kita tidak batasi," imbuhnya.
Bulog juga memberikan fasilitas kelonggaran pembayaran bagi koperasi tersebut dengan sistem konsinyasi maksimal selama 30 hari.
"Dan Bulog memberikan keringanan, yaitu berupa konsinyasi pembayarannya 30 hari. Jadi beras Bulog nanti akan berada di KDMP semaksimal mungkin. Dan kami akan lebih senang kalau banyak KDMP ya berarti tempat penjualan kami lebih banyak," ucap Ahmad.
Penulis: Mukhtar Abdullah
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































