tirto.id - Mobil pengangkut makan bergizi gratis (MBG) menabrak puluhan siswa dan seorang guru di SDN Kalibaru 01 Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (11/12/2025) pagi. Akibat kejadian ini, puluhan korban dilarikan ke rumah sakit. Tidak ada korban jiwa dari insiden tersebut.
Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, mengatakan para korban yang tak lain merupakan siswa dan guru, telah tertangani di rumah sakit.
“Data per 09.45 WIB, jumlah korban yang rawat jalan di RSUD Cillincing 16 orang, rujuk ke RS Koja lima orang,” jelas Chico, dikutip dari ANTARA.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memerintahkan agar 2 RS yang menangani korban tersebut memberikan penanganan maksimal. Pramono menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menanggung penuh biaya perawatan dan kesehatan korban.
"Tadi saya sudah menyampaikan kepada dua Direktur RSUD, termasuk kemudian juga kepada Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, biaya sepenuhnya ditanggung Pemerintah DKI Jakarta," kata Pramono dilansir dari ANTARA.
Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol, Erick Frendiz, mengatakan sejumlah siswa dan guru yang tertabrak tersebut mengalami cedera. Ia meminta masyarakat tetap tenang dan memercayakan penanganan kepada pihak terkait.
"Insiden itu menyebabkan sejumlah siswa serta seorang guru mengalami cedera dan harus mendapatkan perawatan medis," ungkap Erick, dilansir dari ANTARA.
Usai kejadian itu, Polda Metro Jaya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh tim Traffic Accident Analysis (TAA) atau analisis kecelakaan lalu lintas Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) setempat. Pemeriksaan terhadap pengemudi dan kernet juga dilakukan.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan bakal melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kejadian tersebut. Selain itu, BGN juga menyatakan, bakal menanggung biaya perawatan korban.
"Secara internal BGN melakukan evaluasi internal untuk mencegah terulangnya peristiwa. Kejadian tersebut tidak menghambat operasional dan pelayanan MBG," tutur Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya.
Kronologi dan Penyebab Insiden Mobil MBG Tabrak Siswa & Guru
(Trigger Warning) tulisan ini mengandung unsur yang triggering atau memicu trauma.
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol, Erick Frendiz, mengatakan, insiden mobil MBG tabrak siswa dan guru di SDN Kalibaru 01 Cilincing terjadi pukul 06.39 WIB. Saat kejadian, siswa dan guru sedang melaksanakan kegiatan literasi pagi di lapangan sekolah.
"Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.39 WIB, saat para siswa sedang mengikuti kegiatan literasi pagi di lapangan sekolah," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendiz di Jakarta, Kamis, dilansir dari ANTARA.
Kendaraan pengangkut MBG milik swasta ini diketahui bernomor polisi B-2093-UIU. Mobil minibus tersebut masuk dan merangsek ke area halaman sekolah. Mobil minibus itu bahkan menabrak pagar sekolah dan sejumlah siswa serta guru yang sedang berada di lokasi tersebut.
Kapolsek Cilincing, Jakarta Utara, AKP Bobi Subasri, mengatakan, pengemudi minibus MBG tersebut ialah AI ditemani seorang kernet MRR. Disebutnya, AI merupakan sopir pengganti lantaran pengemudi utama sedang mengalami sakit. Ini bukan kali pertama AI mengemudikan mobil MBG.
“Pengemudi ini sudah dua kali membawa mobil untuk mengirimkan Makan Bergizi Gratis,” ujar Bobi, dikutip dari ANTARA.
Dari keterangan sementara, disebutnya insiden ini terjadi karena sopir mengira bahwa pedal gas dalam yang ia injak merupakan rem. .
“Dia injak pedal gas dalam, dan dia mengira yang diinjak adalah rem. Ini keterangan sementara karena kami masih melakukan olah TKP,” terang Bobi.
Untuk penyebab lebih lanjut, polisi akan meminta keterangan sejumlah saksi lain, termasuk guru atau orang lain di sekitar lokasi kejadian. Sampai berita ini ditulis, polisi menyebut baru 2 orang yang dimintai keterangan, yakni sopir dan kernet mobil. Olah TKP juga dilakukan atas insiden tersebut.
"Pasti, guru dan saksi lain pasti dimintai keterangan, tapi kita melihat situasinya saat ini, yang paling utama adalah bagaimana memulihkan para korban terlebih dahulu, baik secara medis maupun psikis," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, dikutip dari ANTARA.
Polisi menegaskan akan mengusut kasus ini secara menyeluruh, termasuk apabila ditemukan unsur pidana, dan proses hukum akan dilanjutkan sesuai aturan.
BGN mendukung proses investigasi atas kejadian ini. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan terhadap prosedur pengangkutan MBK, termasuk ihwal keselamatan dari pengemudi hingga kendaraan yang digunakan. BGN juga memastikan, proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan. BGN mengonfirmasi bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait, berada di bawah Yayasan Darul Esti.
"Kami memastikan seluruh proses hukum berjalan sesuai ketentuan. BGN akan memperketat standar pengawasan, termasuk verifikasi sopir, penyedia armada, serta kedisiplinan implementasi standar operasional prosedur di lapangan," kata Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang, dikutip dari ANTARA.
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id































