Menuju konten utama
Sidang Kasus Pembunuhan Yosua

Kronologi Penembakan Yosua Versi Ferdy Sambo dalam Persidangan

Dari kursi terdakwa, Richard Eliezer tampak menggelengkan kepala saat Ferdy Sambo melontarkan kalimat tersebut.

Kronologi Penembakan Yosua Versi Ferdy Sambo dalam Persidangan
Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), Ferdy Sambo memasuki ruangan untuk menjalani sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (1/11/2022). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.

tirto.id - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menghadirkan Ferdy Sambo untuk memberikan kesaksian dalam persidangan perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat pada Rabu (7/12/2022). Sambo bersaksi untuk terdakwa Richard Eliezer, Kuat Ma'ruf, dan Ricky Rizal.

Dalam kesaksiannya, Sambo menceritakan proses terbunuhnya Yosua di rumah dinas eks Kepala Divisi Propam Mabes Polri itu yang terletak di Kompleks Polri Duren Tiga.

“Saya kemudian berhadapan dengan Yosua, saya sampaikan kepada Yosua, 'kenapa kamu tega sama ibu?' Jawaban Yosua tidak seperti yang saya harapkan, dia malah menanya balik 'ada apa komandan?'" kata Sambo dalam persidangan.

“Saya kemudian, saya lupa, tidak bisa mengingat lagi, saya bilang kamu kurang ajar. Lalu saya perintahkan Richard hajar Chad," lanjut Sambo.

“Bagaimana cara kamu memerintahkan Richard?" tanya hakim.

“’Kamu hajar Chad', kemudian ditembaklah Yosua sampai roboh. Itu kejadian cepat sekali," kata Sambo.

Dari kursi terdakwa, Richard Eliezer tampak menggelengkan kepala saat Ferdy Sambo melontarkan kalimat tersebut.

“Saya kaget, kemudian saya sampaikan 'setop berhenti'. Begitu melihat Yosua jatuh berumuran darah, kemudian saya panik, saya tidak tahu bagaimana harus menyelesaikan penembakan ini," kata Sambo.

"Terus?" kata hakim.

"Kemudian saya berpikir dengan memungkinkan, yang paling memungkinkan peristiwa ini adalah (diceritakan sebagai) tembak menembak, yang mulia," kata Sambo.

Untuk mendukung skenarionya tersebut, Sambo kemudian menembak ke arah dinding menggunakan senjata milik Yosua.

“Akhirnya kemudian ada senjata Yosua di pinggang (Yosua), saya kemudian mengambil dan mengarahkan tembakan ke dinding. Kemudian saya mengambil tangan Yosua, menggengamkan senjata dan menembakkan ke lemari atas. Kemudian saya membawa senjata Yosua menggunakan masker, lalu saya letakkan di samping Yosua," katanya.

Saat bercerita, Sambo tak menyebut bahwa dirinya juga turut melakukan penembakan kepada Yosua. Hal ini kontras dengan kesaksian Eliezer yang menyebut bahwa Sambo sempat menembak Yosua saat Yosua telah tersungkur.

“Setelah almarhum jatuh, Pak FS (Ferdy Sambo) langsung maju. Saya lihat beliau langsung kokang senjata, dia sempat nembak ke arah almarhum," ujar Eliezer dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu, 30 November 2022.

"Berapa kali FS menembak?" tanya hakim.

"Saya tidak ingat, yang mulia," jawab Eliezer.

Baca juga artikel terkait SIDANG PEMBUNUHAN YOSUA atau tulisan lainnya dari Fatimatuz Zahra

tirto.id - Hukum
Reporter: Fatimatuz Zahra
Penulis: Fatimatuz Zahra
Editor: Abdul Aziz