tirto.id - Kecelakaan maut di Jalan Pantura Indramayu, Jawa Barat terjadi pada Minggu (12/7/2026). Sebanyak 13 orang rombongan pengantar pengantin dilaporkan tewas karenanya. Bagaimana kronologi insiden itu?
Kecelakaan terjadi di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu. Keterangan pihak Polres Indramayu menyebut bahwa kecelakaan ini melibatkan tiga kendaraan, yakni mobil pikap bernomor polisi E 8559 RB, serta dua truk bernomor polisi B 9260 TEV dan E 8846 BA.
Sementara itu, seluruh korban jiwa dalam insiden ini diidentifikasi sebagai bagian dari rombongan pengantar pengantin. Rombongan itu semula hendak pulang ke Desa Cempeh, Kecamatan Lelea setelah selesai mengantar pengantin di Kecamatan Kandanghaur.
Pihak Polres Indramayu menyatakan, dari 13 korban jiwa, tiga di antaranya meninggal di tempat kejadian, empat yang lain di Rumah Sakit Mitra Plumbon Widasari, dan enam sisanya meninggal di Rumah Sakit Bhayangkara Losarang. Selain mereka, ada lima korban selamat, namun kini dalam keadaan luka-luka.
Korban tewas berada di bak mobil terbuka. Saat terjadi benturan, para korban sempat terlempar ke udara.
Kronologi Kecelakaan Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura
Seturut kronologi yang disampaikan Ketua RT 13 Blok Cemeti, Desa Cempeh, kecelakaan terjadi ketika rombongan pengantar pengantin sedang dalam perjalanan pulang. Rombongan itu diantar dengan mobil pikap yang dikemudikan oleh sopir bernama Warkidi.

Mobil rombongan kemudian memilih pulang lewat Jalur Pantura Indramayu pada Minggu siang. Semula perjalanan itu berjalan lancar. Hingga akhirnya mobil sampai di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Indramayu Ipda Masnan menyebut bahwa kecelakaan terjadi pada momen mobil pikap sampai Desa Kiajaran. Menurut keterangan saksi yang dihimpun polisi, mobil pikap yang ditumpangi rombongan itu kemudian berhenti untuk memutar balik.
Akan tetapi, nahas, mobil pikap tertabrak truk ketika melakukannya. Saksi menyebut truk wing box menabrak mobil pikap tersebut dari belakang, membuatnya terpental.
“Menurut saksi, kendaraan pikap Grand Max dikemudikan saudara Warkidi datang dari arah Jakarta menuju Cirebon ketika berhenti di lajur kanan, kemudian tertabrak belakang dengan depan kendaraan truk Hino wing box,” tutur Masnan, dikutip Antara News, Minggu (12/7/2026).
Tragedi terjadi ketika mobil pikap yang digunakan rombongan pengantar pengantin itu terdorong akibat tabrakan dengan truk wing box. Benturan itu mendorong mobil pikap ke jalur truk dari arah berlawanan.
“Kemudian kendaraan pikap terdorong ke depan tertabrak oleh kendaraan truk los bak Hino BA yang datang dari arah berlawanan,” ujar Masnan.
Belasan penumpang pikap kemudian terpental ke jalan raya. Tiga orang tewas di tempat, sementara korban yang lain segera dievakuasi warga sekitar dan petugas kepolisian.
Korban kemudian segera dibawa ke RS Mitra Plumbon Widasari dan RS Bhayangkara Losarang. Namun, banyak dari mereka menderita luka berat, terutama di bagian kepala.
Pada Minggu malam, empat korban yang dirawat di RS Mitra Plumbon dinyatakan meninggal dunia. Begitu pula enam korban yang dirawat di RS Bhayangkara.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id
































