Kriteria Pasien COVID-19 yang Bisa Dirawat di RS Wisma Atlet

Oleh: Andrian Pratama Taher - 26 Maret 2020
Tidak semua pasien COVID-19 bisa dirawat di Wisma Atlet.
tirto.id - Rumah sakit darurat Corona COVID-19 Wisma Atlet, Jakarta, hanya menangani pasien dengan sejumlah kriteria. Salah satunya adalah mereka yang pernah kontak dengan pasien positif.

Per Rabu (25/3/2020), sudah ada 790 pasien positif COVID-19 di Indonesia. Angkanya melonjak hingga 105 kasus dalam satu hari. Jumlah pasien sembuh 31 orang, sementara yang meninggal 58 orang.

Selain itu, Pangdam Jaya Mayjen Eko Margiyono mengatakan yang juga dilayani adalah mereka yang pernah menghubungi call center 119, dibuka sejak 6 Maret.

Kriteria lain adalah soal kategori pasien. Mereka yang dilayani di Wisma Atlet hanya yang dikategorikan sakit ringan sampai sedang.

"Bagaimana yang kondisinya berat? Maka dari rumah sakit darurat akan dirujuk ke rumah sakit rujukan, apakah ke RSPI Sulianti Saroso, RSUP Persahabatan," kata Eko di BNPB, Jakarta, Kamis (26/3/2020).

"Lalau ada pasien apabila meskipun ringan tapi membawa komplikasi lain, itu akan kami rujuk karena RS ini tidak didesain untuk menangani penyakit lain," Eko menambahkan.

Pasien yang diterima pun dibatasi umurnya. RS Darurat Wisma Atlet hanya menerima pasien dengan umur minimal 15. "Jadi untuk anak-anak, kami tidak akan menerima," kata Eko.

Sebelumnya Wisma Atlet juga memberi syarat pasien harus berasal dari Jabodetabek, namun ketentuan tersebut berubah."Kenyataannya di hari pertama ada pasien datang dari Surabaya, ada yang datang dari Semarang," kata Eko.

RS darurat Wisma Atlet hanya beroperasi di dua tower, yakni tower 7 dengan kapasitas 1700 orang dan tower 6 sebanyak 1600 orang.

RS Darurat Wisma Atlet baru bisa menampung sekitar 3000 pasien. Namun tidak menutup kemungkinan akan bertambah. "Kalau skenarionya semakin bertambah buruk, bisa kita gunakan tower 4 dan 5," kata Eko.


Baca juga artikel terkait WISMA ATLET atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Rio Apinino
DarkLight