Menuju konten utama
Dampak Bibit Siklon Seroja

Kota Kupang Hampir Lumpuh: Listrik Mati, Akses Jalan Terhambat

Kota Kupang, NTT hampir lumpuh akibat terputusnya saluran komunikasi, listrik dan akses jalan terhambat sebagai dampak bibit Siklon Seroja.

Kota Kupang Hampir Lumpuh: Listrik Mati, Akses Jalan Terhambat
Banjir Bandang Kupang. foto/Agusto Bunga, warga Kota Kupang.

tirto.id - Telekomunikasi dan listrik di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin (5/4/2021) masih mengalami gangguan akibat cuaca ekstrem dampak dari Siklon Seroja.

Sejumlah pohon tumbang memutuskan kabel listrik dan menyebabkan akses transportasi ke luar kota lumpuh.

Kepala Biro Perum LKBN Antara NTT, Bernardus Tokan, melaporkan hubungan komunikasi diperkirakan paling bertahan satu sampai dua jam ke depan karena listrik padam sampai sekarang.

"Saat ini masih bisa menggunakan genset, tapi bahan bakarnya semakin menipis. Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tutup. Saya perkirakan satu sampai dua jam ke depan sudah sulit berkomunikasi," katanya.

Sebelumnya, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, sampai Senin pukul 11.45 WITA masih lumpuh karena banyaknya pepohonan di sejumlah ruas jalan tumbang setelah cuaca ekstrem melanda wilayah tersebut sejak Minggu (4/4/2021).

Sejumlah ruas jalan yang banyak tertutup pohon tumbang, antara lain, Jalan Piet A Tallo, Jalan Veteran, Jalan Veteran Kelapa Lima, dan Jalan L Karim.

Warga sampai sekarang masih berupaya memotong sejumlah pohon yang melintang di ruas jalan tersebut dengan menggunakan peralatan yang ada.

Saluran listrik sejak Minggu (4/4) pukul 14.30 WIB sampai sekarang masih padam demikian juga internet.

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) hampir semuanya tutup dan warga memilih untuk bertahan di rumah meski angin masih tetap kencang.

Ia menyebutkan Kota Kupang saat ini praktis nyaris lumpuh karena tidak ada aktivitas warga di luar rumah.

Dari pantauan, ada sejumlah rumah di Kota Kupang yang rusak akibat angin kencang tersebut. Namun, sampai sekarang belum diketahui informasi secara resmi dari pihak terkait mengenai kerusakan akibat bencana alam tersebut.

Baca juga artikel terkait BANJIR KUPANG

tirto.id - Sosial budaya
Sumber: Antara
Editor: Maya Saputri