tirto.id - Korps Lalu Lintas Polri (Korlantas Polri) akan menerapkan pembatasan operasional angkutan berat mulai H-8 Lebaran. Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Aries Syahbudin mengatakan, kebijakan tersebut merupakan salah satu rekayasa lalu lintas yang bertujuan untuk memperlancar arus mudik jelang libur Idulfitri 2026.
"Pembatasan angkutan berat di tol dan non tol akan diberlakukan pada H-8 lebaran, atau pada Jumat (13/3/2026) pukul 12.00 WIB," ujarnya saat dikonfirmasi reporter Tirto, Selasa (3/3/2026).
Aries menjelaskan, selain pembatasan angkutan berat, sejumlah rekayasa lalu lintas lain juga akan diterapkan. Skema contraflow akan diberlakukan pada H-4 hingga H+1 Lebaran, mulai dari Gerbang Tol (GT) Karawang Barat KM 47 hingga Tol Jakarta–Cikampek (Japek) KM 70. Sementara itu, skema one way akan diterapkan di Tol Japek KM 70 hingga GT Banyumanik KM 421 pada H-4 hingga H-1.
"Ganjil genap saat arus mudik akan diberlakukan di Tol Japek (KM 47) sampai GT Kalikangkung (KM 414) pada H-4 sampai H-1 lebaran. Di Tol GT Cikupa (KM 31) sampai Merak (KM 98) juga ganjil genap berlaku di waktu yang sama," ungkap Aries.
Untuk arus balik, kata Aries, skema one way akan diterapkan dari GT Banyumanik KM 421 hingga GT Japek KM 70 pada H+2 sampai H+9 Lebaran. Pada periode yang sama, contraflow juga akan diberlakukan dari GT Japek KM 70 hingga GT Karawang Barat KM 47.
Selain itu, contraflow juga akan diterapkan di ruas Tol Jagorawi arah Jakarta, tepatnya dari KM 21 hingga KM 8, pada H+3 dan H+8 Lebaran.
"Untuk ganjil genap di arus balik mudik, akan diberlakukan pada H+2 sampai H+8 di GT Kalikangkung (KM 414) sampai GT Japek (KM 47) dan Tol Merak (KM 98) sampai GT Cikupa (KM 31)," ucap Aries.
Sementara itu, Polri memprediksi puncak arus mudik dan balik Lebaran 2026 akan terbagi dalam dua gelombang. Puncak arus mudik gelombang pertama diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret, sedangkan gelombang kedua pada 18–19 Maret 2026.
"Karena ini kegiatan tersebut beririsan dengan libur Hari Raya Nyepi. Sedangkan puncak arus balik juga diprediksi, diperkirakan pada tanggal 25 sampai 26 Maret. Ini gelombang pertama dan gelombang kedua diperkirakan tanggal 28 sampai tanggal 29 Maret 2026," ujar Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dalam konferensi pers di PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).
Ia menambahkan, pada libur Idulfitri 1447 Hijriah tahun ini diperkirakan sebanyak 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan. Jumlah tersebut turun dibandingkan tahun 2025, yakni berkurang sekitar 2,57 juta orang atau setara 1,75 persen.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id


































