Menuju konten utama

Gibran Janji Keluarkan Indonesia dari Negara Middle Income Trap

Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka berjanji akan mengeluarkan Indonesia dari negara middle income trap atau negara yang terkena perangkap pendapatan menengah

Gibran Janji Keluarkan Indonesia dari Negara Middle Income Trap
Calon wakil presiden nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka menyampaikan Visi dan Misi serta Program Kerja di debat cawapres di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Jumat (22/12/2023). (Youtube/KPU RI)

tirto.id - Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka berjanji akan mengeluarkan Indonesia dari negara middle income trap atau negara yang terkena perangkap pendapatan menengah.

Hal itu disampaikan Gibran ketika menyampaikan pemaparan visi dan misi dalam debat perdana cawapres di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (22/12/2023).

"Indonesia ini negara besar kita harus mampu keluar dari middle income trap," kata Gibran dalam paparannya.

Kuncinya, jelas Gibran, harus mampu menaikkan nilai tambah di dalam negeri, yang saat ini tengah dalam gempuran resesi global akibat perang dagang konflik geopolitik.

"Rata-rata pertumbuhan ekonomi negara kita tetap resilient di rata-rata 5 persen," ucap Gibran.

Putra sulung Presiden Joko Widodo itu mengatakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas didukung dengan penurunan angka pengangguran, kemiskinan, penurunan angka gini rasio dan angka inflasi yang terkendali.

Kemudian, ia mengatakan agenda ke depan ialah harus melanjutkan hilirisasi. Bukan hanya hilirisasi tambang saja, kata Gibran, tetapi juga hilirisasi pertanian, perikanan, dan hilirisasi digital.

"Kita lanjutkan juga pemerataan pembangunan yang tidak lagi Jawa sentris. Kita genjot terus ekonomi kreatif dan juga umkm. Kita punya 64 juta UMKM yang menyumbangkan 61 persen untuk PDB kita," tutur Gibran.

Baca juga artikel terkait DEBAT CAWAPRES 2024 atau tulisan lainnya dari Maya Saputri

tirto.id - Politik
Reporter: Fransiskus Adryanto Pratama, Irfan Amin, Ayu Mumpuni, Muhammad Naufal & Andrian Pratama Taher
Penulis: Maya Saputri
Editor: Abdul Aziz, Bayu Septianto, Anggun P Situmorang & Intan Umbari Prihatin