Komnas HAM Duga Ada Salah Informasi Soal Aksi Massa di YLBHI

Oleh: Maya Saputri - 18 September 2017
Dibaca Normal 1 menit
Aksi massa pengepungan kantor LBH Jakarta (YLBHI) pada Minggu malam diduga terjadi karena kesimpangsiuran informasi.
tirto.id - Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Nur Kholis menduga adanya kesimpangsiuran informasi yang menyebabkan kericuhan di Gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta semalam (17/9/2017).

Kendati demikian, Nur Kholis mengaku masih perlu adanya pendalaman lebih lanjut terkait penyebab dari aksi massa tersebut.

“Semalam kita dihubungi terkait kondisi ratusan orang yang ada di dalam Gedung YLBHI. Kemudian ada pengepungan dari luar. Kita belum dapat laporan yang memadai sebenarnya,” ungkap Nur Kholis saat dihubungi Tirto via telepon pada Senin (18/9/2017) pagi.

Lebih lanjut, Nur Kholis mengaku kalau Komnas HAM telah menerima informasi terkait pengamanan oknum-oknum yang diduga sebagai provokator dalam aksi semalam. “Akan kita cek dulu, kondisinya seperti apa. Mudah-mudahan hari ini bisa kita cek semuanya,” ujar Nur Kholis.

Nur Kholis secara singkat menceritakan pengalamannya saat berada di tempat peristiwa semalam. Ia berada di luar Gedung YLBHI, karena sudah tidak dapat masuk.

“Saya sendiri nggak sempat masuk, tapi membantu proses negosiasi, kemudian kita juga membantu supaya kelompok bisa menahan diri,” ucap Nur Kholis.

Masih diungkapkan Nur Kholis, peran Komnas HAM sendiri dalam aksi kericuhan semalam adalah berupaya untuk meredam amukan massa.

“Kalau gambaran lengkapnya belum kita rinci. Karena semalam kita fokus untuk menemukan kedua belah pihak. Kita menjembatani, melakukan negosiasi sampai malam agar tidak adanya korban,” jelas Nur Kholis.

Oleh karena itu, Nur Kholis menyatakan dirinya belum mendapatkan data terkait pengepungan Gedung YLBHI. Akan tetapi, Nur Kholis memastikan kalau pada pukul 04.00 WIB, panitia dan para peserta aksi solidaritas “Asik Asik Aksi: Indonesia Darurat Demokrasi” telah berhasil dievakuasi.

“Beberapa orang dioper ke Komnas HAM untuk dievakuasi. Tadi sudah pada pulang, yang penting mereka aman sampai rumah masing-masing dulu hari ini,” kata Nur Kholis.

Saat proses evakuasi itulah, Nur Kholis mengatakan juga telah bertemu dengan Ketua YLBHI, Asfinawati.

“Kami fokus dulu pada keselamatan masyarakat yang terancam semalam,” ucap Nur Kholis.

Kadiv Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono menyatakan ada 22 orang yang ditangkap karena diduga menjadi provokator dalam kericuhan semalam.
"Mereka sedang menjalani proses pemeriksaan intensif di Mapolres Jakarta Pusat," kata Argo melalui pesan whatsapp, Senin (18/9/2017).
Namun, Argo enggan menyebutkan identitas dan latar belakang organisasi 22 orang tersebut. "Nanti tunggu hasil pemeriksaan," kata dia.

Aksi pengepungan Gedung YLBHI pada Minggu (17/9) malam membuat sekitar 120 orang dievakuasi. Beberapa orang sudah dipulangkan, sisanya saat ini masih ada sekitar 56 orang masih berada di Komnas HAM. Berdasarkan pantauan Tirto di lokasi kejadian, para peserta aksi solidaritas baru berhasil keluar gedung mulai pukul 02.52 WIB.

Mereka yang tertahan di dalam gedung tidak bisa keluar area kantor YLBHI karena massa telah mengepung sejak sekitar pukul 22.00 WIB.

Sebenarnya selama acara “Asik Asik Aksi: Indonesia Darurat Demokrasi” berlangsung, situasi relatif aman. Akan tetapi saat acara hampir selesai, sejumlah orang mulai mendatangi Gedung YLBHI sembari meneriakkan ujaran-ujaran seperti, “Ganyang PKI!”, “Bahaya PKI,” dan “G30S itu kejam!”

Baca juga artikel terkait PEMBUBARAN SEMINAR 1965 atau tulisan menarik lainnya Maya Saputri
(tirto.id - Politik)

Reporter: Andrian Pratama Taher & Damianus Andreas
Penulis: Maya Saputri
Editor: Maya Saputri