Kisah Lain Demo Mahasiswa Jogja Gejayan Memanggil: Dosen Ikut Orasi

Oleh: Nur Hidayah Perwitasari - 24 September 2019
Dibaca Normal 1 menit
Saat aksi Gejayan Memanggil tak hanya diikuti oleh mahasiswa, beberapa dosen juga ikut dalam aksi tersebut dan menjadi salah satu orator.
tirto.id - Elemen mahasiswa, pekerja, dan masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Bergerak kemarin menggelar aksi yang berjalan damai dengan tagar Gejayan Memanggil di Yogyakarta, Senin (23/9/2019).

Dalam aksi tersebut ternyata ada yang berbeda. Dari sekian banyak orator beberapa di antaranya adalah dosen dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang ikut serta menyuarakan aspirasi bersama mahasiswanya.

Salah satunya adalah Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (IP UMY), David Effendi. David saat dihubungi redaksi Tirto.id mengatakan ia juga memindahkan ruang belajar atau kuliah mahasiswanya ke aksi Gejayan Memanggil.

David melakukan orasi dan menyampaikan “kuliah lapangan” dengan toa di hadapan mahasiswa UMY yang ikut aksi Gejayan Memanggil. Hal ini menurutnya sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap gerakan Gejayan Memanggil serta perlawanan atas kekerasan dan ketidakadilan yang saat ini terjadi di Indonesia.

“Janji kuliah di Gejayan saya bayar dengan tuntas. Keadilan adalah harga mahal yang harus dibayar untuk pertaruhan bangsa. Kita semua ikut membayar dengan kuliah di jalanan meninggalkan kampus. Kalau sering kuliah di jalanan ini SKS-nya sepanjang hidup dan dijamin sehat jiwa raga,” ujar David.

David menganggap aksi Gejayan Memanggil sebagai cara berpolitik yang menyenangkan bagi mahasiswa milennial.

“Menurut saya ini aksi sangat nyantai, ala kadarnya dan aksi ngobrol duduk-duduk beli jajan sambil membiarkan yang orasi menyampaikan aspirasinya. Seperti berkerumun dan ini cara berpolitik yang asik dan segar ala mahasiswa milenial,” ujar David.

Selain David, dosen UMY lain yang ikut dan menjadi salah satu orator aksi Gejayan Memanggil adalah Bachtiar Dwi Kurniawan. Bachtiar, Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (IP UMY) ini ikut turun ke jalan bersama mahasiswanya untuk memberi dukungan pada gerakan Gejayan Memanggil sekaligus menyuarakan aspirasinya terkait kondisi Indonesia saat ini.

“Dalam orasi saya tetap menyemangati mahasiswa agar tetap tertib saat menyuarakan aspirasi, selain itu saya juga menyuarakan tentang masalah yang saat ini sedang terjadi,” kata Bachtiar.

Bachtiar juga mengatakan ia mendukung aksi Gejayan Memanggil dan meminta jangan terlalu curiga dengan mahasiswa yang melakukan aksi tersebut.

“Saya sangat mendukung karena aksi ini terkait masalah publik, kepentingan bersama. Kenapa mahasiswa harus dilarang, mereka kan agent of change. Jangan terlalu curiga sama mahasiswa, mereka terdidik, tidak merusak negara,” ujar Bachtiar saat dihubungi redaksi Tirto.id.

Bachtiar menambahkan, selain ikut mendukung mahasiswa melakukan aksi Gejayan Memanggil, alasan lainnya ikut hadir dalam aksi itu juga untuk memastikan bahwa aspirasi yang dibawa mahasiswanya tidak disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab.

“Saya punya beban moral, saya tidak ingin aspirasi anak-anak saya diboncengi oleh pihak tidak bertanggung jawab. Saya juga memastikan bahwa kuliah lapangan ini berjalan baik, anak-anak tanggung jawab dan memunguti sampah sisa aksi mereka,” ujar Bachtiar.



Baca juga artikel terkait AKSI GEJAYAN atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Politik)

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Yantina Debora
DarkLight