18 Juni 618

Kisah Kaisar Gaozu Membangun Dinasti Tang di Tiongkok

Kontributor: Tyson Tirta - 18 Jun 2022 00:00 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Dinasti Tang didirikan Li Yuan setelah Dinasti Sui mengalami kekalahan dalam perang di Korea dan pemberontakan kaum tani di dalam negeri.
tirto.id - Dalam sejarah Cina kuno, Dinasti Tang dikenal sebagai salah satu tonggak penting yang membawa Cina menuju era kosmopolitan. Para peneliti sejarah bahkan menganggap era Dinasti Tang sebagai puncak perkembangan era Kekaisaran Cina, baik secara politik maupun kebudayaan. Di era ini, Kekaisaran Cina telah mencapai penguasaan wilayah terluas sebelum dikalahkan oleh Dinasti Qing.

Seperti dinasti lain yang berkuasa berabad-abad di berbagai belahan dunia, masa kekuasaan Dinasti Tang yang berlangsung selama nyaris tiga abad menjadi transformasi besar bagi rakyatnya. Artinya, keadaan ketika Dinasti Tang baru berdiri dan sesudah kejatuhannya merupakan dua dunia yang sangat berbeda. Dalam transformasi itu ada konsekuensi tertentu yang menjadi bekal bagi dinasti-dinasti lain yang muncul kemudian.

Di masa awalnya, Dinasti Tang juga mewarisi berbagai konsekuensi yang diwariskan dari Dinasti Sui, rezim yang berkuasa sebelumnya. Dimulai dari pemberontakan besar, konstelasi politik menjadi lebih kompleks ketika seorang gubernur yang juga ahli urusan perang mengangkat dirinya sendiri ke puncak kekuasaan sebagai kaisar. Masa kekaisaran gubernur bernama Li Yuan itu menjadi tanda dimulainya Dinasti Tang. Ketika menjadi kaisar, Li Yuan mengambil nama Gaozu.

Li Yuan yang berasal dari keluarga militer berada di posisi strategis kala itu. Saat pemberontakan melawan Dinasti Sui pecah, ia merupakan komandan garnisun di Taiyuan. Ia telah menjadi jenderal militer selama satu dekade penuh. Setelah berhasil memimpin pemberontakan, ia melakukan restrukturisasi dalam banyak hal kehidupan rakyat Tiongkok.

Keruntuhan Dinasti Sui diawali dengan pelbagai masalah pelik. Mulai berkuasa sejak tahun 581, mereka mengalami serangkaian kegagalan dalam berekspansi. Dimulai ketika ekspedisi ke tanah Korea untuk menyerang Kerajaan Goguryeo. Kala itu pasukan Cina salah strategi, mereka kehabisan perbekalan dan harus pulang dengan tangan hampa. Pada 611, melalui tepi lautan mereka kembali menyerang. Upaya itu pun digagalkan oleh badai besar.

Setahun kemudian mereka kembali menyerang Korea. Kali ini meski berhasil tiba di Korea, pasukan Cina dibantai habis dalam pertempuran di Sungai Salsu. Dari 300.000 pasukan, hanya sekitar 2.700 yang berhasil pulang kembali ke Cina. Rentetan kekalahan ini membuktikan bahwa angkatan perang mereka tidak cukup kuat dan kalah telak dalam hal strategi. Imbasnya, Kaisar Yang (pemimpin Dinasti Sui) dijadikan kambing hitam.

Di luar hal tersebut, Dinasti Sui juga harus menghadapi konflik di dalam negeri. Kaum tani melakukan pemberontakan yang meluas pada tahun 613 akibat runyamnya urusan perpajakan. Pemberontakan juga dipicu oleh reputasi buruk sang kaisar yang dikenal tidak bermoral dan gemar menghamburkan kekayaan. Situasi inilah yang kemudian membuat Li Yuan mengambil alih pemerintahan.


Intrik Politik Li Yuan

Li Yuan adalah keponakan istri Kaisar Yang. Pada tahun 615, ia memimpin operasi militer di daerah Hedong. Setahun kemudian ia menjadi gubernur di kota Taiyuan. Di sinilah ia mengumpulkan dukungan rakyat. Li Yuan bahkan sempat membangun hubungan baik dengan orang-orang Gokturk, komunitas masyarakat nomaden yang mendominasi Jalur Sutra.

Li Yuan terus menggalang dukungan di provinsi-provinsi Cina yang masih mengakui kekuasaan Kaisar Yang. Ia bahkan sempat mengangkat Kaisar Gong sebagai kaisar boneka untuk menandingi kaisar Yang. Pada 11 April 618, Kaisar Gong dibunuh oleh jenderalnya. Li Yuan pun sigap mengambil kesempatan itu dengan mendeklarasikan diri sebagai kaisar yang resmi.

Ia kemudian mendirikan Dinasti Tang dan bergelar Kaisar Gaozu pada 18 Juni 618, tepat hari ini 1404 tahun silam. Bersamaan dengan itu, anak-anaknya mendapatkan gelar dan posisi penting dalam kekaisaran. Di masa awal pemerintahannya, fokus utama Kaisar Gaozu adalah menaklukkan wilayah-wilayah lain untuk menyatukan seluruh Cina di bawah dinasti barunya. Selain itu, sektor perdagangan menjadi perhatian utamanya untuk membangun kehidupan ekonomi rakyat.

Infografik Mozaik Masa Kejayaan Dinasti Tang
Infografik Mozaik Masa Kejayaan Dinasti Tang. tirto.id/Tino


Masalah pertama Dinasti Tang muncul saat terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh Xue Ju, pemimpin dinasti kecil di Tiongkok. Tapi keberuntungan masih berpihak pada Gaozu, karena Xue Ju meninggal tak lama setelah pertempuran dimulai. Pasukan pemberontak bisa diredam dengan mudah oleh Li Shimin, anak Kaisar Gaozu. Di bawah pimpinan Li Shimin, pasukan Tang berhasil mengatasi berbagai pertempuran di luar wilayah kekaisaran sehingga wilayah kekuasaan Dinasti Tang semakin luas.

“Pada masa awalnya, dinasti baru Li yuan hanya menguasai Guanzhong. Timur laut, dataran tengah, dan selatan masih diduduki oleh saingan utama yang memimpin ratusan ribu pasukan. Butuh waktu lima tahun sebelum pangeran Li Jiancheng dan Li Shimin berhasil mengalahkan penantang terakhir,” tulis Mark Edward Lewis dalam buku China’s Cosmopolitan Empire: The Tang Dinasty (2009:31)

Situasi politik akhirnya relatif aman pada tahun 624, sehingga kaisar bisa membubarkan sejumlah besar pasukannya dan mengatur ulang struktur militer menjadi 633 unit yang masing-masng unit terdiri terdiri dari 800 hingga 1.200 orang yang sebagian besar dipusatkan di Guanzhong. Kekuasaan Kaisar Gaozu berlangsung selama delapan tahun. Di akhir masa kekuasaannya, Kaisar Gaozu digantikan oleh anaknya, pangeran Li Shimin yang bergelar Kaisar Taizong. Dinasti Tang bertahan hingga awal Abad ke-10.

Baca juga artikel terkait DINASTI CINA KUNO atau tulisan menarik lainnya Tyson Tirta
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Tyson Tirta
Penulis: Tyson Tirta
Editor: Irfan Teguh Pribadi

DarkLight