Khofifah Pastikan Korban Kanjuruhan Dapat Santunan & Biaya Rawat

Reporter: Andrian Pratama Taher, tirto.id - 2 Okt 2022 11:55 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebutkan akan menanggung biaya perawatan korban luka dan santunan bagi korban meninggal di kericuhan Kanjuruhan.
tirto.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Kota Malang fokus pada pemberian pertolongan kesehatan. Ia mengaku, pemerintah akan memberikan santunan hingga membiayai pengobatan korban di rumah sakit tertentu.

"Penanganan di RS Saiful Anwar akan ditanggung oleh Pemprov Jawa Timur. Semua korban yang wafat dan luka berat akan mendapatkan santunan dari Pemprov Jatim," kata Khofifah yang dikutip Tirto atas seizin Gubernur Jatim ini dari akun Instagram resminya @khofifah.ip, Minggu (2/10/2022).

Khofifah menilai, kejadian tersebut harus menjadi pembelajaran dan pendewasaan bersama seluruh insan sepakbola Indonesia dalam menjunjung sportivitas dalam pertandingan.

"Jangan sampai kejadian ini terulang di kemudian hari," tegas Khofifah.

Khofifah, mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengucapkan keprihatinan dan bela sungkawa atas kejadian kericuhan pasca laga Arema lawan Persebaya. Ia berharap keluarga diberikan ketabahan akibat insiden tersebut.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada seluruh korban dan keluarga. Semoga amal ibadah seluruh korban diterima oleh Allah SWT dan keluarga korban diberikan ketabahan dan keikhlasan. Yang dirawat di rumah sakit semoga lekas sembuh. Amin YRA," tutup Khofifah.

Pertandingan BRI Liga 1 2022/2023 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan yang berakhir 2-3 untuk tim tamu berakhir ricuh. Ribuan suporter Arema FC turun ke lapangan meluapkan emosi karena timnya kalah.

Emosi tersebut menjadi tidak terkontrol hingga akhirnya menelan korban jiwa. Dalam keterangan yang dirilis Polda Jawa Timur per 09.43 WIB, ada 129 orang meninggal, 2 diantaranya anggota Polri dan 34 penonton meninggal di Stadion, kemudian yang lain meninggal di rumah sakit pada saat proses upaya pertolongan.

Sementara itu, sekitar 13 mobil rusak dalam kejadian tersebut, 10 di antaranya mobil dinas milik Polri, mobil patroli, mobil truk Brimob, mobil Patwal, mobil K9 dan juga ada mobil pribadi.

Selain itu, kerusuhan pasca pertandingan Arema melawan Persebaya berpotensi disoroti FIFA. Salah satu hal yang disorot adalah upaya penanganan huru-hara yang dilakukan aparat yang dinilai melanggar aturan pengamanan dan keamanan stadion FIFA pada poin 19b tentang pengaman di pinggir lapangan.

Presiden Jokowi sudah mengambil sikap atas kejadian yang menewaskan ratusan jiwa tersebut. Ia memerintahkan ada pemberian pengobatan kepada para korban. Jokowi juga menginstruksikan penghentian Liga 1 serta pengusutan atas kerusuhan tersebut.

"Khusus kepada Kapolri, saya minta melakukan investigasi dan mengusut tuntas kasus ini. Untuk itu, saya juga memerintahkan PSSI untuk menghentikan sementara Liga 1 sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan dilakukan," kata Jokowi dalam keterangan, Minggu (2/10/2022).


Baca juga artikel terkait KERICUHAN SUPORTER atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Maya Saputri

DarkLight