Khasiat Obat Herbal Ginkgo Biloba, Manfaat Beserta Dampaknya

Oleh: Dinda Silviana Dewi - 16 Januari 2020
Dibaca Normal 1 menit
Ginkgo biloba mengandung flavonoid dan terpenoid yang tinggi sebagai kandungan antioksidan yang membantu tubuh terlindung dari kerusakan sel oksidatif dari radikal bebas berbahaya.
tirto.id - Ginkgo Biloba merupakan salah satu tanaman obat herbal yang kerap dijadikan alternatif pengobatan. Ia merupakan salah satu spesies pohon tertua yang daunnya bisa dijadikan ekstrak.

Ia dikenal juga dengan sebutan pohon maidenhair yang dapat tumbuh lebih dari 130 kaki dan hidup selama lebih dari 1000 tahun. Bahkan. beberapa pohon ginkgo yang ada di Cina dikatakan berumur lebih dari 2500 tahun.

Dilansir dari Medical News Today, tanaman ini mengandung flavonoid dan terpenoid yang tinggi sebagai kandungan antioksidan. Hal ini membantu tubuh terlindung dari kerusakan sel oksidatif yang bersumber dari radikal bebas berbahaya.

Dalam penelitian yang dipublikasikan oleh NCBI, ekstrak daun ginkgo disebut memiliki efek neuroprotektif, antikanker, kardioprotektif, mengurangi stres, dan meningkatkan daya ingat serta kemungkinan efek pada tinitus, keluhan geriatri, dan gangguan kejiwaan.

Mekanisme tindakan terapi ekstrak daun ginkgo disarankan melalui antioksidan, antiplatelet, antihipoksik, antidemik, hemorheologis, dan aksi mikrosirkulasi, di mana konstituen flavonoid dan terpenoid dapat bekerja dengan cara yang saling melengkapi. Studi lain menunjukkan bahwa ekstrak daun Ginkgo relatif aman untuk dikonsumsi

Ekstrak ginkgo dapat dijadikan suplemen dan daun keringnya dapat pula diolah menjadi teh. Umumnya, tersedia sebagai obat dengan bentuk tablet, ekstrak, kapsul, atau teh. Orang dewasa dapat mengonsumsinya antara 120 dan 240 miligram sehari dalam dosis terbagi. Diperlukan waktu 4-8 minggu untuk melihat perbaikan menggunakan obat herbal ini.

Medical News Today menuliskan bahwa tanaman herbal ini dapat dikonsumsi untuk mengatasi penyakit yang berhubungan dengan ingatan, beberapa penyakit yang lain adalah sebagai berikut:

1. Dementia dan Alzheimer

Ada berbagai bukti bahwa Gingko dapat membantu penderita dementia, meski penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengonfimasi hal tersebut. Ginkgo diyakini dapat meningkatkan pemikiran dan daya ingat, perilaku sosial yang lebih baik, dan efektif secara klinis dalam mengobati demensia dan alzheimer.

Para peneliti percaya tanaman herbal ini dapat meningkatkan fungsi kognitif karena sirkulasi darah menuju otak menjadi lebih baik setelah mengonsumsi Ginkgo. Namun penelitian lain menunjukkan bahwa tanaman ini tidak meningkatkan daya ingat pada orang yang sehat.

2. Anxiety

Gejala kecemasan dapat diminimalisir dengan mengonsumsi ginkgo. Orang dengan gangguan kecemasan umum yang menggunakan ginkgo mengalami pengurangan kecemasan yang lebih baik daripada mereka yang menggunakan plasebo. Namun, orang yang menggunakan Xanax untuk kecemasan sebaiknya tidak menggunakan ginkgo, karena ginkgo dapat mengurangi efektivitas obat.

3. Glukoma

Sebuah penelitian yang dipublikasi di umms.org, melihat adanya perbaikan dalam penglihatan orang dengan glaukoma yang mengonsumsi 120 miligram gingko sehari selama 8 minggu. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa gingko dapat membantu orang dengan degenerasi makula untuk menjaga pandangan mereka lebih lama.

Anak-anak, wanita hamil atau menyusui, penderita epilepsi, dan penderita diabetes sebaiknya tidak mengonsumsi ginkgo sebelum berkonsultasi dengan dokter. Hal ini disebabkan oleh efek samping yang mungkin muncul akibat mengonsumsi ginkgo.

Mayo Clinic menulis ginkgo dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, palpitasi jantung, sakit perut, sembelit, reaksi alergi pada kulit. Tidak hanya itu, memakan mentah biji ginkgo atau dengan memanggangnya dapat berbahaya bagi tubuh karena sifatnya yang beracun.

Penderita epilepsi atau rentan terhadap kejang, sebaiknya hindari ginkgo. Sejumlah besar ginkgotoxin dapat menyebabkan kejang. Ginkgotoxin ditemukan dalam biji ginkgo dan, pada tingkat lebih rendah, daun ginkgo.

Jika Anda mengalami gangguan pendarahan atau sedang hamil, jangan mengonsumsi ginkgo. Suplemen dapat meningkatkan risiko pendarahan. Jika Anda berencana untuk menjalani operasi, berhentilah mengonsumsi ginkgo dua minggu sebelumnya.

Selain itu, mengonsumsi Ginkgo dapat meningkatkan kadar gula darah. Bagi penderita diabetes sebaiknya menghindari dan terus mencermati kadar gula darah dalam tubuh dengan cermat.


Baca juga artikel terkait GINKGOBILOBA atau tulisan menarik lainnya Dinda Silviana Dewi
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Dinda Silviana Dewi
Penulis: Dinda Silviana Dewi
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight