Ketua Satgas PEN Sebut Lesunya Ekonomi akibat Minim Kontak Fisik

Oleh: Andrian Pratama Taher - 29 Juli 2020
Dibaca Normal 1 menit
Ketua Satuan Tugas PEN Budi Gunadi Sadikin menilai krisis ekonomi kali ini terjadi karena minimnya kontak fisik sebagai akibat adanya pandemi COVID-19.
tirto.id - Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional (Satgas PEN) Budi Gunadi Sadikin menyebut permasalahan ekonomi di Indonesia saat ini karena berkurangnya kegiatan ekonomi akibat minimnya kontak fisik.

Dalam press briefing dari Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/7/2020), Budi mengatakan Ketua Komite PEN Airlangga Hartarto, Ketua Pelaksana PEN Erick Thohir dan Satgas Ekonomi sepakat kalau krisis saat ini berbeda dengan krisis 1998, 2008 maupun 2013.

Ia mengatakan krisis ekonomi kali ini terjadi bukan karena krisis keuangan, tetapi akibat krisis kesehatan. Untuk itulah, penanganan krisis kali ini harus berfokus kepada masalah kesehatan agar masyarakat bisa kembali beraktifitas dengan normal.

"Program kesehatan diperlukan agar masyarakat itu kembali menjadi memiliki rasa aman karena dengan masyarakat memiliki rasa aman mereka akan kembali ke luar kontak fisik akan terjadi dan aktivitas ekonomi akan berputar Kembali," kata Budi, Rabu (29/7/2020).

"Masyarakat tidak berani keluar, kontak fisik tidak terjadi sehingga kegiatan ekonomi juga berkurang drastis," imbuh Budi.

Budi menuturkan komunikasi secara digital yang digunakan saat ini tidak bisa memenuhi target aktivitas ekonomi seperti saat kontak fisik. Pemerintah pun harus turun tangan untuk menutupi masalah fiskal dalam ruang kosong tersebut.

Budi menyebut, ruang kosong fiskal tersebut bisa diperbaiki lebih cepat jika masyarakat kembali merasa aman. Cara membangun keamanan bisa dengan menerapkan protokol kesehatan lebih disiplin. Situasi perekonomian pun akan kembali normal bersamaan penerapan protokol kesehatan secara disiplin.

"Itu sebabnya memang kami harus benar-benar bekerja bersama-sama dengan sektor kesehatan dengan Pak Doni [Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo]," kata Budi.

Budi menuturkan Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional tidak akan bergerak di bidang pemulihan ekonomi jangka pendek, tetapi juga transformasi ekonomi secara fundamental. Budi pun memastikan pemerintah akan menggelontorkan uang triliunan rupiah untuk pemulihan ekonomi dan transformasi ekonomi di masa mendatang.

"Dalam masa pemulihan rasa aman ini di mana memang insentif ekonomi atau stimulus fiskal diperlukan agar rakyat tetap merasakan pertumbuhan dan juga walaupun mereka berkurang aktivitas kerjanya tetap mendapatkan ikannya cukup," kata Budi.


Baca juga artikel terkait DAMPAK EKONOMI VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Bayu Septianto
DarkLight