Ketahui Tahapan Kecanduan Rokok dan Tips untuk Berhenti

Penulis: Septiany Amanda, tirto.id - 8 Mar 2021 14:23 WIB | Diperbarui 9 Mar 2021 11:29 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Berikut ini siklus adiksi nikotin atau merokok dan bagaimana cara untuk berhenti.
tirto.id - Nikotin merupakan bahan kimia yang sangat adiktif yang ditemukan di tanaman tembakau.

Kecanduannya bersifat fisik, yang berarti pengguna yang terbiasa mendambakan bahan kimia, dan juga mental yang berarti pengguna secara sadar menginginkan efek nikotin.

Kecanduan nikotin juga bersifat perilaku. Orang menjadi tergantung pada tindakan terkait penggunaan tembakau.

Mereka juga menjadi terbiasa menggunakan tembakau dalam situasi tertentu, seperti setelah makan atau saat sedang stres.

Nikotin terutama dikonsumsi dengan menghirup asap rokok tembakau. Cara lain untuk menghisap tembakau termasuk pipa dan cerutu. Tembakau tanpa asap dihirup melalui hidung sebagai bedak atau disimpan di mulut.

Mengutip Healthline, nikotin menciptakan perasaan menyenangkan di tubuh dan pikiran. Saat pengguna menggunakan tembakau, otak melepaskan neurotransmitter seperti dopamin, zat kimia yang membuat merasa nyaman. Ini menciptakan perasaan puas dan senang singkat.

Merokok atau menggunakan produk tembakau lainnya menyebabkan kecanduan nikotin.

Berikut siklus adiksi nikotin yang membuat penggunanya sulit berhenti merokok sebagaimana dipaparkan dalam akun Instagram Direktorat P2PTM Kemenkes RI :

- Nikotin terserap dalam darah dan diteruskan ke otak;

- Reseptor α 4 β 2 yang menerima nikotin;

- Pelepasan Dopamin;

- Dopamin memberikan rasa nyaman;

- Zat Dopamin berkurang;

- Rasa nyaman hilang dan timbul keinginan untuk kembali merokok.

Siapa pun yang menggunakan tembakau berisiko mengalami kecanduan. Namun, penting mengetahui bahaya yang mengintai perokok aktif dan pasif sebagaimana dipaparkan dalam situs resmi Direktorat P2PTM Kemenkes RI bagian 1 dan 2 :

- Menyebabkan kerontokan rambut;

- Tulang lebih mudah patah;

- Merusak gigi dan menyebabkan bau mulut yang tidak sedap;

- Gangguan pada mata, seperti katarak;

- Kehilangan pendengaran lebih awal dibanding bukan perokok;

- Menyebabkan penyakit paru-paru kronis;

- Menyebabkan stroke dan serangan jantung;

- Menyebabkan kanker kulit;

- Menyebabkan kemandulan dan impotensi;

- Menyebabkan kanker rahim dan keguguran.

Ada banyak pilihan pengobatan untuk kecanduan nikotin, cara dan langkah serta tips untuk berhenti merokok sebagaimana dipaparkan dalam situs resmi Sehat Negeriku Kemenkes RI :

Tips dan Langkah Berhenti Merokok

Cara 1: Berhenti seketika

Hari ini Anda merokok besok Anda berhenti sama sekali. Untuk kebanyakan orang, cara ini paling berhasil

Cara 2: Mengurangi Secara Bertahap

Jumlah rokok yang dihisap setiap hari dikurangi secara berangsur-angsur dengan jumlah yang sama sampai 0 batang pada hari yang ditetapkan. Misalnya hari pertama berhenti merokok, menghabiskan 10 batang, hari ke-2 atau ke-3 turun jadi 8 batang, dan seterusnya.

Untuk cara ke-2 ini harus ditentukan pola penurunannya dan tanggal berapa berhenti merokok menjadi 0 batang. Tanggal itu harus diberitahukan pada keluarga, kerabat, atau teman agar mereka dapat membantu mengingatkan.

Tips Berhenti Merokok

- Motivasi, yakni bulatkan tekad untuk berhenti merokok;

- Berhenti merokok seketika atau total, atau melakukan pengurangan jumlah rokok yang dihisap secara bertahap;

- Kenali waktu dan situasi dimana Anda paling sering merokok;

- Tahan keinginan merokok dengan menundanya;

- Berolahraga secara teratur;

- Minta dukungan dari keluarga dan sahabat;

- Konsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Ketika sudah berhenti merokok, adapun sejumlah manfaat kesehatan yang akan didapatkan seperti :

- 20 menit berhenti merokok, tekanan darah, denyut jantung, dan aliran darah tepi membaik.

- 12 jam berhenti merokok, hampir semua nikotin dalam tubuh sudah dimetabolisme, tingkat CO di dalam darah menjadi normal.

- 24-48 jam berhenti merokok, nikotin mulai tereliminasi dari tubuh, fungsi pengecapan dan penciuman mulai membaik, serta sistem kardiovaskular meningkat baik.

- 5 hari berhenti merokok, sebagian besar metabolit dalam tubuh sudah hilang, fungsi perasa atau pengecap, dan pencium jauh lebih baik, sistem kardiovaskular terus meningkat baik.

- 2-6 minggu berhenti merokok, risiko infeksi pada luka setelah pembedahan berkurang secara bermakna, fungsi silia saluran napas dan fungsi paru membaik. Nafas pendek dan batuk-batuk berkurang.

- 1 tahun berhenti merokok, risiko penyakit jantung koroner menurun setengahnya dibandingkan dengan orang yang tetap merokok.

- 5 tahun berhenti merokok, risiko stroke menurun pada level yang sama seperti orang yang tidak pernah merokok.

- 10 tahun tidak merokok, risiko kanker paru berkurang setengahnya.

- 15 tahun berhenti merokok, semua penyebab mortalitas dan risiko penyakit jantung koroner menurun pada level yang sama seperti orang yang tidak pernah merokok. Tunggu apa lagi, berhenti merokok atau nyawa Anda yang dihentikan rokok.


Baca juga artikel terkait MEROKOK atau tulisan menarik lainnya Septiany Amanda
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Septiany Amanda
Editor: Yandri Daniel Damaledo

DarkLight