Ketahui Cara Mengobati Jamur Kuku Kaki yang Aman Pada Ibu Hamil

Oleh: Yonada Nancy - 25 November 2020
Dibaca Normal 2 menit
Gejala awal jamur kuku kaki biasanya berupa bintik-bintik putih, kuning atau guratan pada kuku.
tirto.id - Jamur kuku kaki merupakan kondisi yang umum terjadi pada banyak orang. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa prevalensi jamur kuku kaki adalah sekitar 23 persen dari populasi di Eropa, 20 persen di Asia Timur, dan 14 di Amerika Utara.

Gejala awal jamur kuku kaki biasanya berupa bintik-bintik putih, kuning atau guratan pada kuku.

Ketika infeksi berkembang kuku akan mulai menebal dan mengalami perubahan warna. Jamur kuku kaki yang semakin menebal dapat menyebabkan rasa sakit dan gatal serta retakan di sisi-sisi kuku.

Risiko jamur kuku


Menurut Mayo Clinic, jamur kuku kaki rentan dialami oleh orang-orang dengan kondisi berikut:
  • Orang berusia lanjut, karena semakin bertambah usia aliran darah semakin berkurang
  • Banyak berkeringat
  • Memiliki riwayat penyakit kaki atlet
  • Berjalan tanpa alas kaki di area umum yang lembab, seperti kolam renang, gym, dan kamar mandi
  • Memiliki cedera kulit atau kuku ringan atau kondisi kulit, seperti psoriasis
  • Mengidap diabetes, masalah sirkulasi, atau sistem kekebalan tubuh yang lemah


Berbahayakah obat jamur pada ibu hamil?


Jamur kuku kaki biasanya dapat diobati dengan obat-obatan anti fungal, baik dalam bentuk pil oral maupun salep. Namun, konsumsi obat-obatan anti jamur akan berbeda untuk ibu hamil.

Dilansir dari Baby Center, obat antijamur oral hanya boleh digunakan selama kehamilan jika manfaatnya lebih besar daripada risikonya. Beberapa jenis obat jamur mengandung zat yang berbahaya bagi ibu hamil, seperti griseofulvin dan fluconazole.

Griseofulvin dapat menyebabkan cacat lahir jika dikonsumsi pada trimester pertama. Sementara itu, pada studi yang diterbitkan oleh Canadian Medical Association Journal, obat jamur yang mengandung fluconazole dikaitkan dengan angka keguguran bayi sebesar 2 hingga 3 persen.

“Studi kami menunjukkan bahwa mengonsumsi flukonazol oral apa pun saat hamil dapat dikaitkan dengan kemungkinan keguguran yang lebih tinggi, meskipun risikonya tetap kecil,” kata Anick Bérard, ketua studi tersebut seperti yang dikutip dari Udem Nouvelles.

Infeksi jamur tetap perlu diobati agar tidak memburuk. Oleh karena itu, perlu adanya rekomendasi dari dokter menentukan obat jamur mana saja yang aman dikonsumsi oleh ibu hamil.

Pengobatan alternatif jamur kuku


Selain obat salep, obat-obatan alternatif dapat menjadi solusi jika ragu untuk mengonsumsi obat jamur selama masa kehamilan.

Berikut ini beberapa bahan-bahan rumahan yang dapat digunakan untuk mengatasi jamur kuku:

1. Minyak pohon teh

Dilansir dari Healthline, minyak pohon teh atau tea tree oil dinilai cukup efektif dalam mengobati jamur kuku kaki.

Hal ini karena minyak pohon teh mengandung antiseptik dan antijamur. Kandungan ini juga dapat ditemukan pada minyak kayu putih, minyak oregano, dan minyak zaitun. Untuk pengaplikasiannya, oleskan minyak langsung ke kuku yang terkena jamur dua kali sehari dengan kapas.

2. Cuka

Cuka adalah produk rumah tangga yang umum digunakan dalam masakan dan beberapa larutan pembersih rumah.

Dilansir dari Medical News Today, cuka cukup efektif dalam mengobati infeksi jamur kuku kaki meski belum terbukti secara klinis. Cara mengaplikasikannya adalah dengan menuangkan cuka ke dalam air dan rendam kaki di larutan tersebut.

3. Obat kumur

Sebuah studi menyebutkan obat kumur yang beredar di pasaran memiliki kandungan antibakteri dan anti jamur. Hal ini mengapa obat kumur dianggap cukup efektif dalam mengatasi infeksi jamur.

4. Baking soda

Sebuah studi sederhana mempelajari efek baking soda pada jamur penyebab infeksi, salah satunya jamur kuku kaki.

Penelitian tersebut menemukan bahwa baking soda dapat mencegah pertumbuhan jamur pada 79 persen spesimen yang diuji. Hal ini karena baking soda mampu menyerap kelembaban jamur kuku kuku kaki dan menghambat pertumbuhannya.


Baca juga artikel terkait JAMUR KUKU KAKI atau tulisan menarik lainnya Yonada Nancy
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Yonada Nancy
Penulis: Yonada Nancy
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight