tirto.id - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Yvonne Mewengkang, mengungkapkan bahwa kementeriannya memberi atensi serius pada tanggapan masyarakat atas pernyataan Menteri Luar Negeri Sugiono perihal sembilan warga negara Indonesia (WNI) relawan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang saat ini ditawan militer Israel.
"Jadi mungkin, mungkin kita memahami perhatian publik terhadap penggunaan-penggunaan istilah ini bener apa ini salah jadinya asumsinya ke mana-mana. Kita sangat memahami hal tersebut," kata Yvonne dalam konferensi pers di Kantor Kemlu, Kamis (21/5/2026).
Sebelumnya, Sugiono menyebut tindakan militer Israel terhadap jurnalis dan aktivis asal Indonesia bukan kategori kasus penculikan atau penyanderaan.
Menurut Sugiono, kapal-kapal misi GSF 2.0 tersebut diintersepsi karena Israel melarang kapal apa pun memasuki wilayah tersebut, termasuk untuk membawa bantuan kemanusiaan.
“Ini bukan kasus penculikan atau penyanderaan begitu ya. Ini kasus kapal yang membawa bantuan kemanusiaan di-intercept karena memang mereka melarang, Israel melarang, kapal apa pun masuk untuk wilayah tersebut untuk kepentingan apa pun,” kata Sugiono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026).
Yvonne menegaskan bahwa pernyataan Sugiono tersebut tak berarti mengurangi daya kerja dan intensi Kemlu dalam upaya pembebasan sembilaan WNI yang kini masih ditawan di Israel. Dirinya menyebut fokus dan prioritas Kemlu saat ini adalah bagaimana sembilan WNI tersebut bisa dibebaskan dalam keadaan sehat dan selamat.
"Tapi, memang kami perlu tekankan bahwa fokus pemerintah saat ini memastikan keselamatan teman-teman kita yang ada di sana," kata Yvonne.
Kemlu juga menyampaikan upaya komunikasi juga terus dilakukan dengan para WNI yang menjadi tawanan Israel. Diharapkan dalam waktu dekat seluruh WNI dapat dipulangkan dan kembali ke Indonesia.
"Kami mengupayakan selalu akses komunikasi dan juga tentu, sebagaimana saya sampaikan tadi, pemulangan secepat mungkin tanpa hambatan dan dalam kondisi yang aman," tegasnya.
Yvonne juga membantah narasi bahwa pernyataan Sugiono tersebut merupakan bentuk pembenaran atas sikap Israel. Dia menyatakan Pemerintah Indonesia dengan tegas mengutuk seluruh perbuatan Israel tersebut.
"Tidak pernah kami membenarkan, sebagaimana disampaikan tadi, penangkapan tersebut," terangnya.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id


































