Menuju konten utama

Kemiskinan Tantangan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Jumlah penduduk miskin Indonesia 2017 menurun dibanding tahun 2015. Kemiskinan tetap menjadi tantangan utama untuk dientaskan.

Kemiskinan Tantangan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Warga beraktivitas di pinggir rel kereta api kawasan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (24/3). Pemerintah berencana meningkatkan jumlah keluarga penerima manfaat pada Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai upaya untuk menurunkan angka kemiskinan sekitar 1,25%. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc/17.

tirto.id - Dalam pidato di depan Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Rabu (16/8) Presiden Joko Widodo mengklaim jumlah penduduk miskin di Indonesia turun. Meski begitu, kemiskinan tetap menjadi salah satu tantangan berat Indonesia.

Ia mengatakan, Indonesia dianggap mampu mengelola inflasi pada level rendah, terutama ketika periode Lebaran. Dampaknya, pemerintah mampu menekan tingkat kemiskinan, ketimpangan, dan mengurangi angka pengangguran.

“Hasilnya, tingkat kemiskinan di Indonesia turun, dari 28,59 juta orang pada Maret tahun 2015 menjadi 27,77 juta orang pada Maret tahun 2017,” katanya.

Jumlah tersebut sesuai dengan data jumlah penduduk miskin Indonesia dari Badan Pusat Statistik (BPS). BPS menyebut, per Maret 2015, jumlah penduduk miskin Indonesia mencapai 28,59 juta orang. Jumlah ini menurun pada September 2015 menjadi 28,51 juta orang.

Angka kemiskinan berangsur menurun, pada Maret 2016 menjadi 28,01 juta orang. Lalu pada September 2016 BPS mencatat jumlah penduduk miskin menjadi 27,76 juta orang. Meski di bulan Maret 2017 sedikit naik menjadi 27,77 juta jiwa.

Pada tahun ketiga kepemimpinannya, Presiden Jokowi menyatakan pemerintah akan lebih maksimal memeratakan ekonomi berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Ia menginginkan seluruh rakyat di pelosok Tanah Air, bisa merasakan manfaat pembangunan.

Meski saat ini, Indonesia masih harus berjuang menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Hal tersebut diperparah oleh ancaman gerakan ekstremisme, radikalisme, dan terorisme.

“Tantangan sekarang dan ke depan tidak ringan. Kita dihadapkan kemiskinan dan ketidakadilan," katanya.

Infografik Fact Check Pidato presiden

Baca juga artikel terkait KEMISKINAN atau tulisan lainnya dari Aditya Widya Putri

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Aditya Widya Putri
Penulis: Aditya Widya Putri
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti