Menuju konten utama

Keluarga Buka Suara Soal Sisi Kelam Alex dan Nasib Tragis Alvaro

Alex pun disebut Sayem sempat mengancam Arumi, ibu Alvaro, apabila ia tidak kunjung pulang ke tanah air.

Keluarga Buka Suara Soal Sisi Kelam Alex dan Nasib Tragis Alvaro
Suasana rumah duka Alvaro Kiano Nugroho (6), di kawasan Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Senin (24/11/2025). tirto.id/Naufal Majid

tirto.id - Tugimin (71), tetap terlihat tegar saat membicarakan mendiang cucunya, Alvaro Kiano Nugroho (6), yang telah ditemukan meninggal dunia di Jembatan Cilalay, Desa Singaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, setelah sempat hilang selama delapan bulan lamanya.

Sejak Senin (24/11/2025) pagi, Tugimin telah menerima puluhan tamu yang tak henti-henti datang ke rumahnya untuk mengucapkan belasungkawa atas kepergian sang cucu. Meskipun belum sempat beristirahat, senyum tetap merekah dari wajahnya, seakan memancarkan ketabahan.

Namun, pria yang tinggal di kawasan Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, itu sempat mengungkapkan kekecewaannya ketika membicarakan Alex Iskandar, ayah tiri sekaligus pelaku penculikan dan pembunuhan Alvaro.

Foto Alvaro

Foto Alvaro di kediamannya di Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin (17/11/2025). tirot.id/Irfan amin

Selama ini, Alex dikenal Tugimin sebagai sosok yang tenang dan sopan. Ia sungguh tak percaya, pria yang meminang putrinya, Arumi, pada 2023 silam itu, ternyata adalah dalang di balik hilangnya Alvaro.

“Tipikalnya kalem. Kalem bener, kalem bener. Kalem. Orangnya lugu. Enggak aneh-aneh. Tapi di balik itu, aduh, jahat bener,” kata Tugimin saat ditemui di rumahnya pada Senin siang.

Tugimin mengatakan, Alex selama ini tinggal di rumah pribadinya yang berlokasi di Tangerang, Banten. Ia memang tidak tinggal seatap dengan anak sambungnya, Alvaro. Meski begitu, Alex kerap berkunjung ke rumah Tugimin untuk mengajak main atau sekadar membelikan jajanan bagi Alvaro.

Alex rutin menemui Alvaro setiap pekan, meskipun istrinya, Arumi, berada di luar negeri untuk bekerja. Alex menemui Alvaro di tengah-tengah kesibukannya bekerja sebagai distributor minuman teh di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.

“Kalau ke sini baru jemput [Alvaro], main. Beli jajanan. Setelah beli jajanan, baru antar pulang lagi ke sini. Dia pulang langsung,” tutur Tugimin.

Selama tiga tahun pernikahan Alex dan Arumi, Tugimin juga tidak pernah mendengar adanya riwayat kekerasan yang dilakukan Alex terhadap istri maupun kedua anak sambungnya. Hal itu yang membuat Tugimin tidak menduga bahwa Alex akan berlaku kejam terhadap Alvaro.

Alex Ikut Bantu Proses Pencarian Alvaro

Tugimin mengungkapkan, pada Selasa, 4 Maret 2025, atau dua hari sebelum Alvaro ditemukan menghilang pada Kamis, 6 Maret 2025, Alex sempat berkunjung ke rumahnya di Bintaro dan bertemu dengan Alvaro.

Menurut penuturannya, Alex datang menemui Alvaro pada Selasa petang, menjelang waktu salat maghrib. Alex datang membawa mainan yang ia belikan untuk Alvaro. Namun, mainan yang dibelikan Alex itu pada akhirnya rusak karena tertabrak oleh kakak dari Alvaro.

“[Mainannya Alvaro] ditabrak sama kakaknya, jatuh, pecah. [Alvaro lalu] nangis, ngambek, minta ganti. Mau beli, malam kan enggak ada, gitu kan. Enggak ada, ngambek itu. Ngambek di tempat tidur itu kan, tidurannya di sofa itu. Ya kita bujuk sebisanya kita,” sebutnya.

Suasana Rumah Duka AlvaroKiano Nugroho

Situasi di rumah duka anak laki-laki bernama Alvaro Kiano Nugroho (6) yang hilang di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin (24/11/2025). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

Dua hari berselang, Alvaro pamit pergi ke masjid untuk menunaikan ibadah salat maghrib. Ternyata, momen itu menjadi terakhir kalinya Tugimin bertemu dengannya. Setelah berjam-jam tidak kunjung pulang ke rumah, Tugimin lantas melaporkan kehilangan Alvaro ke Alex.

Setelah menerima telepon dari Tugimin yang mengabarkan kehilangan Alvaro, Alex langsung bergegas menghampiri Tugimin di rumahnya. Ia tiba pada Kamis malam, sekira pukul 22.00 WIB. Pada pukul 23.00, Alex juga ikut mengantarkan Tugimin ke Polsek Pesanggrahan untuk membuat laporan kehilangan.

“Dia nganter ke saya ke Polsek untuk laporan anak, kehilangan anak. Namun dari Polsek itu kan belum bisa menerima laporan kehilangan anak kalau belum 1 kali 24 jam. Akhirnya kita tunda,” ucap Tugimin.

Sejak Alvaro menghilang, Tugimin sama sekali tidak menaruh curiga kepada Alex. Pasalnya, menantunya itu disebut terus membantu proses pencarian Alvaro. Alex pun tetap berlaku baik dan sopan kepada Tugimin.

“Prasangka saya baik aja, dengan keluarga saya juga. Karena kalau datang juga cium tangan, salaman, cium tangan, mengucapkan assalamualaikum juga, seperti itu. Sopan,” ujarnya.

Tugimin menduga, Alex tega menculik lalu membunuh Alvaro karena sering merasa cemburu dengan Arumi. Dari informasi yang ia peroleh, Alex kerap merasa cemburu dan curiga terhadap Arumi, terutama ketika panggilan teleponnya tidak diangkat.

Selain itu, Tugimin menyebut, Alex juga menyimpan dendam terhadap Arumi. Sejak awal Arumi memutuskan untuk bekerja di luar negeri, Alex disebut sempat melarang istrinya itu untuk berangkat. Hal itu yang menjadi dugaan awal mengapa Alex menculik salah satu anak kandung dari Arumi, yakni Alvaro.

“Cemburu sama istrinya, kalau telepon gak diangkat, dianggapnya istrinya selingkuh, main sama laki-laki lain. Akhirnya timbulnya dendam. Dan waktu itu gak boleh kerja ke luar [negeri], tapi berangkat juga,” terangnya.

Alex Diketahui Bunuh Diri di Polres Jaksel

Sementara itu, nenek dari Alvaro, Sayem (53), mengaku pertama kali mendengar kabar meninggalnya sang cucu dari informasi yang diberikan oleh Kapolsek Pesanggrahan, AKP Seala Syah, pada Minggu (24/11/2025) sore kemarin.

Selain memberi tahu kabar meninggalnya Alvaro, Sayem juga dikabarkan bahwa Alex sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penculikan dan pembunuhan terhadap Alvaro.

nenek Alvaro Kiano Nugroho

Sayem (53), nenek dari Alvaro Kiano Nugroho (6), seorang anak di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, yang hilang sejak Maret 2025 lalu, memberikan keterangan pers kepada para wartawan di rumah duka yang berlokasi di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin (24/11/2025). tirto.id/Naufal Majid

Meski begitu, Seala menyampaikan kepada Sayem bahwa saat ini Alex juga sudah tidak bernyawa. Seala mengabarkan Sayem bahwa Alex sudah meninggal dunia akibat bunuh diri di Polres Jakarta Selatan, pada Minggu pagi.

“Sudah meninggal katanya Alvaro-nya. Terus tersangka juga tadi, jam 8 pagi itu, dia juga sudah bunuh diri. Saya langsung pingsan, saya enggak sadar deh,” kata Sayem bercerita kepada para wartawan di lokasi, Senin.

Berdasarkan informasi yang diterima oleh Sayem, Alex telah ditangkap oleh polisi sejak Rabu (19/11/2025). Namun, empat hari berselang, Alex meninggal karena bunuh diri.

Setelah mendapat kabar bahwa Alex telah meninggal dunia, Tugimin sempat dikirimi foto kuburan yang berada di Tangerang, di mana kuburan itu diduga menjadi tempat dikuburnya Alex. Namun, Tugimin belum bisa memastikan apakah itu benar-benar kuburan tempat Alex dikubur.

“Terus, Bapak [Tugimin] dikirim foto kuburan doang, gitu. Terus bapaknya, kakeknya, tuh ngomong, seharusnya saya gak dikasih fotonya aja dong, katanya,” sebut Sayem.

Sayem menyebut Tugimin sempat berencana untuk bertemu dengan Alex usai ia ditangkap oleh polisi. Namun, rencana itu urung terlaksana karena ia sudah terlanjur kesal dengan kelakuan menantunya itu.

“Sebenarnya bapaknya juga pengen nemuin, gitu. Cuman bapaknya udah, karena udah kesel, ya gak mau. Katanya pas masih hidupnya gitu,” jelasnya.

Jasad Alvaro Disebut Bangkai Anjing

Sayem mengungkapkan, Alex sempat meminta Arumi untuk pulang ke Indonesia dan meninggalkan pekerjaannya di luar negeri. Namun, permintaan itu ditolak oleh Arumi karena ia masih terikat kontrak kerja.

Apabila Arumi membatalkan kontraknya, maka ia diharuskan membayar denda kepada pihak perusahaan. Alex pun disebut Sayem sempat mengancam Arumi, apabila ia tidak kunjung pulang ke tanah air.

“Kontrak kan setahun, tinggal berapa bulan lagi. Belum waktunya pulang, sudah disuruh pulang. Anak saya gak mau, namanya kontrak belum habis. Udah gitu dia bilang gitu, ‘Ntar lihat saja risikonya kalau kamu gak pulang',” jelas Sayem.

Suasana rumah duka Alvaro Kiano Nugroho

Suasana rumah duka Alvaro Kiano Nugroho (6), di kawasan Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Senin (24/11/2025). tirto.id/Naufal Majid

Sayem pun tak menduga bahwa ancaman yang disampaikan Alex itu benar-benar terjadi dengan cara yang tragis. Ia pun menguraikan bagaimana Alex melakukan aksi kejinya, berdasarkan informasi yang ia terima.

Satu hari setelah Alvaro dijemput Alex dan dibawa pergi, anak enam tahun itu disebut terus menerus memanggil nama kakeknya. Hal itu diduga membuat Alex geram dan menyumpal mulut Alvaro dengan handuk. Alhasil, Alvaro meninggal dunia setelah mulutnya disumpal.

“Mungkin katanya Alex kesel, gitu. Terus dikekep pakai handuk mulutnya. Terus Alex sendiri ngomong kalau itu tuh gak sengaja, gitu,” ucapnya.

Setelah meninggal dunia, Alex lalu membawa jasad Alvaro ke rumah adiknya yang berada di Bogor. Alex lalu meminta adiknya untuk membawa jasad Alvaro, karena ia khawatir sidik jarinya sudah tertinggal di plastik. Adiknya itu lalu membawa plastik berisi jasad Alvaro untuk diikat pada sebuah pohon yang berada di pinggir sungai.

Saat jasad Alvaro yang telah dibungkus plastik dibawa, salah seorang tetangga sempat mencium bau tidak sedap dan bertanya barang apa yang dibawa oleh adik Alex. Adik Alex itu hanya berkata bahwa ia membawa bangkai anjing.

“Terus begitu paginya dibawa, katanya, ada yang ngomong tetangga, ‘Ini kok udah bau, apaan?’ katanya. ‘Ini mah bangkai anjing,’ katanya. Padahal itu Alvaro,” tutur Sayem.

Sayem mengatakan bahwa Arumi sempat memiliki firasat buruk atas kejadian yang menimpa Alvaro. Putrinya itu disebut sempat mengalami mimpi bahwa ada musibah banjir yang terjadi di rumahnya, tetapi hanya Alvaro yang hanyut.

Setelahnya, Arumi pun tidak mau lagi berkomunikasi dengan Alex dan sempat meminta untuk cerai. Akan tetapi, pihak keluarga masih tidak percaya bahwa Alex tega melakukan penculikan terhadap Alvaro.

“Bapaknya masih belain. Gak mungkin dong orang sebaik itu sampai ngambil anak kamu. ‘Beneran pak, aku diimpiin Alvaro nih, udah gak ada anak saya tuh.’ Tapi kakeknya ini gak percaya. Tetep bantuin dia aja,” sebutnya.

“Udah gak mau [komunikasi dengan Alex]. Udah minta cerai,” sambungnya.

Baca juga artikel terkait KASUS ALVARO ANAK HILANG atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - News Plus
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Farida Susanty