Menuju konten utama

Kelompok Kurdi Target Iran Selanjutnya, Serangan Darat Dimulai

Kelompok Kurdi menerima ajakan Amerika Serikat untuk menyerang pemerintah Iran. Teheran merespons dengan turut menjadikan mereka sasaran rudal.

Kelompok Kurdi Target Iran Selanjutnya, Serangan Darat Dimulai
Para pekerja membersihkan puing-puing di depan sebuah bangunan yang rusak akibat serangan Iran yang dilaporkan terjadi semalam di Tel Aviv pada 1 Maret 2026. (Photo by Ilia YEFIMOVICH / AFP)

tirto.id - Kelompok etnis Kurdi dilaporkan jadi salah satu target serangan Iran pada Kamis (5/3/2026) pagi. Hal ini terjadi setelah munculnya laporan Amerika Serikat (AS) yang tengah berupaya mempersenjatai kelompok etnis Kurdi.

Seturut Al Jazeera, militer Iran menyebut bahwa serangan pada Kamis pagi dilakukan dengan target berupa "kekuatan separatis anti-Iran".

Militer tak merinci lokasi spesifik serangan, namun kementerian intelijen Iran mengonfirmasi bahwa "kelompok separatis" itu diklaim berupaya masuk melalui perbatasan di Iran bagian barat.

Seturut laporan kantor berita milik pemerintah Iran, Teheran menyebut serangan dilakukan atas kerja sama dengan "bangsawan Kurdish" untuk menggagalkan rencana "Israel-Amerika".

Kelompok Kurdi Menyiapkan Pasukan Militer Darat

Serangan ini dilakukan Iran di tengah laporan bahwa AS tengah berupaya untuk menjalin kerja sama dengan kelompok bersenjata Kurdi di perbatasan Irak-Iran.

AS dilaporkan bersedia mempersenjatai kelompok Kurdi, selama kelompok etnis tersebut mau membantu AS menyerang Iran.

Menukil media Israel I24 News, seorang pejabat Koalisi Kekuatan Politik Kurdistan Iran (CPFIK), menyebut bahwa banyak faksi Kurdi menerima ajakan kerja sama AS.

"Sebagian besar partai bersenjata Kurdistan Timur [di Iran barat] siap bekerja dalam persatuan dan terbuka dengan Israel dan Amerika Serikat," kata pejabat CPFIK yang tak disebutkan namanya itu.

Menurut pejabat itu, kelompok Kurdi kini memiliki pasukan bersenjata dengan jumlah mencapai ribuan orang. Banyak di antara mereka merupakan milisi terlatih yang berperang melawan ISIS di Irak dan Suriah.

"Saat ini, ada beberapa ribu angkatan bersenjata terlatih di Kurdistan Timur yang siap dipersenjatai oleh Israel dan Amerika," tuturnya.

Sementara itu, pejabat itu menyebut bahwa beberapa kelompok bersenjata Kurdi telah mengambil posisi tempur di wilayah Iran sejak Senin (2/3). Kelompok bersenjata ini termasuk milisi yang terafiliasi dengan Partai Kehidupan Bebas Kurdistan (PJAK).

Kini, milisi Kurdi itu disebut telah berpindah ke posisi di sekitar pegunungan Mariwan di Iran bagian barat.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar