Kasus Listrik Mati, JJ Rizal Kesal Puluhan Ikan Koi Miliknya Mati

Oleh: Haris Prabowo - 5 Agustus 2019
Dibaca Normal 1 menit
Dengan kerugian yang dideritanya, Rizal menegaskan PT PLN Persero tidak cukup hanya meminta maaf saja, melainkan harus memberikan ganti rugi.
tirto.id - Sejarawan JJ Rizal mengaku kecewa atas insiden padamnya listrik di wilayah Jabodetabek. Akibatnya, kata dia, 43 ikan koi yang ia pelihara di dua kolam sejak enam tahun lalu ikut mati. Kekesalannya itu ia lampiaskan di Facebook dan Twitter.

"Koi saya mati karena listrik padam sehingga mesin sirkulasi air yang memungkinkan oksigen ada di kolam lenyap," kata Rizal saat dihubungi, Senin (5/8/2019).

Dengan kerugian yang dideritanya, Rizal menegaskan PT PLN Persero tidak cukup hanya meminta maaf saja, melainkan harus memberikan ganti rugi.

"Seharusnya yang pertama dinyatakan adalah mengacu pada peraturan hukum yang berlaku, ia menyatakan maaf lalu siap mengganti kerugian," katanya.

Tak hanya itu, Rizal juga meminta siapa pun pejabat negara yang ternyata lalai hingga menyebabkan kerugian bagi banyak orang, sebaiknya mundur dari jabatannya.

"Jika gagal bertugas yang bahkan mengakibatkan kerugian banyak orang moralnya adalah mundur dengan ikhlas," tegasnya.

Ia mengatakan pada Minggu (4/8/2019) lalu, rumahnya yang berada di wilayah Beji Timur, Depok, mengalami pemadaman listrik. Dirinya sempat mengira pemadaman ini hanya terjadi sebentar.


Namun, nyatanya listrik baru mengalir lagi di rumahnya sekitar Senin (5/8/2019) subuh. Menurut Rizal, dia juga sudah menyalakan aerator atau alat penyimpanan daya listrik. Hanya saja, alat itu hanya mampu bekerja selama enam jam saja.

"Sedangkan listriknya padam di rumah saya mulai sekitar hampir tengah hari. Selang enam jam setelahnya, ketika malam datang saya tengok koi yang berkumpul di sekitar gelembung udara susah berpencar karena gelembung udara sudah habis. Berapa sudah mengambang. Terutama yang ukuran 60 sampai 70 cm," katanya.

Rizal mengatakan ikan dengan ukuran tersebut memang butuh lebih banyak oksigen. Sehingga, dengan kondisi kolam yang tidak ada oksigen, seluruh ikan yang dipeliharanya pasti mati.

"Sekitar jam 01.30 WIB, saya mulai mencangkul tanah menggali lubang kubur buat koi-koi yang saya pelihara sejak masih berukuran 15 cm sampai membesar dengan variasi besaran 40 sampai 70 cm," katanya.

Rizal melanjutkan, karena kondisi gelap dan dibantu dengan cahaya lampu darurat, dia mengubur sebagian dari 43 ikan koi yang mati akibat kehabisan oksigen. Sedangkan sisanya, baru dikubur Rizal pada pagi hari.

"Sebagian saya simpan di kulkas kemudian pagi tadi saya gali lagi lubang kubur buat mereka," katanya.





Baca juga artikel terkait MATI LISTRIK atau tulisan menarik lainnya Haris Prabowo
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Haris Prabowo
Penulis: Haris Prabowo
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight