Karier Falim Saleh, CEO Ojol Gokada yang Tewas Dibunuh di New York

Oleh: Dinda Silviana Dewi - 18 Juli 2020
Dibaca Normal 1 menit
Falim Saleh adalah pendiri aplikasi ojek online Gokada dan Pathao.
tirto.id - Falim Saleh ditemukan tewas terbunuh dengan keadaan mayat terpotong-potong di kondominium mewah miliknya di Manhattan, New York pada Selasa (14/7/2020) waktu setempat dilansir Reuters. Pemeriksa medis kota New York menyampaikan bahwa terdapat banyak luka tusuk di leher dan dada pria berumur 33 tahun tersebut.

Ia dikenal sebagai sosok pengusaha muda yang merintis start-up ojek online popular di Nigeria dan Bangladesh, Gokada.

Media lokal melaporkan tubuhnya terbagi menjadi beberapa bagian dan dimasukkan ke dalam kantong plastik terpisah. Gergaji listrik dan bahan pembersih ditemukan berada di dekat mayat ayng diduga ditinggalkan oleh pelaku.

Rekaman dari kamera keamanan menunjukkan Saleh terakhir berada di lift gedung apartemen dengan seorang pria yang mengenakan setelan gelap, topeng, dan sarung tangan. Pria yang dicurigai sebagai tersangka tersebut kemudian mengikuti Saleh ke apartemen lantai tujuh, tempat ia tinggal dan ditemukan tewas.

“Kami di Gokada terkejut dan sedih mendengar bahwa Fahim Saleh, pendiri dan CEO kami, meninggal dalam keadaan tragis di New York awal pekan ini,” kata perusahaan tersebut menangapi kematian Saleh. Sementara itu, pejabat penegak hukum yang tidak disebutkan namanya melaporkan bahwa penyelidik berupaya untuk melihat apakah pembunuhan ini terkait dengan bisnisnya.

Fahim Saleh merupakan pria kelahiran Arab Saudi dari orang tua Bangladesh. Saleh tinggal bersama orang tuanya di Timur Tengah hingga kemudian mereka menetap di New York sebagai imigran. Di sinilah, ia mendapatkan pendidikannya. Mengutip Nairametrics, ketertarikannya pada teknologi diawali dengan kesukaannya bermain video gim.

Sebelum berusia 15 tahun, ia telah membuat situs web pertamanya bernama Salehfamily.com. Pada usia-usia selanjutnya, ia belajar otodidak tentang pengkodean dan mulai mengembangkan aplikasi.

Aplikasi pertamanya adalah teen-hangout.com, sebuah jejaring sosial yang menjadi cukup populer. Dari itu, ia mendapatkan beberapa uang yang mampu membantunya mengembahkan usaha.

Lulus dari Ilmu dan Teknik Komputer (CSE) Universitas Bentley di Waltham, Massachusetts, ia membuat aplikasi PrankDial yang digunakan untuk membuat panggilan telepon iseng.

Saleh menyadari sejak awal bahwa di kota-kota sibuk di dunia, para pekerja selalu tergesa-gesa untuk pergi bekerja. Ia pun memutuskan membuat sebuah sistem layanan transportasi yang dapat ditelepon. Inilah yang memicu minatnya untuk membuat sebuah aplikasi ojek online.

Pada tahun 2015, ia mendirikan Pathao bersama Hussain M Ellius dan Shifat Adnan. Hingga saat ini, Pathao disebut-sebut sebagai layanan ojek online terbesar di Dhaka, Bangladesh. Perusahaan tersebut juga merambah ke pengiriman logistic dan makanan, yang memiliki valuasi lebih dari 100 juta dolar AS.

Kesuksesan Pathao ini mendorong Saleh untuk mendirikan aplikasi serupa bernama Gokada. Aplikasi Gokada mulai beroperasi di Lagos, Nigeria, pada 2017 dan berhasil mengumpulkan setidaknya 5,3 juta dolar AS dalam modal ventura di bulan Juni 2019. Dengan jumlah ini, Saleh mengatakan, akan membantu perusahaan memperluas jaringannya, menawarkan barang dan jasa ke pengemudi.

Gokada terus berkembang secara luas di Nigeria. Perusahaan tersebut juga mengumpulkan keuntungan lebih banyak. Akan tetapi, perusahaan harus menelan pil pahit akibat pemerintah setempat yang melarang ojek beroperasi awal tahun ini dikutip dari BBC. Pemerintah setempat menilai ojek online telah menyebabkan kemacetan dan ketidakteraturan.

Hussein M Elius, salah satu orang yang ikut mendirikan Pathao bersama Saleh menyampaikan kepada media lokal Bangladesh: “Fahim percaya pada potensi teknologi untuk menyokong kehidupan di Bangladesh dan sekitarnya” dikutip dari BBC.

“Ia memperlihatkan potensi ini kepada kami ketika kami saling bertukar pikiran. Dia, akan tetap ada selamanya, sebagai seseorang yang menginsipirasi Pathao dan keseluruhan ekosistem kami,” lanjutnya.


Baca juga artikel terkait OJEK ONLINE atau tulisan menarik lainnya Dinda Silviana Dewi
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Dinda Silviana Dewi
Penulis: Dinda Silviana Dewi
Editor: Yantina Debora
DarkLight