Hari Buruh 2018

Kapolres Tangerang Kota Ajak Buruh Berorasi Tanpa SARA

Oleh: Yandri Daniel Damaledo - 1 Mei 2018
Kapolres Tangerang Kota Kombes Harry Kurniawan meminta lima orang buruh untuk berorasi tanpa SARA, sebagai bentuk edukasi dalam menyampaikan aspirasi.
tirto.id - Lima orang buruh peserta perayaan Hari Buruh di Alun-alun Ahmad Yani, Tangerang, ditantang oleh Kapolres Tangerang Kota Kombes Harry Kurniawan untuk berorasi.

“Saya minta lima buruh berorasi di atas panggung, tidak menghujat, tidak SARA. Hadiahnya langsung dari Kapolres,” kata Harry saat menghadiri perayaan Hari Buruh Internasional di Tangerang, Selasa (1/5/2018).

Menurut Harry, tantangan tersebut diberikan sebagai salah satu bentuk edukasi bagaimana menyampaikan aspirasi dengan baik tanpa menghujat atau menyebarkan hoaks.

“Itu hanya memberikan dari aspek lain, bagaimana caranya mereka mengajak untuk hal positif dalam berorasi maupun berpesta demokrasi. Tidak mengungkapkan hoaks dan SARA,” ujar Harry.

Pada perayaan yang dihadiri ratusan buruh tersebut juga dihadiri oleh Komandan Kodim Letkol Inf Muhammad Imam Gogor, Wakapolres Tangerang Kota AKBP Harley H. Silalahi, Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Walikota Tangerang M Yusuf dan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Tangerang Ismail.

Ia menambahkan bahwa perayaan May Day di Kota Tangerang terpusat di Alun-alun Ahmad Yani yang juga mengundang grup band ‘Angkasa’ dan berbagai variasi acara, mulai dari pembagian hadiah, musik dangdut, ganti oli gratis hingga pemeriksaan kesehatan gratis.

Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengklaim, Aksi damai buruh yang dilakukan organisasinya pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Selasa (1/5/2018) pagi, dilakukan di 25 provinsi dan 200 kabupaten/kota.

Dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (1/5/2018), Said memprediksi aksi damai hari buruh akan diikuti sekitar satu juta buruh di 25 provinsi dan 200 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Adapun 3 tuntutan buruh dan rakyat pada aksi May Day 2018, yaitu "Turunkan harga beras, listrik, dan BBM, "Tolak upah murah", serta "Tolak Tenaga Kerja Asing (TKA) buruh kasar dari Cina". Sedangkan tuntutan lainnya adalah "Hapus outsourcing" dan Pilih Presiden RI 2019 yang pro buruh".



Baca juga artikel terkait HARI BURUH atau tulisan menarik lainnya Yandri Daniel Damaledo
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: antara
Penulis: Yandri Daniel Damaledo
Editor: Yandri Daniel Damaledo