Hari Buruh 2018: KSPI akan Deklarasikan Capres 2019 Pilihan Buruh

Oleh: Andrian Pratama Taher - 30 April 2018
Dibaca Normal 1 menit
Said menyatakan, sekitar 1 juta buruh yang akan melakukan demonstrasi di 25 provinsi dan 200 kabupaten/kota seluruh Indonesia saat Hari Buruh, 1 Mei 2018.
tirto.id - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan melakukan demonstrasi besar-besaran dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada Selasa, 1 Mei 2018. Selain itu, mereka juga akan mendeklarasikan salah satu calon presiden 2019.

Ketua KSPI Said Iqbal menyatakan, ada sekitar 1 juta buruh yang melakukan demonstrasi di 25 provinsi dan 200 kabupaten/kota seluruh Indonesia.

Untuk aksi Hari Buruh di wilayah Jabodetabek, kata Said, ada sekitar 150 ribuan buruh, baik di wilayah Serang, Karawang, Purwakarta yang akan berdemo di depan Istana Negara.

Para buruh itu akan berkumpul di Patung Kuda dan kemudian long march ke Istana. Setelah itu, mereka akan mendeklarasikan calon presiden pilihan mereka.

"Jam 13, peserta massa aksi akan bergerak ke Istora Senayan untuk merayakan May Day sekaligus deklarasi calon presiden RI 2019-2024 yang akan dipilih dan didukung buruh Indonesia," kata Said dalam Keterangan tertulis yang diterima Tirto, Senin (30/4/2018).

Dalam aksi kali ini, mereka akan menuntut sejumlah hal. Pertama, penurunan harga sembako mulai beras, listrik, dan BBM. Kedua, menolak upah murah dengan pencabutan PP 78 tahun 2015. Ketiga, menolak TKA buruh kasar dari Cina dengan mencabut Pepres No 20/2018 tentang tenaga kerja asing dan terakhir menuntut penghapusan outsourcing dan pilih presiden pro buruh.

Said mengatakan, pihak KSPI sudah melakukan rapat dengan Polda Metro Jaya untuk pelaksanaan May Day. Ia mengatakan, pihak kepolisian mengapresiasi aksi buruh dan berharap KSPI tidak rusuh saat melakukan aksi.

Said menerangkan, aksi di luar Jakarta juga berlangsung dengan jumlah besar. Dengan rincian, 50 ribu buruh se-Jawa Timur, 15 ribu buruh se-Jawa Tengah,15 ribu buruh se-Kepri, 2 ribu buruh di Aceh,10 ribu buruh di Sumatera Utara, ribuan buruh Jawa barat, dan kelompok lain di daerah masing-masing.

"KSPI menyatakan bahwa May Day is not fun day. May Day is not holiday. May Day is struggling of labour issue dan mengharapkan tidak ada penyekatan terhadap bis dan long march peserta aksi May Day," kata Said.


Polisi Belum Tahu Ada Aksi Deklarasi Capres

Di sisi lain, pihak Polda Metro Jaya menegaskan siap mengamankan pelaksanaan May Day. Namun, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menyampaikan, sampai saat ini pihaknya belum diberi tahu soal adanya deklarasi capres pilihan buruh.

"Enggak ada tuh perizinan deklarasi," tutur Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (30/4).

Kalau ada deklarasi, Polda Metro Jaya akan menyerahkan kepada Bawaslu. Mereka beralasan, permasalahan politik tidak berada dalam ranah kepolisian.

"Tentunya misalnya ada pelanggaran pemilu maka dari Bawaslu yang akan menindak itu jadi ada ketentuan tersendiri yang akan menindak," kata Argo

Argo mengatakan, aksi besok akan digelar di sejumlah titik mulai Istana Negara, Balai Kota, dan DPR. Ia menyebut massa yang hadir terdiri atas KSBSI, KSPI, dan serikat pekerja lain yang berasal dari Bekasi Kota, Bekasi Kabupaten, Tangerang Kota dan Tangerang Selatan. Argo menduga sekitar 30 ribu buruh yang melakukan aksi.


"Dari data intelijen yang kita dapatkan bahwa massa yang akan datang ke Jakarta antara 25 sampai 30 ribu ke Jakarta. Dari kegiatan ini kita amankan sebanyak 20 ribu personel Polri," kata Argo.

Argo menerangkan, pihak Polda Metro Jaya sudah melakukan mediasi dengan serikat buruh. Polda sudah sepakat untuk mengamankan buruh selama demo berlangsung.

Argo menerangkan, mereka akan mengawal massa yang datang dari Depok dan titik lain. Massa akan dikumpulkan di Bundaran HI kemudian mengarah ke Istana Negara. Kepolisian pun mempersilakan massa menyampaikan pendapat di GBK, kemudian Lapangan Banteng, Masjid Istiqlal, IRTI, dan PRJ.


Baca juga artikel terkait HARI BURUH atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight