Menuju konten utama

Kapan Peringatan Kuningan dan Galungan 2025? Simak Jadwalnya

Kapan Peringatan Kuningan dan Galungan 2025? Simak jadwal dan urut-urutan peringatan Kuningan-Galungan tahun ini.

Kapan Peringatan Kuningan dan Galungan 2025? Simak Jadwalnya
Umat Hindu bersembahyang saat Hari Raya Galungan di Pura Jagatnatha, Denpasar, Bali, Rabu (4/1/2023). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/rwa.

tirto.id - Kapan peringatan Kuningan dan Galungan pada tahun 2025 ini? Masyarakat Hindu akan memperingati hari raya Nyepi yang bertepatan dengan Jumat, 28 Maret 2025. Lantas, tanggal berapa saja hari-hari penting untuk umat Hindu di Bali seperti Pagerwesi, Galungan, dan Kuningan?

Di Indonesia, hari raya umat Hindu dapat diketahui melalui 2 jenis penanggalan, yaitu hari raya berdasarkan kalender Saka dan hari raya berdasarkan kalender Bali. Memang, hari raya Hindu yang diketahui kebanyakan orang Indonesia adalah hari raya Nyepi. Namun, terdapat beberapa hari penting lain yang juga istimewa bagi umat Hindu

Berdasarkan Kalender Saka, ada 2 hari raya bagi umat Hindu, yaitu hari raya Nyepi dan Siwaratri. Sementara itu, berdasarkan Kalender Bali, ada hari penting lain umat Hindu, yaitu hari raya Pagerwesi, Banyu Pinaruh, Saraswati, Galungan, dan Kuningan.

Dari rangkaian hari penting tersebut, yang terdekat adalah hari raya Nyepi yang akan diperingati pada Jumat (28/3). Setelahnya, akan ada Galungan dan Kuningan.

Kapan Hari Galungan 2025 dan Kuningan

Hari raya Galungan dan Kuningan adalah perayaan penting bagi umat Hindu. Galungan diperingati untuk menyatukan kekuatan rohani, agar pikiran dan pendirian kita menjadi tenang. Sementara itu, Kuningan bertujuan untuk memohon keselamatan dan perlindungan kepada Tuhan dan leluhur.

Kata "Galungan" berasal dari bahasa Jawa Kuno yang berarti bertarung dan menang, menggambarkan kemenangan Dharma (kebaikan) melawan adharma (kejahatan). Hari Raya Galungan pertama kali dirayakan pada tahun 882 Masehi

Galungan dan Kuningan ini dirayakan dua kali setahun. Menurut lontar Sunarigama, Galungan memiliki makna menyatukan rohani dan pikiran agar mendapatkan pencerahan, mengatasi kekacauan pikiran, dan merayakan kemenangan kebaikan atas keburukan.

Sementara itu, Hari Raya Kuningan, yang juga disebut Tumpek Kuningan merupakan hari ketika umat Hindu memuja para Dewa, Pitara, dan leluhur untuk memohon keselamatan, perlindungan, serta tuntunan lahir dan batin.

Pada tahun ini, terdapat dua kali hari raya Galungan yang jatuh pada tanggal 23 April 2025 dan 19 November 2025. Berjarak 10 hari setelah Hari Raya Galungan, berlangsunglah Kuningan, yang pada tahun ini juga terjadi 2 kali, yaitu pada tanggal 3 Mei 2025 dan pada tanggal 29 November 2025.

Meski begitu, Hari Raya Galungan dan Hari Raya Kuningan dibarengi dengan rangkaian peringatannya sendiri, baik sebelum dan sesudahnya, seperti penjayaan galungan, penampahan galungan, manis galungan, dan seterusnya. Rangkaian peringatan Hari Raya Galungan dan Kuningan tersebut juga sudah ada penanggalannya sendiri.

Rangkaian Peringatan Kuningan dan Galungan

Berikut rangkaian kegiatan terkait perayaan Galungan dan Kuningan dilengkapi tanggal Masehi.

- Tumpek Wariga (29 Maret 2025)

Jatuh 25 hari sebelum Galungan, untuk memuja Sang Hyang Sangkara, Dewa Kemakmuran dan Keselamatan Tumbuhan. Umat menghaturkan sesaji berupa Bubuh Sumsum berwarna dan menyirami pohon dengan air suci untuk memohon pohon berbuah dan subur.

- Sugihan Jawa (17 April 2025)

Merupakan upacara pembersihan Bhuana Agung (segala yang ada di luar diri manusia), dilaksanakan dengan membersihkan rumah dan merajan serta memberikan sesaji di pura. Dirayakan pada Kamis Wage wuku Sungsang.

- Sugihan Bali (18 April 2025)

Pembersihan diri sendiri (Bhuana Alit), dilakukan dengan mandi dan memohon Tirta Gocara kepada Sulinggih untuk penyucian jiwa raga. Dirayakan setiap Jumat Kliwon wuku Sungsang.

- Hari Penyekeban (20 April 2025)

Hari untuk mengekang indria atau pengendalian diri agar tidak melakukan hal-hal negatif. Dirayakan pada Minggu Pahing wuku Dungulan.

- Hari Penyajaan (21 April 2025)

Hari untuk memantapkan diri sebelum Galungan. Umat diuji oleh Sang Bhuta Dungulan untuk mengendalikan diri. Dirayakan pada Senin Pon wuku Dungulan.

- Hari Penampahan (22 April 2025)

Jatuh sehari sebelum Galungan, yaitu Selasa Wage wuku Dungulan. Umat sibuk membuat penjor sebagai ungkapan syukur atas anugerah Tuhan. Penjor terbuat dari bambu melengkung dan dihias dengan berbagai pernak-pernik.

Baca juga artikel terkait NYEPI atau tulisan lainnya dari Auvry Abeyasa

tirto.id - Edusains
Kontributor: Auvry Abeyasa
Penulis: Auvry Abeyasa
Editor: Fitra Firdaus