Menuju konten utama

Kapan Libur Hari Raya Nyepi 2022 dan Tahapan Perayaan Nyepi

Hari Raya Nyepi adalah hari besar keagamaan bagi umat Hindu yang jatuh pada tahun baru Saka berdasarkan pada penanggalan atau kalender Caka.

Kapan Libur Hari Raya Nyepi 2022 dan Tahapan Perayaan Nyepi
Pecalang atau petugas pengamanan adat Bali melintas saat Hari Raya Nyepi tahun Saka 1942 di kawasan Kuta, Badung, Bali, Rabu (25/3/2020). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/hp.

tirto.id - Hari Raya Nyepi 2022 akan jatuh pada hari Kamis, 3 Maret 2022 sesuai Surat Keputusan Bersama 3 Menteri (SKB 3 Menteri) yang ditandatangani pada hari Rabu, 22 September 2021 lalu.

SKB 3 Menteri merupakan kesepakatan yang diputuskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Menteri yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, dihadiri oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo, pada 22 September 2021 lalu.

“Tahun 2022 telah ditetapkan untuk libur nasional berjumlah 16 hari,” kata Menko PMK saat itu, seperti dikutip dari laman Setkab.

Dalam SKB 3 Menteri tahun 2022 di jelaskan bahwa ada 16 hari libur nasional yang terdiri dari berbagai hari raya semua agama, serta peringatan resmi negara selain dari libur untuk cuti bersama.

Sementara itu, pada 3 Maret 2022 akan menjadi salah satu tanggal merah hari libur nasional untuk merayakan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1944.

Apa Itu Hari Raya Nyepi dan tahapan perayaan Nyepi

Hari Raya Nyepi adalah hari besar keagamaan bagi umat Hindu yang jatuh pada tahun baru Saka berdasarkan pada penanggalan atau kalender Caka. Nyepi berasal dari kata sepi, artinya di satu hari tersebut masyarakat Hindu berhenti dari semua kegiatan.

Dikutip dari buku Nyepi: kebangkitan, toleransi, dan kerukunan, tahun baru umat Hindu ini diyakini sebagai awal Tahun Pembaruan, yaitu terjalinnya toleransi umat beragama yang rukun.

Selama Hari Raya Nyepi, umat Hindu menjalani Catur Brata penyepian yang dengan empat pantangan yaitu Amati Karya (tidak bekerja), Amati Geni (tidak menyalakan api), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang).

Melalui Nyepi, umat Hindu, khususnya warga Bali juga akan menggelar serangkaian upacara adat. Hari Raya Nyepi pun menjadi syarat bagi umat Hindu dalam menyambut tahun baru Saka.

Sementara itu, terdapat beberapa tahapan pelaksanaan Hari Raya Nyepi yang tentunya menyimpan arti masing-masing. Mulai dari upacara Melasti, Mecaru, Pengerupukan, Nyepi hingga Ngembak Geni, dan dilakukan dengan ritual-ritual yang khas. Berikut rangkaian atau tahapan pelaksanaan Hari Raya Nyepi dan maknanya.

1. Melasti

Upacara Melasti dilaksanakan sebelum Hari Raya Nyepi tiba. Segala peralatan persembahyangan atau pretima di Pura disucikan di laut atau sungai. Bagi umat Hindu, laut diyakini sebagai sumber Tirtha Amertha (Dewa Ruci, Pemuteran Mandaragiri). Melasti atau melelasti berarti menghanyutkan kotoran alam dengan air kehidupan.

2. Tawur Agung (Mecaru)

Tawur atau mecaru ialah penyucian (Bhuta Kala), membasmi segala kotoran. Upacara ini dilangsungkan di tiap-tiap rumah, desa, dan wilayah lainnya. Pelaksanaan Mecaru jatuh pada hari Tilem Sasih Kesange, satu hari sebelum Nyepi.

3. Pengerupukan

Pengerupukan bermakna mengusir para Bhuta Kala dari pekarangan rumah dan lingkungan sekitar. Upacara ini diadakan setelah Mecaru, yakni dengan menabur Nasi Tawur, mengobori sekitaran rumah, menyemburi rumah dengan Mesiu, juga membunyikan benda-benda supaya menimbulkan suara.

4. Nyepi

Hari Raya Nyepi dapat diartikan sebagai hari penyucian diri manusia dan alam. Dengan kata lain, Nyepi bertujuan untuk membuang semua kotoran dan keburukan yang lalu agar siap menghadapi rintangan di tahun yang baru. Saat Nyepi, berbagai larangan beraktivitas diberlakukan. Dengan suasana yang hening, umat Hindu dapat melakukan perenungan dengan khidmat.

5. Ngembak Geni

Tahapan akhir perayaan Hari Raya Nyepi ini dapat dimaknai sebagai ajang pengakuan dan pengikhlasan. Maksudnya, sebagai manusia, hendaknya mengakui kesalahan dan meminta atau memberikan maaf kepada sesama. Usai Nyepi, umat Hindu biasanya saling mengunjungi dan menjalankan tradisi maaf-maafan.

Perayaan Hari Raya Nyepi memberikan pemahaman akan pentingnya toleransi dalam kehidupan umat manusia. Arti Hari Raya Nyepi lekat dengan kehidupan. Melakukan perenungan diri merupakan salah satu proses untuk memperoleh kesiapan hidup di tahun yang baru.

Manusia dengan ketidakmampuannya hidup sebatang kara, perlu merefleksikan dirinya dengan cara pendekatan rohani. Tak lupa juga memohon kehidupan yang rukun dan damai. Hal itu dapat ditempuh melalui perayaan Nyepi, tentunya dengan niat yang erat dan keikhlasan.

Baca juga artikel terkait LIBUR NYEPI atau tulisan lainnya dari Nur Hidayah Perwitasari

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Iswara N Raditya