Menuju konten utama

Kacab Bank BUMN Sempat Melawan Sebelum Tewas oleh 3 Anggota TNI

Ilham dianggap menjadi penghalang bagi pencairan dana ilegal senilai miliaran rupiah yang mengendap di salah satu bank milik pemerintah tersebut.

Kacab Bank BUMN Sempat Melawan Sebelum Tewas oleh 3 Anggota TNI
Terdakwa kasus dugaan penculikan dan pembunuhan kacab bank Kopda Feri Heriyanto (tengah), Serka Mochamad Nasir (kiri) dan Serka Frengky Yaru (kanan) menjalani sidang perdana kasus dugaan penculikan dan pembunuhan kepala cabang (kacab) bank di Pengadilan Militer II-08, Jakarta, Senin (6/4/2026). Sidang tersebut beragendakan pembacaan dakwaan oleh Oditur Militer terkait kasus dugaan penculikan dan pembunuhan terhadap kacab bank, Mohamad Ilham Pradipta pada 20 Agustus 2025. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/agr

tirto.id - Kepala cabang pembantu bank di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Muhammad Ilham Pradipta, sempat melakukan perlawanan dan berteriak 'penculik' sebelum kemudian tewas di tangan komplotan yang melibatkan tiga prajurit TNI AD.

Ketiga anggota tersebut antara lain, Serka Mochamad Nasir dari kesatuan Denma Kopassus, Kopda Feri Herianto dari Denma Kopassus, dan Serka Frengky Yaru dari Bekang Kopassus serta sejumlah warga sipil.

Dalam dakwaan yang dibacakan oleh odituriat militer, Ilham dianggap menjadi penghalang bagi pencairan dana ilegal senilai miliaran rupiah atau dana dormant yang mengendap di salah satu bank milik pemerintah tersebut.

"Bahwa setelah korban dikeluarkan dari mobil Avanza warna putih, korban sempat berteriak, 'Penculik!'" ujar Oditur Militer Kolonel CHK Andri Wijaya saat membacakan dakwaan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Senin (6/4/2026).

Oditur mengungkap teriakan Ilham di lahan kosong belakang lapangan golf Kemayoran itu adalah perlawanan terakhir sebelumnya dirinya tewas. Usai teriakan tersebut, bukannya mendapat pertolongan, Ilham justru dibungkam dengan kekerasan fisik yang brutal.

Aksi kekerasan fisik tersebut dilakukan oleh sejumlah pelaku antara lain Erasmus Wawo (Saksi 8), Johanes Renald Sebenan (Saksi 10) dan Andre Tomatala (Saksi 11).

"Saksi 8, Saksi 10, dan Saksi 11 memukuli dan menendang korban sampai jatuh terduduk," lanjut Oditur.

Dalam kronologi yang dibacakan Oditur mengungkap bahwa Ilham menjadi target karena menolak kooperatif dalam skema pemindahan uang hasil kejahatan dari rekening yang terblokir.

Para pelaku, termasuk Saksi 2 (Sandi alias Chen) dan Saksi 3 (Dwi Hartono), awalnya mencari Pimpinan Cabang Bank yang bisa diintervensi.

"Bantuan untuk di-follow up, karena Pimpinan Cabang tersebut mau nakal cuman masih bimbang," ujar Oditur menirukan pesan instruksi para pelaku sebelum memutuskan untuk menculik Ilham.

Karena Ilham tetap tidak bisa "dibeli", opsi kekerasan pun diambil. Oditur membeberkan rencana jahat yang disusun sejak Juni 2025 di berbagai kafe mewah di Jakarta.

"Membawa Pimpinan Cabang Bank tersebut secara paksa, setelah pemindahan uang berhasil, Pimpinan Cabang Bank tersebut dibunuh untuk menghilangkan jejak," ungkap oditur.

Dalam menjalankan aksinya, ketiga anggota itu menculik Ilham saat hujan deras di parkiran Lotte Mart Pasar Rebo pada 20 Agustus 2025. Sepanjang perjalanan, ia disiksa di bawah intimidasi senjata dan pangkat. Terdakwa 1, Serka Muhammad Nasir, bahkan terlibat langsung dalam penyiksaan di dalam mobil Fortuner menuju Bekasi.

"Saksi 5 menginjak paha korban menggunakan kedua kaki dan menahannya, menginjak dada korban sebanyak dua kali, sedangkan Terdakwa 1 menginjak bahu dan dada korban sebanyak dua kali," papar Oditur.

Penyiksaan beruntun itu membuat Ilham tak bertahan. Jasadnya ditemukan pada 21 Agustus 2025 di sebuah ladang di Desa Nagasari, Bekasi, dengan kondisi tangan terikat, mata dilakban, dan tulang iga yang patah.

Oditur Militer kini menjerat para terdakwa yaitu Serka Muhammad Nasir, Kopda Feri Heriyanto, dan Serka Frengky Yaru dengan dakwaan pembunuhan berencana Pasal 340 KUHP.

"Kami tidak akan merekayasa, tidak akan menutupi, apalagi sampai dengan merekayasa kasus ini," tegas Andri.

Baca juga artikel terkait KASUS PEMBUNUHAN BERENCANA atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama