Kabar Uber Jual Bisnis di Asia Tenggara ke Grab Diklaim Cuma Rumor

Reporter: Shintaloka Pradita Sicca - 11 Mar 2018 19:23 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Soal kabar Uber akan menjual unit bisnisnya di Asia Tenggara ke Grab, humas perwakilan kedua perusahaan itu di Indonesia enggan berkomentar banyak.
tirto.id - Grab diisukan akan mengakuisisi unit bisnis Uber di Asia Tenggara. Kabar itu bergulir usai SoftBank—salah satu investor utama Grab—membeli 15 persen saham Uber di awal tahun ini.

Menurut sumber yang dikutip Reuters, SoftBank berharap Uber berfokus ke pertumbuhan bisnis di Amerika Serikat, Eropa, Amerika Latin dan Australia, bukan Asia. Sebab, Asia salah satu pasar paling kompetitif untuk bisnis Uber. Uber menghadapi kompetisi ketat taksi daring dengan Grab di Asia Tenggara, Ola di India dan Didi Chuxing di Cina.

Kabar lain menyebut Uber akan menjual unit bisnisnya di Asia Tenggara kepada Grab dengan imbalan saham. Meski belum pasti, Uber diprediksi mendapat imbalan 20-30 persen saham Grab, demikian dilansir Antara yang mengutip dari AFP.

Namun, hingga kini, pihak Grab maupun Uber perwakilan Indonesia masih menolak membenarkan kabar itu. Humas kedua perusahaan ini kompak menganggap kabar tersebut hanya spekulasi.

Manajer Humas Grab Indonesia, Dewi Nuraini menyatakan perusahaannya belum bersedia mengomentari kabar tersebut saat dikonfirmasi oleh Tirto.

"Mohon maaf kami tidak dapat berkomentar mengenai kabar yang sifatnya masih spekulasi," kata Dewi melalui pesan singkat kepada Tirto, pada Minggu (11/3/2018).

Sementara itu, Humas Uber Indonesia, Dian Safitri juga memberikan pernyatan serupa. Dia mengklaim kabar tersebut merupakan rumor.

"Kami tidak mengomentari rumor dan spekulasi," kata Dian.

Saat ditanya tentang strategi Uber menghadapai persaingan ketat bisnis transportasi daring di Asia, Dian memberikan jawaban merujuk pada keterangan CEO Uber, Dara Khosrowshahi kepada media, yang dilansir Reuters, tentang aksi korporasi perusahaannya di Asia Tenggara.

Pada 22 Maret 2018, di New Delhi, Khosrowshahi mengatakan Asia Tenggara adalah pasar yang besar berkat populasinya dan pertumbuhan pengguna internet yang cepat. Khosrowshahi mengakui bersaing di pasar Asia Tenggara tak mudah.

"Kami telah memperkirakan dapat kehilangan uang dan investasi untuk pemasaran dan subsidi secara agresif di Asia Tenggara. Dari sudut pandang kompetisi, kami pikir kami bisa melakukan perbaikan," kata Khosrowshahi.

Khosrowshahi juga mengatakan, pada satu dekade ke depan, 80 persen pertumbuhan Uber akan tercipta secara organik dan melalui sejumlah akuisisi.

"Kami akan melihat apa saja. Tapi, saat ini rencana kami untuk Asia Tenggara adalah maju terus dan melakukan investasi," ujar Khosrowshahi.


Baca juga artikel terkait TRANSAKSI ONLINE atau tulisan menarik lainnya Shintaloka Pradita Sicca
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Shintaloka Pradita Sicca
Penulis: Shintaloka Pradita Sicca
Editor: Addi M Idhom

DarkLight