Menuju konten utama

Jokowi Minta Akses Petani Dapatkan KUR Pertanian Dipermudah

Kata Jokowi pemerintah sudah mengalokasikan anggaran hingga Rp70 triliun dalam bentuk KUR bagi para petani dalam mengembangkan sektor pertanian.

Jokowi Minta Akses Petani Dapatkan KUR Pertanian Dipermudah
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Ketua DPR RI Puan Maharani (kedua kanan) berdialog dengan petani dalam Kunjungan Kerja di Kanigoro, Pagelaran, Malang, Jawa Timur, Kamis (29/4/2021). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/foc.

tirto.id - Presiden Joko Widodo ingin agar ada kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses pembiayaan untuk pengembangan sektor pertanian. Ia pun mengaku, pemerintah sudah mengalokasikan anggaran hingga Rp70 triliun dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para petani untuk pengembangan sektor pertanian.

"Dalam hal pembiayaan pemerintah akan terus mempercepat penyaluran KUR terutama KUR pertanian yang plafon tahun 2021 sebesar Rp70 triliun khusus pertanian dari total KUR yang ada Rp253 triliun," kata Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi secara virtual dari Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/8/2021).

Jokowi ingin skema penyaluran KUR terus disempurnakan agar sesuai dengan karakteristik usaha-usaha yang ada di bidang pertanian. Ia juga berharap persyaratan KUR juga harus terus dipermudah.

Selain itu, Jokowi ingin KUR juga harus bisa dimanfaatkan untuk peningkatkan nilai tambah pascapanen seperti dalam pengadaan Rice Mill Unit (RMU) sehingga KUR semakin dirasakan manfaatnya bagi petani.

Mantan Walikota Solo itu juga meminta kepada para menteri, kepala lembaga dan kepala daerah untuk memperkuat pendampingan bagi petani. Ia ingin para petani bisa bekerja dengan menggunakan teknologi demi meningkatkan produktivitas petani.

"Manfaatkan teknologi termasuk platform digital untuk meningkatkan produktivitas petani dan memotong panjangnya mata rantai pemasaran UMKM pangan," kata Jokowi.

Baca juga artikel terkait KUR PERTANIAN atau tulisan lainnya dari Andrian Pratama Taher

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Bayu Septianto