Menuju konten utama

Jenis Gerhana Matahari dan Perbedaan Masing-Masing

Jenis gerhana matahari ada empat. Masing-masing di antaranya memiliki beberapa perbedaan yang kentara. Simak di sini.

Jenis Gerhana Matahari dan Perbedaan Masing-Masing
Ilustrasi Gerhana Matahari Total. foto/Istockphoto

tirto.id - Gerhana matahari merupakan peristiwa astronomi yang lumrah terjadi. Fenomena tersebut membuat cahaya Matahari tidak sampai ke Bumi secara utuh.

Ketidakutuhan cahaya yang sampai ke Bumi tersebut terjadi lantaran ada Bulan di tengah-tengah Matahari dan Bumi. Dengan begitu, sebagian wilayah Bumi menjadi gelap untuk beberapa saat.

Meskipun secara konsep sama, ada beberapa jenis gerhana matahari, sesuai ukuran dan posisi masing-masing planet, baik Bulan, Matahari, maupun Bumi.

Macam-Macam Gerhana Matahari

Menukil Paket Unit Pembelajaran IPA: Bumi dan Alam Semesta (2019) terbitan Kemdikbud, ada empat jenis gerhana matahari. Berikut gambar gerhana matahari dan penjelasannya.

1. Gerhana matahari Total

Gerhana matahari total terjadi ketika piringan Matahari tertutup sepenuhnya oleh piringan Bulan. Ini terjadi pada puncak gerhana. Saat itu piringan Bulan tampak sama besar atau mungkin lebih besar dari piringan Matahari.

Meski demikian, ukuran piringan Matahari dan Bulan dapat berubah-ubah sesuai dengan jarak Bumi dan Bulan serta jarak Bumi dan Matahari.

Posisi gerhana matahari total adalah sejajar, antara Matahari, Bulan, dan Bumi. Hal itu membuat wilayah yang mendapatinya akan mengalami gelap seperti halnya malam hari untuk beberapa saat.

Gerhana Matahari Total

Gerhana Matahari Total. (FOTO/iStockphoto)

2. Gerhana matahari cincin

Gerhana matahari cincin terjadi ketika piringan Bulan hanya menutup sebagian dari piringan Matahari saat puncak gerhana.

Ukuran piringan Bulan lebih kecil dari piringan Matahari. Piringan Bulan tampak berada di depan piringan Matahari, lalu memunculkan cahaya di sekelilingnya menyerupai bentuk cincin.

Gambar Gerhana Matahari Cincin

Gerhana Matahari Cincin. (FOTO/iStockphoto)

3. Gerhana matahari sebagian

Saat terjadi gerhana matahari sebagian, piringan Bulan hanya menutup sebagian dari piringan Matahari pada puncak gerhana.

Selalu akan ada bagian dari piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan. Penampakan gerhananya tidak sempurna.

Gambar gerhana Matahari Sebagian

Gerhana Matahari Sebagian. (FOTO/iStockphoto)

4. Gerhana matahari hibrida

Jenis gerhana matahari ini terbilang cukup unik karena memiliki karakteristik antara gerhana matahari total dan cincin.

Proses terjadinya gerhana matahari hibrida diawali dengan posisi bulan yang berada di tengah-tengah antara Matahari dan Bumi. Berbeda dengan jenis gerhana matahari lainnya, gerhana hibrida terjadi saat penampakan bentuk Bumi yang melengkung berhadapan dengan Matahari dan Bulan.

Kelengkungan inilah yang membuat bayangan Bulan tidak sampai ke Bumi. Ia sedikit menggantung sehingga membentuk perpanjangan dari bayangan yang disebut antumbra. Hal ini kemudian menciptakan dua jenis gerhana matahari dalam satu momen.

Di wilayah tertentu di Bumi terjadi gerhana matahari total, tetapi di daerah lain terjadi gerhana matahari cincin.

Penampakan gerhana matahari hibrida terbilang jarang terjadi. Hal itu membuat banyak orang menantikan kemunculannya.

Gambar gerhana Matahari Hibrida

Ilustrasi Gerhana Matahari Hibrida. (FOTO/iStockphoto)

Perbedaan Gerhana Matahari Total, Sebagian, Cincin, dan Hibrida

Perbedaan antara keempat jenis gerhana matahari sebagaimana dijelaskan di atas terletak pada ukuran bagian Matahari yang tertutup oleh Bulan dan efek visual yang dihasilkan di lokasi pengamatan.

Sebagai misal, salah satu perbedaan gerhana matahari total dan cincin adalah terkait ukuran Bulan. Pada gerhana matahari total, ukuran Bulan lebih besar dibanding Matahari. Namun, pada gerhana matahari cincin, ukuran Matahari justru lebih besar daripada Bulan.

Sementara itu, perbedaan gerhana matahari total dan hibrida terletak pada penampakannya. Di Sebagian area Bumi, langit akan tampak gelap karena Bulan menutupi Matahari sepenuhnya.

Namun, proses terjadinya gerhana matahari hibrida yang menciptakan jarak relatif membuat sebagian wilayah tampak seperti gerhana matahari cincin. Sementara itu, di sebagian wilayah lain akan tampak layaknya gerhana matahari total.

Untuk memahaminya secara utuh, Anda bisa menyimak perbedaan masing-masing jenis gerhana matahari di tabel berikut.

Gerhana matahari totalGerhana matahari sebagianGerhana matahari cincinGerhana matahari hibrida
Bulan sepenuhnya menutupi MatahariTerjadi ketika hanya bagian dari Matahari tertutup oleh BulanPosisi gerhana matahari cincin menunjukkan kesejajaran antara Matahari dan Bulan, tetapi Bulan lebih kecilMemiliki sifat campuran antara gerhana total dan gerhana cincin
Menciptakan gelap total di sebagian area BumiMenciptakan bayangan sebagian di BumiMatahari terlihat seperti cincin terang di sekitar BulanDi beberapa wilayah, gerhana ini mungkin terlihat sebagai gerhana total, sementara di wilayah lainnya, itu akan terlihat sebagai gerhana cincin
Terjadi ketika ukuran relatif Bulan lebih besar dibanding MatahariTerjadi ketika Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, tetapi tidak dalam satu garis lurusUkuran relatif Matahari lebih besar dari BulanTerjadi variasi dalam jarak relatif antara Matahari, Bulan, dan Bumi, selama gerhana berlangsung

Baca juga artikel terkait SISTEM TATA SURYA atau tulisan lainnya dari Ilham Choirul Anwar

tirto.id - Edusains
Kontributor: Ilham Choirul Anwar
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Yandri Daniel Damaledo
Penyelaras: Fadli Nasrudin