Apa Perbedaan Gerhana Bulan Total, Sebagian dan Penumbra?

Oleh: Erika Erilia - 11 April 2021
Dibaca Normal 2 menit
Berikut adalah perbedaan gerhana bulan total, bulan sebagian dan penumbra.
tirto.id - Bulan adalah benda langit berbentuk bulat yang juga merupakan satelit alami bumi. Dinamakan satelit karena bulan selalu berputar mengelilingi bumi akibat pengaruh gaya tarik-menarik dari bumi.

Dikutip dari situs Kemdikbud, bulan mengelilingi bumi selama sekitar 1 bulan, tepatnya 27 hari, 7 jam, 43 menit, dan 11,5 detik. Untuk ukurannya sendiri, bulan memiliki diameter 3.476 km dengan volume 80 kali lebih kecil dari bumi.

Jika dilihat dari bumi, bentuk bulan seolah-olah berubah pada waktu-waktu tertentu. Hal ini dipengaruhi oleh pantulan sinar matahari yang mengenai permukaan bulan.

Empat fase bulan yang perlu diketahui:

1. Bulan baru

Bulan berada di posisi yang hampir sejajar dengan bumi dan matahari sehingga bulan menjadi gelap dan tak terlihat. Fase ini juga biasa disebut sebagai bulan mati.

2. Seperempat pertama

Bulan berada di posisi dengan sudut tertentu terhadap matahari dan bumi. Hal ini membuat sebagian permukaan bulan terkena pantulan sinar matahari sehingga bulan mulai terlihat. Pada fase ini, bulan biasanya terlihat sebagai bulan sabit maupun separuh.

3. Bulan purnama

Bulan, bumi, dan matahari berada di posisi yang hampir segaris dengan bumi berada di tengah-tengahnya. Pada posisi ini, bulan yang terkena pantulan sinar matahari akan terlihat terang dan tampak bulat secara utuh.

4. Seperempat terakhir

Fase ini hampir sama seperti fase seperempat pertama, yaitu terbentuknya bulan sabit maupun separuh. Yang berbeda hanyalah posisi atau permukaan bulan yang terkena pantulan cahaya matahari.


Mengenal Fenomena Gerhana Bulan

Gerhana adalah fenomena alam ketika benda langit melewati bayangan benda langit lainnya. Dikutip dari modul Bumi Tempat Kita Hidup, gerhana bulan terjadi ketika bayangan bumi menutupi bulan.

Jika dilihat dari posisinya, maka bulan, bumi, dan matahari terletak dalam satu garis lurus. Bumi berada di bagian tengah atau tepat di antara matahari dan bulan.

Pada posisi tersebut, cahaya matahari yang seharusnya mengenai bulan akan terhalang oleh bumi yang ukurannya lebih besar dari bulan. Hal ini menyebabkan bulan menjadi gelap dan seolah-olah menghilang karena tidak dapat memantulkan cahaya matahari.


Macam-Macam Gerhana Bulan

Sebelum mengenal lebih jauh tentang jenis-jenis gerhana, perlu diketahui bahwa gerhana membentuk dua daerah bayangan yang disebut umbra dan penumbra.

Umbra adalah daerah bayangan inti atau yang paling gelap karena cahaya terhalang sepenuhnya. Sedangkan penumbra merupakan daerah bayangan kabur atau samar-samar, artinya wilayah ini tidak segelap umbra karena masih terkena sedikit cahaya.

Dikutip dari laman Kemdikbud, berikut 3 jenis gerhana bulan yang perlu diketahui:

1. Gerhana Bulan Total

Gerhana bulan total adalah fenomena gerhana ketika bulan berada tepat di wilayah umbra. Pada saat gerhana total, bulan akan terlihat samar karena masih ada sinar matahari yang terpantul melalui atmosfer bumi.

Pantulan sinar matahari ini memiliki spektrum yang didominasi oleh warna merah. Itulah kenapa bulan bisa terlihat berwarna merah atau jingga saat terjadi gerhana bulan total.

2. Gerhana Bulan Sebagian

Gerhana bulan sebagian terjadi ketika bulan tidak sepenuhnya terhalang oleh bumi. Sebagian permukaan bulan masuk ke area penumbra dan terkena sinar matahari.

Gerhana ini terjadi ketika posisi bulan, bumi, dan matahari tidak sejajar secara sempurna. Dengan demikian, hanya sedikit bayangan bumi yang menutupi permukaan bulan.

3. Gerhana Bulan Penumbra

Sesuai namanya, gerhana ini terjadi ketika bulan berada sepenuhnya di wilayah penumbra. Pada fenomena ini, bulan nyaris tidak mengalami perubahan apapun kecuali pada tingkat kecerahannya.

Bulan hanya akan terlihat lebih suram dan agak sulit dibedakan dengan kondisi bulan yang normal/tidak mengalami gerhana.


Baca juga artikel terkait GERHANA BULAN atau tulisan menarik lainnya Erika Erilia
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight