Menuju konten utama

James Wong Howe: Master Sinematografi Jadi Google Doodle

Apa peran James Wong Howe di dunia sinematografi hingga ultahnya yang ke-118 dirayakan Google Doodle hari ini?

James Wong Howe: Master Sinematografi Jadi Google Doodle
Google doodle Ulang Tahun James Wong Howe Ke-118. Screenshot/Google.com.

tirto.id - Laman pencarian Google hari ini dihiasi doodle dengan ilustrasi hitam putih seorang pria berjas dan topi dengan logo Google menjadi latar belakangnya. Apabila pengguna mengklik pada gambar tersebut, akan dihantarkan pada pencarian James Wong Howe.

Siapakah pria yang ulang tahunnya ke-118 diperingati oleh Google hari ini?

Menurut laman Google, sinematografer Cina-Amerika ini terkenal dengan teknik film yang inovatif di masanya yang memang masih erat dengan isu rasialis saat itu.

Lahir di Guangzhou, Cina, Howe pindah ke Amerika Serikat sejak berumur 5 tahun dan besar di Washington. Howe memulai karir justru di bidang yang tak berhubungan dengan film. Saat remaja, ia pernah menjadi petinju profesional, lalu bekerja serabutan hingga mulai masuk industri film gara-gara bekerja sebagai kurir pengirim film dan tukang sampah di cutting room studio.

Selama berkarir, James Wong Howe dikenal sebagai sinematografer yang ahli memanfaatkan teknik penggunaan bayangan. Ia juga salah satu orang pertama yang menggunakan sinematografi dengan kedalaman fokus (deep focus). Gambar-gambar di filmnya menerapkan teknik ini dimana foreground (latar depan) maupun background (latar belakang) tetap fokus pada saat bersamaan.

Howe sangat ahli memanfaatkan teknik pencahayaan, framing dan kamera dengan pergerakan minimal untuk menggambarkan emosi tertentu. Ia juga tak sengaja menemukan cara menggunakan latar belakang gelap untuk memberikan nuansa warna pada film hitam putih kala itu.

Selain itu, James Wong Howe dikenal sebagai pelopor pemakaian lensa bersudut pandang lebar (wide angle), pencahayaan low key dan pencahayaan berwarna. Ia termasuk orang pertama yang memakai crab dolly, yakni dudukan kamera dengan empat penyangga untuk memuluskan pergerakan horizontal saat merekam gambar.

International Cinematographers Guild menjadikan James Wong Howe sebagai 10 orang yang paling berpengaruh dalam dunia film.

Namun, kehidupan pribadi Howe tak semulus karir perfilmannya, ia mengalami diskriminasi ras sepanjang tinggal di Amerika Serikat. Hingga ia baru diakui sebagai warga negara AS saat Undang-Undang Eksklusi Cina (Chinese Exclusion Act) resmi dicabut. Perkawinannya juga tidak diakui secara hukum AS hingga 1948 karena keluarnya undang-undang perkawinan antara suku atau bangsa (anti-miscegenation law).

UU Eksklusi Cina adalah hukum pertama yang dikeluarkan pada 1882 untuk menghalangi sebuah kelompok etnis tertentu dari imigrasi ke Amerika Serikat. UU tersebut ditarik oleh Magnuson Act pada 17 Desember 1943.

Sepanjang 1930 hingga 1940an, James Howe Wong dikenal sebagai salah satu sinematografer handal di Hollywood. Sepanjang hidupnya tercatat sudah lebih dari 130 film yang diproduksi. Ia dinominasikan untuk 10 Academy Awards untuk kategori sinematografi terbaik. Dari semua nominasi itu, ia memenangi dua Oscar utnuk film "The Rose Tattoo" (1955) dan "Hud" (1963).

Ia meninggal pada 12 Juli 1976 pada umur 76 tahun dan Google mengabadikan sosoknya dalam doodle hari ini atas serangkaian prestasinya di dunia sinematografi.

Baca juga artikel terkait JAMES WONG HOWE atau tulisan lainnya dari Maya Saputri

tirto.id - Humaniora
Reporter: Maya Saputri
Penulis: Maya Saputri
Editor: Maya Saputri