Menuju konten utama
Periksa Data

Jajaran Figur Bakal Cawapres Potensial, Siapa Paling Unggul?

Nama Sandiaga Uno dan Ridwan Kamil tercatat punya elektabilitas tertinggi sebagai cawapres dalam survei Charta Politika dan Litbang Kompas.

Jajaran Figur Bakal Cawapres Potensial, Siapa Paling Unggul?
Header Periksa Data Figur Bakal Cawapres. tirto.id/Fuad

tirto.id - Posisi calon wakil presiden (cawapres) tak kalah krusial dalam kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Pasalnya, cawapres bisa memperluas dukungan dan mendongkrak elektabilitas calon presiden (capres).

Sejumlah nama potensial bakal cawapres (bacawapres) pilihan publik telah mengemuka lewat berbagai hasil survei. Akan tetapi, hingga 5 bulan sebelum masa pendaftaran capres dan cawapres pada 19 Oktober sampai 25 November 2023 nanti, belum ada bakal capres (bacapres) yang mengumumkan pendampingnya.

Jika menilik hasil jajak pendapat teranyar lembaga survei Indikator pada periode 26-30 Mei, dalam simulasi 22 nama, lima nama bacawapres yang muncul di urutan paling atas yaitu Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Gubernur Jawa Barat (Jabar) cum Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ridwan Kamil (RK), Menteri Pariwisata dan Ekonomi kreatif Sandiaga Uno, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Perlu diketahui bahwa persentase pemilih Erick dan RK seimbang pada simulasi 22 nama ini.

Begitu juga dalam simulasi 18 nama, Erick dan RK tetap bertahan di dua posisi teratas dengan Erick unggul tipis 0,1 persen dibanding RK.

Adapun nama Mahfud MD yang tadinya bertengger di posisi ketiga pada simulasi 22 nama, dalam simulasi 18 nama, kedudukannya bergeser mengungguli Sandiaga. Namun demikian, selisih persentasenya tak terpaut jauh yakni 13,4 persen (Mahfud MD) dibanding 13,1 persen (Sandiaga).

Sosok AHY konsisten di urutan kelima, dengan persentase yang tak banyak berubah dan tetap tak melampaui 10 persen selayaknya nama-nama lain di atasnya. Survei Indikator tersebut melibatkan 1.230 responden berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah.

Lebih jauh mengupas survei Indikator, dari segi demografi, kelompok usia di bawah 21 tahun paling banyak memilih Ridwan Kamil sebagai figur yang mereka anggap layak sebagai cawapres. Sementara Sandiaga banyak dipilih oleh kategori usia 22 – 25 tahun dan Erick menjadi idola bagi responden berusia 26 – 40 tahun.

Lalu jika mengamati tren wilayah responden, sosok RK nampak meraup suara besar di Jawa Barat. Kenyataan itu tentu tak bisa dilepaskan dari sosok RK sebagai orang nomor satu di provinsi tersebut. Sedangkan Erick banyak dipilih oleh responden yang berdomisili di DKI Jakarta, dan Mahfud MD memperoleh banyak suara di Jawa Timur.

Menariknya, bagi warga Maluku dan Papua, mayoritas responden justru memilih figur di luar deretan nama yang masuk lima besar simulasi 18 nama bacawapres. Persentase responden yang menjawab nama-nama lain selain Erick, RK, Mahfud MD, Sandiaga, dan AHY bahkan menyentuh 52,8 persen.

Elektabilitas Sandiaga dan RK Moncer di Dua Survei

Di samping Indikator, lembaga survei lain seperti Charta Politika juga mengungkap tingkat keterpilihan sejumlah figur yang masuk bursa bacawapres. Lima nama dengan elektabilitas tertinggi sebagai cawapres versi Charta Politika, berdasarkan surveinya pada 2-7 Mei, mirip dengan temuan Indikator.

Kendati demikian, terdapat perbedaan mencolok yaitu posisi pertama yang justru ditempati Sandiaga alih-alih Erick, dengan persentase mencapai 19,8 persen. Di belakangnya baru menyusul RK (18,4 persen), Mahfud MD (15,2 persen), AHY (10,9 persen), lalu Erick di urutan kelima (9,2 persen).

Selain lima nama itu, sosok yang juga dianggap berpotensi jadi cawapres ada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Puan Maharani, serta Airlangga Hartanto yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Survei Charta Politika dilangsungkan melalui wawancara tatap muka terhadap 1.220 responden berusia minimal 17 tahun alias sudah memenuhi syarat pemilih.

Masih berbicara seputar elektabilitas bacawapres,nama Sandiaga dan RK juga berada pada tingkat keterpilihan tertinggi menurut hasil survei Litbang Kompas.

Apabila dalam survei Charta Politika Sandiaga dan RK memiliki elektabilitas masing-masing 19,8 persen dan 18,4 persen, hasil survei Litbang Kompas menyingkap persentase yang lebih rendah bagi keduanya, yakni 11,9 persen untuk Sandiaga dan 9,3 persen untuk RK. Meski begitu, mereka juga tetap menjadi dua tokoh dengan elektabilitas tertinggi sebagai cawapres menurut survei Litbang Kompas.

Selain memiliki tingkat keterpilihan yang tinggi dan terpaut jauh dari tokoh-tokoh lain, setidaknya dalam tiga periode survei Litbang Kompas yaitu Oktober 2022, Januari 2023, dan Mei 2023, elektabilitas Sandiaga dan RK saling salip dengan selisih yang tidak terlampau besar.

Persentase elektabilitas yang lebih rendah di survei Litbang Kompas ini juga bisa jadi berhubungan dengan jumlah responden survei yang menyatakan belum punya pilihan atau enggan menjawab pada survei tersebut yang berjumlah 43,4 persen per Mei 2023, jauh di atas elektabilitas tokoh manapun. Ini menunjukkan indikasi besarnya proporsi swing voters.

Secara tren, sosok RK terlihat mengalami kenaikan elektabilitas sebagai bacawapres pada Oktober 2022, melesat lebih dari dua kali lipat menjadi 11,5 persen dari sebelumnya 5,7 persen pada Juni 2022.

Peningkatan keterpilihan RK itu selaras dengan penurunan angka elektabilitas Sandiaga sebagai bacawapres pilihan masyarakat. Pada survei Litbang Kompas Juni 2022, angka elektabilitas Sandiaga mencapai 16,8 persen, kemudian melorot menjadi 10,6 persen pada Oktober 2022.

Sebagai informasi, Litbang Kompas melakukan survei terakhirnya pada 29 April – 10 Mei 2023 dan melibatkan sebanyak 1.200 responden di 38 provinsi di Indonesia.

Siapa Cawapres yang Cocok Menggenapi Anies, Ganjar, dan Prabowo?

Sesuai dengan sosok yang kerap disebut di atas, yakni Sandiaga dan Ridwan Kamil, keduanya juga diproyeksikan dapat mengisi kursi bacawapres, baik untuk melengkapi bacapres Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto.

Masih dari survei Litbang Kompas periode Mei 2023, sebagian besar responden (15,8 persen) beranggapan RK paling layak mendampingi Anies jika dirinya maju sebagai capres. Sementara sebanyak 13,8 persen responden lainnya berpandangan Sandiaga justru sosok yang lebih layak menemani Anies.

RK dan Sandiaga pun beriringan untuk dipilih menjadi bacawapres yang tepat bagi Ganjar. Ada sekira 14,9 persen atau mayoritas responden menilai RK layak menemani Ganjar dan 14,1 persen lainnya beranggapan Sandiaga merupakan sosok yang lebih cocok menjadi pasangan bacapres Ganjar.

Kemudian dalam kondisi pencapresan Prabowo, nama dua sosok itu kembali muncul sebagai figur yang dianggap potensial mengisi posisi bakal cawapres. Persentase responden yang merasa RK dan Sandiaga cocok mendampingi Prabowo masing-masing sebesar 10,9 persen dan 13,5 persen.

Meski begitu, sosok Ganjar lebih dominan diungkap responden (14,5 persen) sebagai bacawapres yang mumpuni bagi Prabowo.

Lain survei lain cerita, Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada Mei 2023 lalu menyingkap Prabowo justru mendapat elektabilitas tertinggi ketika dipasangkan dengan Ridwan Kamil, persentasenya mencapai 49,9 persen. Dengan catatan, pasangan itu disimulasikan dalam dua opsi tertutup melawan pasangan Ganjar – Erick.

Sebagai gambaran, saat Cak Imin disimulasikan menjadi cawapres Prabowo dan melawan pasangan Ganjar–Khofifah, persentasenya sedikit lebih rendah yaitu sekira 46,6 persen. LSI sendiri melakukan surveinya pada 12–17 April 2023 dan melibatkan 1.220 responden yang telah memiliki hak pilih dalam pemilu.

Adapun dari keseluruhan simulasi yang dilakukan LSI, Anies memperoleh elektabilitas paling besar saat dipasangkan dengan AHY dan melawan pasangan Ganjar–Erick. Dalam kondisi seperti itu persentase keterpilihan Anies mencapai 40,5 persen, lebih tinggi ketimbang kalau Anies disimulasikan dengan Khofifah melawan pasangan Prabowo–Cak Imin.

Menyoal posisi bacawapres, Anies belum menyebut satupun nama. Perihal ini, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem Bidang Hukum dan HAM, Taufik Basari menyebut bahwa hingga saat ini kesepakatan perihal penunjukkan cawapres berada di tangan Anies. Hal itu sesuai dengan konsesi dan kesepakatan bersama yang sudah dipahami oleh tiga partai pendukung Anies di Koalisi Perubahan.

"Pokoknya kesepakatan kita, kita serahkan kepada capresnya untuk menentukan. Nah ini mudah-mudahan, inilah yang menjadi komitmen kita bersama," kata Taufik di Gedung DPR RI pada Senin (5/6/2023).

Sementara itu, Ganjar dianggap masyarakat lebih cocok berpasangan dengan RK, persentasenya menyentuh 40,9 persen jika dalam skenario melawan pasangan Prabowo–Erick.

Hingga artikel ini diturunkan, belum ada pula penunjukan resmi bacawapres Ganjar.

Baru-baru ini, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyatakan membuka peluang bagi Sandiaga Uno untuk dicalonkan menjadi cawapres pendamping Ganjar di Pilpres 2024. Hal ini mengingat PPP saat ini sudah menjadi partai koalisi pendukung Ganjar bersama PDIP, Hanura dan Perindo.

Nama lain yang sempat disebut sebagai bacawapres Ganjar adalah AHY. Pasalnya, AHY jadi salah satu nama kandidat yang disebut oleh Puan Maharani di sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III PDI Perjuangan di Jakarta pada Selasa (6/6/2023). Sejumlah nama lain yang disebut Puan adalah Mahfud MD, Erick Thohir, RK, Sandiaga Uno, dan Airlangga Hartarto.

Akan tetapi kata Puan, nama-nama tersebut akan diseleseksi oleh PDIP dengan salah satu kriteria yang digunakan yakni kemampuan kerja sama dan memiliki kesamaan visi misi dengan Ganjar.

Pengalaman dan Prestasi Jadi Indikator Esensial

Ada banyak pertimbangan publik memilih figur yang dianggap ideal untuk mengisi posisi cawapres. Rupanya, pengalaman dan prestasi menjadi indikator paling esensial.

Tren itu ditangkap survei Litbang Kompas, di mana seperenam bagian responden atau sebanyak 14,9 persen memilih opsi tersebut sebagai alasan seorang tokoh layak menjadi bakal cawapres.

“Dalam hal ini, pengalaman dan prestasi mengacu pada jabatan publik yang pernah diemban oleh sosok yang diproyeksi menjadi bakal cawapres,” menukil Kompas, Rabu (24/5/2023).

Publik juga nampak mempertimbangkan sosok bacawapres yang sederhana dan merakyat, serta memiliki kepribadian yang tegas dan berwibawa. Persentase untuk kedua pilihan itu masing-masing sebanyak 10,9 persen dan 10,7 persen. Sementara opsi di luar itu tak sampai 10 persen, seperti misalnya karakter bacawapres yang jujur dan adil (4,5 persen), serta faktor latar pendidikan yang tinggi (2,2 persen).

Namun, lagi-lagi, proporsi responden yang mengaku tidak tahu atau tidak ingin menjawab masih sangat banyak, hampir menyentuh setengah keseluruhan responden yakni 46,1 persen.

Baca juga artikel terkait PERIKSA DATA atau tulisan lainnya dari Fina Nailur Rohmah

tirto.id - Politik
Penulis: Fina Nailur Rohmah
Editor: Farida Susanty