tirto.id - Umat Islam di seluruh Indonesia telah menjalani puasa Ramadan hingga hari ke-6 pada tanggal 6 Ramadan 1440H atau Sabtu, 11 Mei 2019.
Ketika bulan puasa tiba, salah satu momen yang istimewa adalah datangnya azan maghrib sebagai tanda usainya menahan lapar, haus, dan hal-hal yang membatalkan puasa selama sehari penuh.
Masyarakat di Kab. Kotabaru Kalimantan Selatan dapat menunggu waktu buka puasa dengan ngabuburit, di beberapa tempat, di antaranya adalah Masjid Jami Sungai Bahar. Selain itu di daerah ini juga terkenal dengan makanan dan minuman khas yang dapat digunakan sebagai menu buka puasa. Beberapa makanan khas Kab. Kotabaru antara lain: soto banjar, ketupat kandangan, patin baubar, manday, gangan asam banjar, bingka, amparan tatak, iwak pakasam, kelepon martapura, gangan humbut.
Untuk menunaikan ibadah sholat atau pun tarawaih, pada umumnya warga Kab. Kotabaru melakukan ibadah ini di Masjid Husnul Khotimah yang dikategorikan sebagai masjid Masjid Agung. Alamat Masjid Husnul Khotimah ada di Ds. Sebatung.
Selain Masjid Husnul Khotimah, terdapat beberapa masjid lain yang dapat digunakan oleh umat Islam di Kab. Kotabaru untuk menunaikan ibadah salat, salah satunya adalah Masjid Darussalam. Masjid Besar. Alamat Masjid Darussalam adalah di Ds. Salino.
Tidak hanya itu, salat tarawih yang pada bulan Ramadan hukumnya adalah sunah muakkad ini juga dapat dilakukan di Masjid Darul Ikhsan. Masjid ini berada di Desa Hampang.
Tirto.id juga menyediakan jadwal imsakiyah yang meliputi imsak, subuh, zuhur, asar, berbuka, maghrib, dan isya di Kab. Kotabaru seperti di bawah ini.
Selain jadwal sholat, perlu diketahui bahwa sholat tarawih penting bagi umat muslim. Menurut kitab Durratun Nasihin keutamaan sholat tarawih di bulan Ramadhan seperti diriwayatkan Ali bin Abi Thalib ra. Bahwasannya Rasulullah SAW pernah ditanya seseorang mengenai fadhilah (keutamaan) sholat tarawih di bulan Ramadhan, maka beliau berkata “(fadhilah tarawih) di malam Ramadan ke-6 adalah Allah berikan padanya pahala orang yang thawaf di baitul ma’mur seraya memohonkan ampun untuknya segala batu dan lumpur..
Tausiah Harian
Salah satu pertanyaan yang banyak diajukan selama Ramadan adalah apakah menangis dapat membatalkan puasa?
Dalam berbagai kitab dijelaskan secara rinci tentang berbagai hal yang dapat membatalkan puasa. Menangis jelas tidak termasuk di dalamnya.
Mengapa menangis tak membatalkan puasa?
Salah satu alasan mendasarnya adalah karena mata bukanlah saluran (lubang tubuh) yang mengarahkan benda menuju tenggorokan.
Hukumnya akan berubah ketika air mata dari tangisan seseorang masuk ke dalam mulut dan bercampur dengan air liur, lalu ditelan ke dalam tenggorokan. Dalam keadaan demikian air mata tersebut dapat membatalkan puasa, meski hal ini sangat jarang terjadi.
Penulis: M. Ali Zainal Abidin
Sumber: NU Online http://www.nu.or.id/post/read/105907/apakah-menangis-dapat-membatalkan-puasa
Penulis: Ibnu Azis
Editor: Agung DH
Masuk tirto.id























