Piala Dunia 2018

Ivan Rakitic, Mesin Penjelajah Kroasia, Kunci Lain di Laga Final

Oleh: Fitra Firdaus - 13 Juli 2018
Dibaca Normal 1 menit
Ivan Rakitic akan tampil untuk ke-71 kalinya musim ini di final Piala Dunia 2018 antara Perancis vs Kroasia. Gelandang asal Barcelona ini ibarat mesin penjelajah.
tirto.id - Ivan Rakitic dapat berperan penting dalam final Piala Dunia 2018 antara Kroasia vs Perancis pada Minggu (15/7/2018) pukul 22.00 WIB di Stadion Luzhniki, Moskwa. Gelandang Kroasia tersebut ibarat mesin penjelajah yang dimiliki Vatreni, mengingat ketahanan fisiknya sepanjang musim.

Ivan Rakitic mencatatkan pencapaian istimewa ketika Kroasia mengalahkan Inggris 2-1 di semifinal pada Kamis (12/7/2018). Dengan tampil di laga tersebut, sang pemain Barcelona mencatatkan tampil dalam 70 partai musim ini. Catatan itu terbagi menjadi 55 penampilan di level klub dan 15 laga di level internasional.

Bersama Barcelona, Rakitic hanya absen di tiga pertandingan Liga Spanyol musim 2017/2018. Ia kemudian tercatat selalu tampil dalam 10 laga kubu Camp Nou di Liga Champions, yang berakhir di perempat-final oleh AS Roma. Sementara itu, di Copa del Rey, Rakitic tampil dalam 8 dari 9 laga Barca. Belum lagi dua laga di Piala Super Spanyol.

Sementara itu, bersama Kroasia, Rakitic tampil dalam 15 dari 16 pertandingan Vatreni terhitung sejak September 2017 hingga kala menaklukkan Inggris. Satu-satunya laga ketika ia absen membela negaranya terjadi ketika Kroasia dipukul oleh Turki 1-0 dalam kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa pada 6 September tahun lalu, dengan alasan cedera.

Jelas, membutuhkan ketahanan fisik yang prima bagi seorang pemain untuk menjalani laga sebanyak itu. Tetapi, lebih dari itu, Ivan Rakitic memiliki daya juang yang tinggi, bagaikan mesin yang tidak mengenal lelah.

Hal ini terungkap setelah kemenangan Kroasia atas Inggris. Dalam kondisi baru saja pulih dari demam, Ivan Rakitic tetap tampil. Bukan sekadar 90 menit, tetapi 124 menit.

"Semalam, saya demam, nyaris 39 [derajat]. Saya berbaring di kasur mencari kekuatan untuk bermain dan berhasil. Saya akan bermain di partai final dengan satu kaki kalau perlu," kata Rakitic dikutip FourFourTwo.



Dalam laga setelah demam itu, Ivan Rakitic memang tercatat hanya mendapatkan nilai 6,6 dari Whoscored. Meskipun demikian, Rakitic terlibat cukup banyak untuk Kroasia. Akurasi umpannya 81 persen. Persentase ini hanya kalah dari Andrej Luka Modric, Marcelo Brozovic, Domagoc Vida (89 persen), dan Dejan Lovren (88 persen).

Selain itu, jumlah umpan akurat Rakitic (68 umpan) di laga tersebut terbaik kedua, hanya di bawah Brozovic (77 umpan).

Secara keseluruhan, berdasarkan data Whoscored, performa Ivan Rakitic untuk Kroasia di Piala Dunia 2018 hanya kalah dari dua orang saja, Luka Modric (7,60) dan Mario Mandzukic (7,59).

Rakitic juga menjadi salah satu penembak terbanyak Kroasia. Ia melepaskan 12 tembakan, setara Ante Rebic, dan hanya di bawah Ivan Perisic (19 kali). Bahkan Rakitic memiliki jumlah tembakan yang lebih banyak dari penyerang Mario Mandzukic (9 kali) dan Andrej Kramaric (8 kali).

Ini tanda sang gelandang Barcelona, seperti Perisic dan Rebic, justru dibebaskan menembak, sementara satu striker Kroasia di depan ibarat sebagai pemantul bola untuk mereka. Apalagi, 9 dari 12 tembakan Rakitic tersebut terjadi dari luar kotak penalti.

Bicara umpan kunci, Ivan Rakitic juga hanya kalah dari Luka Modric yang melepaskan 14 umpan. Rakitic mengirim 7 umpan kunci, 2 umpan panjang, dan lima sisanya umpan pendek.

Tidak dapat dilupakan, sebagai gelandang, Rakitic juga memiliki daya jelajah yang luas. Ia hanya berada di belakang Luka Modric sebagai pemain paling banyak menjejalahi lapangan. Jika Modric menjelajahi 63 kilometer, maka Rakitic ada di posisi 62,9 kilometer, diikuti oleh gelandang Perancis, N'Golo Kante yang 62,7 kilometer.

Meskipun bukan pemain yang paling menonjol dalam urusan menembak, mengirim umpan kunci, atau menjelajahi lapangan, peran Ivan Rakitic sangat krusial bagi Kroasia. Dia sosok serbabisa, yang bisa menjadi kunci lain Kroasia di final melawan Perancis, ketika Luka Modric mengalami hari buruk.


Baca juga artikel terkait PIALA DUNIA 2018 atau tulisan menarik lainnya Fitra Firdaus
(tirto.id - Olahraga)


Penulis: Fitra Firdaus
Editor: Fitra Firdaus