tirto.id - Istri eks Perdana Menteri Nepal Jhala Nath Khanal, Rajyalaxmi Chitrakar yang sebelumnya diberitakan meninggal dunia setelah terjebak dalam rumahnya yang dibakar massa demo Gen Z, saat ini dipercaya masih hidup. Rajyalaxmi Chitrakar sedang menjalani perawatan akibat luka bakar yang serius.
Banyak diberitakan di media-media berita, termasuk NDTV, Rajyalaxmi Chitrakar, istri dari mantan perdana menteri Nepal, Jhala Nath Khanal meninggal dunia pada Selasa (9/9/2025) lalu.
Chitrakar sempat dilarikan ke Rumah Sakit Luka Bakar Kirtipur namun nyawanya tak tertolong akibat luka bakar yang serius.
Namun, belakangan berita tersebut diragukan kebenarannya setelah muncul pemberitaan lain yang menyebut jika Chitrakar sebenarnya masih hidup hanya saja kondisinya masih kritis.
Kondisi Istri Eks PM Nepal Kritis Namun Stabil
The India TV News memberitakan berdasarkan laporan dari The Kathmandu Post jika Rajyalaxmi Chitrakar masih hidup. Meskipun kesehatannya masih kritis, namun tim dokter menyebut kondisi Chitrakar terbilang stabil.
Chitrakar saat ini sedang menerima perawatan intensif di Rumah Sakit Kirtipur, Nepal.
"Kondisinya serius dan tetap sama seperti saat ia pertama kali dibawa untuk perawatan," jelas Dr. Kiran Nakarmi, Direktur Rumah Sakit Kirtipur.
Rajyalaxmi Chitrakar sebelumnya diberitakan telah meninggal dunia karena luka bakar serius di sekujur tubuhnya. Chitrakar sedang berada di dalam rumah saat para demonstran membakar rumahnya di kawasan Dallu, di ibukota Kathmandu.
Chitrakar terjebak dan tidak dapat melarikan diri saat pembakaran terjadi. Akibatnya, ia mendapatkan luka bakar yang cukup parah saat diselamatkan oleh regu penyelamat.
Penyebab Demo Besar di Nepal
Demonstrasi besar yang dikendalikan oleh generasi muda yang menyebut aksi mereka sebagai “Gen Z Protest” itu dipicu kebijakan pemerintah Nepal yang memblokir 26 platform media sosial karena tidak mematuhi aturan negara tersebut.
Protes kemudian berkembang menjadi tuntutan memerdekakan diri dari praktek korupsi yang dikatakan telah menjamur di tubuh para penguasa di Nepal.
Adanya ketimpangan sosial antara kehidupan mewah pejabat dan keluarganya dibandingkan dengan masyarakat Nepal pada umumnya yang masih banyak yang berada di garis kemiskinan turut membuat gelombang protes berlangsung lebih lama.
Masyarakat yang ikut berdemo tidak hanya mengeluarkan aspirasi dan pendapat, namun juga melakukan aksi pembakaran. Yang menjadi sasaran adalah gedung parlemen, gedung pemerintahan, sampai rumah-rumah pejabat.
Perdana Menteri Nepal, Sharma Oli bersama beberapa menteri dalam kabinet pemerintahan mengundurkan diri. Tak berselang lama, Presiden Nepal Ram Chandra Poudel juga menyatakan diri lengser.
Kekosongan kepemimpinan saat ini terjadi di Nepal membuat militer Nepal turun tangan. Militer terus mengadakan perundingan dengan demonstran untuk menentukan siapa yang layak memimpin Nepal selanjutnya.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id































