Menuju konten utama

International Womens Day Jadi Google Doodle Hari Ini

International Womens Day menjadi Google Doodle hari Jumat, 8 Maret 2024. Apa maknanya? Bagaimana sejarahnya?

International Womens Day Jadi Google Doodle Hari Ini
Google doodle International Womens Day 2024. (FOTO/Google)

tirto.id - Google Doodle hari ini, Jumat, 8 Maret 2024, menampilkan logo dalam rangka memperingati International Womens Day. Apa pengertiannya? Bagaimana sejarah hari perempuan internasional hingga dirayakan setiap 8 Maret?

International Women's Day 2024 menjadi tema Google Doodle hari ini. Ucapan hari wanita sedunia itu disampaikan lewat sebuah logo dengan corak warna-warni.

Setidaknya terdapat tiga sosok wanita yang ditampilkan dalam logo Google Doodle. Seperti biasa, huruf G-O-O-G-L-E menyertai isi logo tersebut.

"Doodle International Women’s Day ini menyoroti sekelompok perempuan yang berbagi kebijaksanaan lintas generasi dalam sebuah selimut bersulam sebagai simbol-simbol kemajuan yang telah dicapai selama bertahun-tahun," tulis mereka.

Sejarah International Womens Day

International Women’s Day (IWD) atau Hari Perempuan Internasional diperingati setiap tanggal 8 Maret. Sejarah berawal ketika 15.000 perempuan menggalang aksi demonstrasi di New York, Amerika Serikat, pada 1908. Mereka menuntut hak peningkatan standar gaji dan pemotongan jam kerja.

Peristiwa serupa juga terjadi di Saint Petersburg, Rusia. Kalangan perempuan menuntut kesetaraan gender, pekerjaan yang adil dan aman, hak memilih, dan menduduki jabatan publik.

2 tahun berselang, Clara Zetkin, menginisiasi gagasan dalam rangka menetapkan Hari Perempuan Internasional. Ia menyarankan setiap negara merayakan satu hari dalam setahun demi mendukung tuntutan perempuan.

Konferensi perempuan melibatkan 100 orang. Mereka berasal dari 17 negara dan sepakat terhadap ide tersebut. Pada 19 Maret 1911 sejumlah negara mulai merayakan Hari Perempuan Internasional untuk pertama kali, yakni Austria, Jerman, Denmark dan swiss.

Aksi damai perempuan di Rusia kemudian terjadi pada 8 Maret 1913. Mereka menentang Perang Dunia I. Selepas itu, aksi identik tercipta di penjuru benua biru.

Selama Perang Dunia II, tanggal 8 Maret dipakai untuk menggelar aksi kesetaraan gender. Tahun 1975, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada akhirnya menetapkan 8 Maret sebagai Hari Perempuan Internasional.

"Kemajuan yang dicapai para wanita selama bertahun-tahun tidak akan mungkin terjadi tanpa tindakan berani dari mereka yang mendahului. Ini adalah untuk mereka yang telah membuka jalan dan untuk mereka yang membawa obor lebih jauh - Selamat Hari Perempuan Internasional!" tulis Google Doodle dalam rangka mengucapkan Selamat Hari Perempuan Sedunia dalam bahasa Inggris.

Hingga kini, Hari Perempuan Sedunia 8 Maret menjadi momentum untuk memperjuangkan kesetaraan dan sejumlah isu lain, semisal kesenjangan upah berdasarkan gender dan ras, hak-hak reproduksi, dan pencegahan kekerasan terhadap perempuan.

Sementara situs web Internationalwomensday.com mengajak mengkampanyekan Hari Perempuan Internasional 2024 melalui tema "Inspire Inclusion". Maknanya adalah menginspirasi orang lain agar memahami dan menghargai inklusi perempuan dan membangun dunia yang lebih baik.

Perempuan terinspirasi diikutsertakan sehingga muncul rasa memiliki, relevansi, dan pemberdayaan. Secara kolektif, mereka menghimbau untuk menciptakan dunia yang lebih inklusif bagi perempuan.

Berikut adalah sejumlah tindakan yang disarankan untuk dilakukan dalam rangka mendukung tema "Inspire Inclusion":

  • Membangun pemberdayaan ekonomi perempuan.
  • Merekrut, mempertahankan, dan mengembangkan bakat yang beragam.
  • Mendukung perempuan dan anak perempuan dalam kepemimpinan, pengambilan keputusan, bisnis, dan STEM (Science, Technology, Engineering dan Math).
  • Merancang dan membangun infrastruktur yang memenuhi kebutuhan perempuan dan anak perempuan.
  • Membantu perempuan dan anak perempuan dalam membuat keputusan berdasarkan informasi tentang kesehatan.
  • Melibatkan perempuan dan anak perempuan dalam pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan.
  • Menyediakan akses pendidikan dan pelatihan berkualitas bagi perempuan dan anak perempuan.
  • Meningkatkan partisipasi dan prestasi perempuan dan anak perempuan dalam bidang olahraga.
  • Mempromosikan bakat kreatif dan artistik perempuan dan anak perempuan.
  • Menangani bidang-bidang lain yang mendukung kemajuan perempuan dan anak perempuan.

Baca juga artikel terkait INTERNATIONAL WOMENS DAY atau tulisan lainnya dari Beni Jo

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Beni Jo
Penulis: Beni Jo
Editor: Dipna Videlia Putsanra