tirto.id - Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya menyebabkan terjadinya banjir di beberapa titik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 115 rukun tetangga (RT) dan empat ruas jalan masih tergenang pagi ini.
Wilayah terdampak paling banyak berada di Jakarta Selatan dengan total 78 RT tergenang. Genangan tersebar di sejumlah kelurahan seperti Petogogogan yang mencatat jumlah terbanyak dengan 37 RT terdampak, disusul Pela Mampang, Pejaten Timur, dan Bintaro.
Sementara itu, Jakarta Timur mencatat 22 RT terdampak, yakni di Kampung Melayu, Cawang, Cililitan dan Bidara Cina. Adapun Jakarta Barat terdapat 15 RT yang tersebar di antaranya di Kedaung Kali Angke, Kedoya Selatan, dan Kembangan Selatan.
"BPBD mencatat saat ini terdapat 115 RT dan 4 Ruas Jalan Tergenang," tulis keterangan BPBD DKI Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Kondisi ini disebabkan oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan luapan sejumlah kali, seperti Kali Ciliwung, Kali Pesanggrahan, Kali Angke, hingga Kali Krukut dan Kali Mampang. Adapun ketinggiannya berkisar 15 sampai dengan 240 sentimeter.
Selain itu, empat ruas jalan utama juga terendam banjir yakni di Jalan Ciledug Raya (Seskoal), Jalan Swadarma di Ulujami, Jalan Rahayu (HEK) di Jakarta Timur, serta Jalan Puri Kembangan di Jakarta Barat, dengan ketinggian air sekitar 50 sentimeter.
BPBD juga mencatat adanya warga yang mengungsi akibat banjir. Di Kelurahan Kedoya Selatan, sebanyak 12 kepala keluarga atau 46 jiwa mengungsi di mushola kantor kelurahan. Sementara di Kelurahan Pejaten Timur, 22 kepala keluarga atau 72 jiwa mengungsi di rumah warga dan mushola setempat.
Hingga pagi ini, sejumlah wilayah dilaporkan mulai berangsur surut, antara lain di Kelurahan Cipedak, Sukabumi Selatan, Sukabumi Utara, Balekambang, serta sebagian wilayah Kedaung Kali Angke. Satu ruas jalan yang sebelumnya tergenang, yakni Jalan Harun Raya di Jakarta Barat, juga telah dinyatakan surut.
Lebih jauh, BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memantau kondisi di lapangan. Langkah yang dilakukan meliputi penyedotan genangan, memastikan tali air berfungsi baik, serta pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak.
BPBD menargetkan genangan dapat surut dalam waktu cepat.
"BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop," tulis BPBD.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id
































