Imlek 2018: Makna Tradisi Membersihkan Wihara di Petak Sembilan

Oleh: Yantina Debora - 15 Februari 2018
Setiap tanggal 23 dan 24 bulan ke-12 penanggalan Tionghoa atau Cap Ji Gwee, para dewa yang ada di bumi naik ke kahyangan sehingga itu kesempatan bagi manusia untuk membersihkan wihara dan rupang.
tirto.id - Sejumlah wihara di kawasan Petak Sembilan, Glodok, Jakarta bersiap menyambut Tahun Baru Imlek dengan membersihkan wihara dan rupang yang ada tempat ibadah tersebut.

"Persiapan kami hal-hal yang umum saja. Semua dirapikan, dibersihkan dan dicat," kata Penasihat Yayasan Dharma Bhakti Tan Adipranata ditemui di Wihara Dharma Bhakti, Jakarta, Kamis (15/2/2018).

Tan mengatakan setiap tanggal 23 dan 24 bulan ke-12 penanggalan Tionghoa atau Cap Ji Gwee, para dewa yang ada di bumi naik ke kahyangan sehingga itu kesempatan bagi manusia untuk membersihkan wihara dan rupang.

Pada tanggal 23 dan 24 Cap Ji Gwee, umat Tridharma mengadakan sembahyang Taopekong naik untuk memperingati para dewa yang naik ke kahyangan.

"Pada saat itulah kesempatan manusia untuk membersihkan dan menyucikan wihara dan rupang. Kalau di hari-hari biasa, dewa-dewi ada di dalam wihara kan tidak sopan kalau kita bersih-bersih," tuturnya.

Tan mengatakan tidak ada acara khusus saat Imlek selain bersiap menyambut umat yang ingin bersembahyang di wihara.

Hal serupa disampaikan Pengurus Yayasan Dharma Sakti Koe Hoeng Woei. Awoei, panggilan akrabnya, mengatakan pihaknya hanya melakukan bersih-bersih dan mengecat wihara.

"Tidak ada acara khusus. Biasanya wihara mulai ramai pukul 19.00 untuk persiapan menyambut pergantian tahun," katanya.

Selain membersihkan dan mengecat wihara, para pengurus wihara juga memasang sejumlah lampion di sekitar wihara dan jalan menuju wihara.

Hal yang sama juga terlihat di dekat Wihara Dharma Jaya yang berada tidak jauh dari Wihara Dharma Bakti dan Wihara Dharma Sakti.


Baca juga artikel terkait TAHUN BARU IMLEK atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: antara
Penulis: Yantina Debora
Editor: Yantina Debora
a