IDI Aceh Desak Pemerintah Aceh Rekrut Relawan COVID-19

Oleh: Bayu Septianto - 4 Agustus 2020
Catatan IDI Aceh sudah ada 60 tenaga medis yang positif COVID-19, sekitar 25 orang di antaranya dokter dan selebihnya perawat.
tirto.id - Pemerintah Provinsi Aceh diminta mulai melakukan rekrutmen tenaga cadangan guna kelancaran penanganan kasus COVID-19. Desakan ini disampaikan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh lantaran banyaknya tenaga medis yang dinyatakan positif terpapar virus corona COVID-19.

Ketua IDI Aceh dr Safrizal Rahman mengatakan usulan akan disampaikan secara langsung kepada pemerintah, dan segera menyiapkan tenaga cadangan untuk dilatih sebelum terlambat.

"Paling tidak saat ini sudah mulai dilatih untuk COVID-19, kemudian dipaparkan dengan pasien di UGD atau segala macam, supaya nanti kalau kita terjadi sesuai kita punya tenaga tambahan atau cadangan," kata Safrizal di Banda Aceh, Aceh, Selasa (4/8/2020) dilansir dari Antara.

Safrizal menjelaskan sebenarnya di Aceh banyak terdapat tenaga kesehatan yang dapat menjadi sukarelawan, sama halnya seperti dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 pusat yang merekrut relawan penanganan COVID-19 di Wisma Atlet Jakarta.

Tentu, tambah dia, mereka yang direkrut tidak hanya menjadi relawan yang cuma-cuma. Paramedis tersebut juga akan tetap mendapatkan haknya seperti imbalan, fasilitas, hingga vitamin dan sebagainya.

"Karena memang di Aceh ini tidak seimbang, mungkin di provinsi sudah menyiapkan diri dengan baik tapi kabupaten/kota, seperti awal-awalnya kemarin merasa kita tidak akan terkena lagi (COVID-19) jadi seperti tidak peduli lagi," ujarnya.

Disamping menyiapkan langkah tersebut, kata dia, pemerintah juga harus terus memikirkan upaya memperketat penapisan atau skrining awal di setiap fasilitas kesehatan, dengan prosedur yang seragam agar semuanya terhindar dari awal.

Catatan IDI Aceh, lanjut dia, sudah ada 60 tenaga medis yang positif terinfeksi COVID-19, sekitar 25 orang di antaranya dokter termasuk peserta program dokter spesialis (PPDS) dan selebihnya perawat.

"Kemudian di fasilitas UGD untuk mereka yang melakukan penapisan itu alat pelindung diri (APD)-nya harus dilengkapi dengan benar-benar baik, sehingga mungkin diawal itu sudah bisa dihindari," katanya.


Baca juga artikel terkait RELAWAN CORONA atau tulisan menarik lainnya Bayu Septianto
(tirto.id - Kesehatan)

Sumber: Antara
Penulis: Bayu Septianto
Editor: Bayu Septianto
DarkLight