HUT Pramuka 2019: Makna Lambang Tunas Kelapa

Oleh: Risma Ayu Anggraini Anantasari - 14 Agustus 2019
Dibaca Normal 1 menit
Apa sebenarnya makna dari lambang Tunas Kelapa di Pramuka?
tirto.id - Tunas Kelapa atau Lambang Gerakan Pramuka menjadi tanda pengenal tetap yang mengkiaskan cita-cita setiap anggota Gerakan Pramuka.

Dilansir dari laman E-Library Unikom, lambang Tunas Kelapa diciptakan oleh pembina Pramuka yang aktif bekerja di linkungan Departemen Pertanian bernama Soenardjo Admodipura.

Dilihat dari bentuknya, lambang yang digunakan sejak 16 Agustus 1961 ini berbeda dengan lambang pramuka dunia yang berbentuk dua jarum kompas dengan ujung tiga.

Dari bentuknya, lambang tunas kelapa Indonesia sangat kuat menonjolkan sisi lokalitas bangsa, karena bentuknya mirip dengan ornamen atau ragam hias yang biasa dilihat di daerah Jawa dan Bali.

Dilansir dari laman resmi Kemenpora, Tunas Kelapa memiliki bentuk dan arti kiasan. Kali ini Tirto akan membagikan informasi mengenai arti dari Lambang Pramuka Tunas Kelapa.

1. Tunas kelapa atau buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal, dan istilah cikal bakal di Indonesia berarti penduduk asli yang pertama, yang menurunkan generasi baru.

Jadi, lambang buah nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan bahwa tiap anggota Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup Bangsa Indonesia.

2. Buah nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimanapun juga. Hal ini memiliki arti bahwa tiap anggota Pramuka adalah seorang yang rohaniah dan jasmaniah sehat, kuat, dan ulet serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi pada tanah air dan bangsa Indonesia.

3. Nyiur dapat tumbuh di mana saja, yang membuktikan besarnya daya upaya dalam menyesuaikan diri di manapun dia berada dan dalam keadaan bagaimanapun juga.

4. Nyiur tumbuh menjulang lurus ke atas dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi di Indonesia. Diharapkan tiap Pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus, yakni yang mulia dan jujur, dan dia tetap tegak tidak mudah diombang-ambingkan oleh sesuatu.

5. Akar nyiur tumbuh kuat dan erat di dalam tanah. Jadi lambang itu mengkiaskan tekad dan keyakinan tiap Pramuka yang berpegang pada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik, benar, kuat dan nyata ialah tekad dan keyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanya.

6. Nyiur adalah pohon yang serba guna dari ujung atas hingga akarnya. Mengkiaskan bahwa tiap Pramuka adalah manusia yang berguna, dan membaktikan diri dan kegunaannya kepada kepentingan tanah air, bangsa dan negara Republik Indonesia serta kepada umat manusia.

Pemakaian lambang tunas kelapa lambang pramuka di Indonesia bervariasi, dari segi bentuk dan warna yang bisa berbeda dengan lainnya atau adanya tambahan siluet serta gambar pada lambang.

Siluet tunas kelapa inilah yang menjadi keunikan, seperti penggunaan warna pada lambang sering kali berbeda dengan warna asli dari lambang tersebut, yaitu hitam.

Namun pada aplikasinya lambang tersebut sering berwarna coklat atau emas.


Baca juga artikel terkait MAKNA LAMBANG PRAMUKA atau tulisan menarik lainnya Risma Ayu Anggraini Anantasari
(tirto.id - Sosial Budaya)


Penulis: Risma Ayu Anggraini Anantasari
Editor: Yandri Daniel Damaledo
Kontributor: Risma Ayu Anggraini Anantasari
DarkLight