Menuju konten utama

HUT Emas PSM, Wamensos: PSM Pilar Utama Kebangkitan Masyarakat

Peringatan HUT ke-50 PSM di Yogya dihadiri oleh ribuan pekerja sosial dan diramaikan dengan berbagai kegiatan sosial.

HUT Emas PSM, Wamensos: PSM Pilar Utama Kebangkitan Masyarakat
Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, dan Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan menghadiri acara peringatan 50 tahun lahirnya Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) di Kelurahan Kembang, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (30/6/2025). FOTO/dok.Kemensos
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Peringatan 50 tahun lahirnya Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) berlangsung di Kelurahan Kembang, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Senin (30/6/2025). Sebanyak 1.100 lebih pekerja sosial dari seluruh Indonesia turut memeriahkan puncak perayaan HUT Emas PSM ini bersama ratusan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dari DIY dan Jawa Tengah.

Peringatan 50 Tahun PSM sekaligus menjadi ajang Silaturahmi Nasional, mempertemukan para pekerja sosial dari seluruh Indonesia untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi.

Dalam sambutannya di acara itu, Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono menyatakan para pekerja sosial memiliki peran penting untuk mendukung kebangkitan masyarakat melalui semangat pemberdayaan.

"PSM ini luar biasa, tidak digaji tapi semangatnya luar biasa," kata Agus Jabo.

Selama ini, kata dia, para pekerja sosial tidak hanya menjadi relawan namun juga pelopor kebangkitan masyarakat. "Kita butuh masyarakat yang tersenyum, dan itu dimulai dari PSM yang juga harus tersenyum," ujar dia.

Agus Jabo tidak lupa menukil pesan dari sebuah pidato Presiden Prabowo Subianto, bahwa cita-cita Bangsa Indonesia adalah mewujudkan masyarakat yang gemah ripah loh jinawi, damai sekaligus sejahtera.

Untuk menggapai cita-cita tersebut, pekerja sosial berperan sebagai motor perubahan yang menjadikan masyarakat sebagai subyek aktif pembangunan, bukan sekadar objek bantuan.

Aksi Sosial Isi Rangkaian Acara Peringatan HUT ke-50 PSM

Berlangsung selama 28 Juni hingga 1 Juli 2025, rangkaian acara dalam peringatan 50 tahun lahirnya PSM tidak hanya menjadi ajang seremonial. Peringatan ini juga menghadirkan aksi sosial yang berdampak langsung pada masyarakat.

Salah satunya yakni kerja bakti membersihkan saluran irigasi sepanjang 850 meter dari Kali Bawang ke Kali Songgo pada Senin (30/6/2025).

Saluran penyuplai air untuk kegiatan pertanian dan perikanan warga di Kalurahan Kembang itu tidak hanya mengalami sedimentasi. Tumpukan sampah juga mengganggu alirannya dan menurunkan kualitas air.

Sebanyak 500 orang bergotong-royong, termasuk unsur PSM, TKSK, SDM PKH, pendamping rehabilitasi sosial, perangkat daerah, dan masyarakat umum.

Melalui kerja bakti ini, Kemensos berharap kualitas irigasi di Kalurahan Kembang membaik, sehingga berdampak langsung pada hasil pertanian dan perikanan warga.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan mempererat hubungan antarwarga dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

Aksi sosial lain diinisiasi oleh Kemensos dengan menggandeng Yayasan Kumala dan Pargono Murakabi guna menggelar pelatihan ekonomi produktif. Kegiatan yang selaras dengan spirit pemberdayaan ini berlangsung sejak 28 Juni 2025, dengan materi meliputi:

  • Pengolahan pelepah pisang menjadi kertas dan kerajinan tangan
  • Budidaya keramba ikan dan tanaman bunga matahari
  • Penguatan kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan (POKLATSAR)
  • Pengembangan kelompok wanita tani tanaman hias
Pelatihan yang melibatkan 100 warga sebagai peserta ini tidak sekadar untuk mengajarkan berbagai keterampilan baru, tetapi juga memperkuat jejaring ekonomi lokal. Kehadirannya pun diharapkan menumbuhkan semangat kewirausahaan berbasis komunitas.

Rangkaian acara perayaan HUT Emas PSM diramaikan pula dengan berbagai kegiatan yang menjadi wujud kepedulian terhadap kelompok rentan, yaitu:

  • Donor darah bersama PMI Kulon Progo dengan target 100 peserta
  • Sunatan massal 50 anak (kolaborasi dengan BAZNAS dan RS PKU Muhammadiyah)
  • Pemeriksaan dan layanan kesehatan ibu-anak untuk pencegahan stunting
  • Pemberian kacamata gratis bagi lansia
  • Penyaluran bantuan kaki palsu untuk penyandang disabilitas
  • Penyaluran bibit anggur dari Dinas Pertanian DIY
  • Pembagian aneka bibit buah dari Kalbe Farma.
Berbagai kegiatan sosial itu menegaskan komitmen PSM untuk mendampingi masyarakat secara administratif, sekaligus hadir memberikan solusi nyata.

Wamensos Temui Kelompok Disabilitas Binaan Dinsos DIY

Setelah kegiatan gotong royong, Wamensos Agus Jabo mengunjungi Kelompok Disabilitas Kelurahan (KDK) yang dibina oleh Dinas Sosial Provinsi DIY dan didampingi intensif oleh PSM.

KDK merupakan komunitas penyandang disabilitas yang bertekad kuat untuk mandiri dan berdaya. Banyak dari mereka merupakan penerima bantuan PKH yang kini siap “graduasi” melalui pelatihan keterampilan dan usaha produktif.

Yusniani, salah satu anggota KDK, menyampaikan apresiasinya kepada Kemensos. "Kami sangat bersyukur karena Kemensos memberi perhatian penuh, tidak hanya dalam bentuk bantuan tapi juga kesempatan untuk kami berkembang," tuturnya.

Tustiyanti, PSM senior yang telah mengabdi sejak 1991, menambahkan bahwa PSM terus menjalin koordinasi dengan kelurahan agar kelompok rentan seperti KDK mendapat akses ke program yang tepat.

"Alhamdulillah, pemerintah daerah juga peduli. Kami hanya menjembatani dan mendorong mereka agar bisa maju. Semua demi keberdayaan mereka," ujar dia dengan semangat.

Wamensos Ajak PSM Jadi Pelopor Perubahan Sosial

Dalam arahannya, Wamensos Agus Jabo mengajak seluruh PSM terus menjadi pelopor perubahan sosial.

“PSM adalah pilar utama kebangkitan masyarakat. Tiada hari tanpa pengabdian. Tiada waktu tanpa pelayanan. Mari kita terus bergerak agar masyarakat menjadi berdaya dan mandiri. Di situlah kekuatan negara ini akan lahir," tegas dia.

Dia berharap peringatan setengah abad PSM menjadi tonggak kebangkitan baru menuju pelayanan sosial yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan.

PSM pertama kali hadir pada 1975 sebagai bentuk partisipasi sosial murni masyarakat. Mereka bekerja secara sukarela tanpa bayaran sebagai pilar sosial yang menjangkau masyarakat rentan di tingkat desa dan kelurahan. Mereka pun mendampingi masyarakat dalam kondisi darurat sosial, termasuk keluarga miskin, disabilitas, lansia, dan anak.

Kini, setelah lima dekade, PSM tetap menjadi garda terdepan pelayanan sosial berbasis komunitas. Keberadaan mereka diakui sebagai bagian penting dari sistem kesejahteraan sosial nasional.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis