Hari Lingkungan Hidup Indonesia & Bagaimana Mencintai Lingkungan?

Oleh: Dhita Koesno - 10 Januari 2022
Dibaca Normal 5 menit
10 Januari Hari Lingkungan Hidup Indonesia, bagaimana cara mencintai lingkungan?
tirto.id - Hari Lingkungan Hidup Indonesia diperingati setiap tanggal 10 Januari setiap tahunnya dan bertepatan pada hari ini, Senin (10/1/2022).

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Indonesia diharapkan bisa menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menjaga lingkungan demi masa depan diri dan bumi yang lebih baik juga sebagai momentum untuk melakukan kegiatan yang berdampak positif pada lingkungan.

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Indonesia 10 Januari, kita manusia yang juga makhluk hidup bisa melakukan berbagai cara untuk mencintai lingkungan atau Bumi yang kita huni ini.

Berikut ini beberapa cara mencintai lingkungan hidup dikutip dari laman Eco Age:

1. Tidak membuang sampah sembarangan

PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN SISTEM WCP
Petugas menimbang sampah plastik rumah tangga yang dapat didaur ulang di tempat pengumpulan sampah (Waste Collecting Point) Desa Alue Deah Teungoh, Banda Aceh, Aceh, Kamis (11/11/2021). ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/tom.


Sampah tidak hanya membuat jalanan, taman, dan pantai terlihat tidak rapi, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada satwa liar dan lingkungan, khususnya sampah plastik yang menempel selama bertahun-tahun.

Bantu menjaga lingkungan kita tetap bersih dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat.

Jika memungkinkan, ikutlah bergabung di organisasi terkait untuk ambil bagian dalam kebersihan pantai atau sungai yang terorganisir.

Tapi jika tidak ingin bergabung, mengapa tidak mengambil sendiri sampah di sekitar, pantai, atau bahkan saat ketika berjalan dan menemui sampah di depan mata

2. Berpakaian lebih sadar

Ilustrasi Asesoris Kulit
Ilustrasi Asesoris kulit. foto/istockphoto


Kecanduan dunia terhadap mode cepat menghancurkan satwa liar dan komunitas di seluruh dunia, dari polusi yang disebabkan oleh pertanian kapas intensif pada manusia dan bumi.

Produksi pakaian dari bahan-bahan yang alami kulit hewan juga berpengaruh terhadap lingkungan. Ingatlah pakaian yang kita beli dan kenakan dapat berdampak besar pada dunia.

Untuk membantu mengurangi dampak ini, pilihlah serat organik alami sebanyak mungkin dan belilah pakaian yang benar-benar disukai dari bahan tersebut agar bermanfaat bagi Anda serta lingkungan..

3. Berhenti menggunakan plastik sekali pakai

LARANGAN PENGGUNAAN PLASTIK SEKALI PAKAI
Petugas mensosialisasikan penggunaan kantong belanja ramah lingkungan di Mall Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (1/7/2020). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/foc.


Jika tidak bisa, setidaknya menguranginya. Film dokumenter seperti Blue Planet II dan Drowning in Plastic telah menyoroti luasnya krisis plastik dan dampak buruk plastik sekali pakai terhadap satwa liar laut.

Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan di rumah untuk mengurangi jumlah plastik yang dibeli dan buang, mulai dari membawa botol air yang dapat digunakan kembali hingga membeli makanan dalam jumlah besar.

4. Tanam pohon

Penanaman Pohon di Rembang
Sejumlah warga melakukan proses penanaman bibit pohon yang diberikan oleh Bakti Lingkungan Hidup Djarum Foundation di Rembang, Jawa Tengah, Kamis (25/11/2021). tirto.id/Andrey Gromico


Pohon membantu membersihkan udara, menyaring air minum, memurnikan tanah, dan menyediakan habitat bagi lebih dari 80% keanekaragaman hayati terestrial dunia.

Hutan juga menyediakan lapangan kerja bagi lebih dari 1,6 miliar orang di seluruh dunia dan menyediakan bahan obat utama.

Tetapi pohon berada di bawah ancaman dari perubahan iklim, pembangunan perkotaan, polusi dan serangan penyakit dan hama pohon.

Bantu planet ini dengan menanam pohon, Anda dapat melakukannya sendiri di kebun belakang, atau mengikuti acara penanaman Hutan Nasional.

5. Makan produk lokal

PANEN SAYUR CAISIM
Petani memanen sayur caisim di Belendung, Tangerang, Banten, Rabu (22/9/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/wsj.


Makan produk lokal di daerah membantu mengurangi jejak lingkungan dari makanan Anda, menggunakan lebih sedikit energi (dan emisi CO2 terkait) untuk pertumbuhan dan transportasi.

Ini juga membantu mendukung ekonomi lokal, karena buah dan sayuran lokal dipetik dengan rasa alami dan puncak nutrisinya, seringkali rasanya juga lebih enak.

6. Kurangi asupan daging

HARGA DAGING SAPI DI JAKARTA MENINGKAT JELAMNG LEBARAN
Pedagang menata daging sapi yang dijual di Pasar Senen, Jakarta, Senin (10/5/2021). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.


Penelitian telah menemukan bahwa produksi pangan adalah pendorong utama perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, berkat gas rumah kaca dari peternakan, polusi pertanian, penggundulan hutan untuk memberi jalan bagi ternak dan kekurangan air yang disebabkan oleh pertanian.

Ketika populasi dunia meningkat sebesar 2,3 miliar orang pada tahun 2050, dampak lingkungan ini tampaknya akan semakin memburuk.

Para ilmuwan telah memperingatkan, untuk menangkal perubahan iklim yang berbahaya, kita perlu makan lebih sedikit daging dan menggantinya dengan lebih banyak makanan nabati seperti kacang-kacangan dan sayur-sayuran.

Jadwalkan setidaknya satu hari tanpa daging dalam seminggu, atau makan tanpa daging setiap hari dapat membantu membuat perbedaan besar.

7. Menghemat energi

Ilustrasi Hemat Energi
Ilustrasi Hemat Energi. foto/istockphoto


Perubahan sederhana di rumah, seperti mematikan lampu saat meninggalkan ruangan dan mengganti bola lampu dengan lampu LED hemat energi dapat membantu penghematan energi di rumah.

Ini tidak hanya membantu mengurangi tagihan listrik di rumah, tetapi juga ada korelasi langsung antara penggunaan energi Anda dan lingkungan.

Mengonsumsi lebih sedikit daya listrik di rumah membantu mengurangi emisi pembangkit listrik yang dikeluarkan saat menghasilkan listrik, dan juga membantu melestarikan sumber daya alam bumi.

Beberapa ide tentang cara menghemat energi:

  • Matikan lampu saat Anda meninggalkan telepon
  • Jangan biarkan peralatan dalam keadaan siaga, matikan
  • Buka jendela daripada menggunakan kipas angin saat memasak
  • Beralih ke lampu LED hemat energi (LED menggunakan energi 90% lebih sedikit dan bertahan lebih lama daripada bohlam biasa)
  • Gantung pakaian basah hingga kering daripada menggunakan pengering
8. Kurangi mengendarai mobil

Ilustrasi Mobil
Ilustrasi Mobil. foto/istockphoto


Memilih untuk berjalan kaki, bersepeda atau menggunakan transportasi umum sebanyak mungkin untuk mengurangi emisi CO2 yang disebabkan oleh kendaraan.

Tentu saja, cara ini mungkin lebih mudah di kota-kota besar di mana ada lebih banyak pilihan transportasi umum yang tersedia dan akan selalu ada saat-saat di mana Anda perlu menggunakan mobil.

Berbagi mobil adalah cara yang bagus untuk mengurangi jumlah kendaraan yang melakukan perjalanan yang sama.

9. Hemat air

Ilustrasi Air
Ilustrasi Air. foto/istockphoto


Hemat sumber daya air dengan membuat perubahan sederhana di rumah seperti mematikan keran saat menyikat gigi, mandi dengan air secukupnya, dan mempersingkat waktu mandi.

Misalnya, gunakan seperti pancuran air, untuk menghemat air dan kurangi penggunaan keran untuk mengurangi tagihan air.

10. Hemat kertas

KERTAS BEKAS IMPOR TERKONTAMINASI LIMBAH B3
Petugas menunjukkan kertas bekas (waste paper) impor yang dikirim dari Australia di lapangan penumpukkan kontainer di PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (9/7/2019). ANTARA FOTO/Didik Suhartono/hp.


Batalkan laporan bank dan tagihan kertas, pilih untuk membayar secara online. Ini tidak hanya menghemat pohon dan energi, tetapi juga berarti Anda memiliki lebih sedikit limbah untuk dibuang dan jauh lebih nyaman.

Infografik SC Hari Lingkungan Hidup
Infografik SC Hari Lingkungan Hidup. tirto.id/Rangga



Baca juga artikel terkait HARI LINGKUNGAN HIDUP INDONESIA atau tulisan menarik lainnya Dhita Koesno
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Dhita Koesno
Penyelia: Iswara N Raditya
DarkLight