Menuju konten utama

Habiburokhman Sebut Gerindra Terbuka Terima Gibran & Bobby

Partai Gerindra terbuka menerima keluarga Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bergabung.

Habiburokhman Sebut Gerindra Terbuka Terima Gibran & Bobby
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman saat memberi keterangan pers di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (5/11/2023). (Tirto.id/Fransiskus Adryanto Pratama)

tirto.id - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman mengatakan partainya terbuka kepada keluarga Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk masuk partainya. Dia mengklaim partai membuka pintu kepada siapa yang ingin bergabung.

"Kami terbuka ya, tidak ada dikhususkan ke Gibran, ke Bobby. Silakan saja kalau yang ingin masuk partai Gerindra, kami terbuka saja," kata Habiburokhman di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (5/11/2023).

Sementara itu, Habiburokhman pun tidak mau mengintervensi Gibran Rakabuming dan Bobby Nasution untuk bergabung dengan partainya. Dia mendoakan seluruh permasalahan bisa diselesaikan dengan elegan.

"Itu bukan wilayah kami, kami tidak akan intervensi, justru kami menghormati hubungan di antara mereka. Kami doakan bisa diselesaikan dengan baik-baik dan elegan," ungkap Habiburokhman.

Untuk diketahui Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menuturkan Gibran Rakabuming Raka telah mengembalikan kartu tanda anggota (KTA). Tidak hanya itu, putra sulung Presiden Joko Widodo itu juga sudah pamit dari partai.

Selain Gibran telah berpamitan, Hasto menuturkan secara perundang-undangan dijelaskan calon presiden dan calon wakil presiden diusung oleh partai politik atau gabungan partai politik. PDI Perjuangan bersama PPP, Perindo, dan Hanura sudah mengusung Ganjar-Mahfud, lalu Prabowo-Gibran telah diusung oleh gabungan partai lain.

Lebih lanjut, dia menuturkan dilarang seseorang menjadi anggota di dua partai politik, bahkan termasuk Gibran. Kemudian, PDI Perjuangan saat ini sedang menunggu keputusan berikutnya pasca putusan MK menyetujui gugatan batas usia yang memberi jalan bagi Gibran mengikuti kontestasi karena pernah menjadi kepala daerah. Dia berharap MK menjadi benteng konstitusi.

"Ketika itu dilanggar, bahkan ada jalan pintas, malah pengaduan yang informasinya saja belum ditanda tangan tetapi diproses, ini menunjukkan suatu jalan pintas yang indikasinya akan mematikan demokrasi," kata Hasto.

Baca juga artikel terkait PARTAI GERINDRA atau tulisan lainnya dari Fransiskus Adryanto Pratama

tirto.id - News
Reporter: Fransiskus Adryanto Pratama
Penulis: Fransiskus Adryanto Pratama
Editor: Intan Umbari Prihatin